##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Jun 25, 2018
Non Abdin La Ode Sidu Marafad Yunus, S.Pd., M.Pd

Abstract

Penelitan ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) Struktur Cerita Rakyat “Sawerigadi” di Desa UP Kota Wuna Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. (2) Nilai-Nilai Cerita Rakyat “Saweri Gadi” di Desa UP Kota Wuna Kecamatan Tongkuno Kabupaten Muna. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan jenis penelitian lapangan. Data dan sumber data yang digunakan adalah narasumber atau informan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik wawancara mendalam (in-deth interview) dan obserfasi, dan Teknik analisis isi yang digunakan  yaitu pendekatan analisis struktural. Hasil penelitian ini, yaitu struktur cerita rakyat “Saweri Gadi” bertema perjuangan orang-orang untuk bertahan hidup yang terdampar disuatu wilayah, dan alur yang terdapat dalam cerita rakyat “Saweri Gadi” adalah alur maju. Latar terdiri dari latar tempat, latar waktu dan sosial. Tokoh dan penokohan dalam cerita rakyat ini dibedakan atas tokoh berdasarkan peranannya dalam cerita. Sehingga nilai-nilai dalam cerita rakyat ini terdiri dari nilai religius, nilai sosial, nilai moral dan nilai budaya.


Kata kunci: Nilai-Nilai Cerita Rakyat Legenda Saweri Gadi

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Nilai-Nilai Cerita Rakyat Legenda Saweri Gadi

References
Danandjaya James. (1997). Folklor Indonesia, Ilmu Gosip, Dongeng dan Lin-lain. Jakarta: Grafik Press.

Djantera H, dkk. (1997). Struktur Sastra Lisan Lamut. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen P. Kebudayaan.

Endraswara Suwardi. (2003). Metodologi Penelitian Sastra: Epistemologi, Model, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.

Fang Liaw York. (1991). Sejarah Kesusastraan Melayu Klasik Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Kusumo Partini Sardjono Pradoto. (2005). Pengkajian Sastra. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Musfiroh Tadkiroatun. (2008). Memilih, Menyusun, dan Menyajikan Cerita untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Nurgiyantoro Burhan. (2007). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada Univercity Press.

__________________. (1995). Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada Univercity Press.

Pradopo Rachmad Djoko, dkk. (2001). Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.

Semi Atar. (1993). Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.

Soelaeman Munandar. (1987). Ilmu Budaya Dasar: Suatu Pengantar. Bandung: PT. Eresco.

Suwondo Tirto, dkk. (1994). Nilai-nilai Budaya Susastra Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.

Sulistya Wiwit. (2008). Analisis Struktur dan Nilai Didik Cerita Rakyat. Sendang Penguripan dan Asal-usul Pesangrahan Langenharjo di Kabupate Sukoharjo: Sebagai Alternatif Bahan Pengajaran di SMA (Skripsi). Surakarta: FKIP UNS.

Suyitno. (1986). Sastra, Tata Nilai dan Eksegesis. Yogyakarta: PT. Hanindita.

Tera. (2007). Memahami Cerita Rakyat di Indonesia. http://indonesiatera.com/Memahami-Cerita-Rakyat-di-Indonesia.html. Diakses Tanggal 14 Januari 2016.

Utami Santi. (2009). Nilai Edukatif dalam Karya Sastra. http://santy2.blogspot.com. Diakses 14 Januari 2016.

Wurianto Arif Budi. (2010). Memahami Psikologi Masyarakat Indonesia Melalui Pengkajian Folklor Nusantara sebagai Dasar Pemahaman Psikologi Berbasis Budaya Indonesia (Pendekatan Multidisiplin Psikologi, Ilmu-Ilmu Sastra dan Antropologi). http://elka.umm.ac.id/artikel2.htm. Diakses Tanggal 16 Januari 2016.

Waluyo Herman J. (2002). Pengkajian dan Apresiasi Prosa Fiksi. Surakarta: University Sebelas Maret Press.
Section
Volume 1 Nomor 1, Januari - Juni 2018