##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Jun 28, 2019
Wa Ode Farma La Ino Wa Ode Halfian

Abstract

Tumbuhan obat-obatan mulai jarang digunakan sebagai media penyembuhan karena masyarakat cenderung menggunakan obat berdasarkan resep dokter yang juga memungkinkan kosa kata tumbuhan obat-obatan lambat laun tidak diketahui bahasa daerahnya lagi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kebertahanan kosa kata bahasa Ciacia dalam lingkungan tumbuhan obat-obatan di Kelurahan Masiri Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan. Responden dalam penelitian ini ditujukan kepada masyarakat khususnya remaja berusia 17-25 tahun dengan jumlah 50 responden yang akan mengisi angket berisi 80 kosakata.Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif dan penelitian kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 80 kosakata yang diajukan kepada 50 responden, dari semua jumlah kosakata yang diketahui oleh responden mencapai 2843 kosakata dari 4000 kosakata yang telah dijumlahkan secara keseluruhan dari 50 angket yang mana pada setiap angketnya diberisi 80 kosakata maka tingkat kebertahanannya yaitu 71,07%. Sehingga untuk kebertahanan kosakata bahasa Ciacia dalam lingkungan tumbuhan obat-obatan di Kelurahan Masiri Kecamatan Batauga Kabupaten Buton Selatan dikatakan masih bertahan dengan persentase 71,07%.


 Kata kunci: Kebertahanan, Kosakata Bahasa Ciacia, Tumbuhan Obat-Obatan.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Kebertahanan, Kosakata Bahasa Ciacia, Tumbuhan Obat-Obatan.

References
Al-Gayoni, Yusradi Usman. 2012. Ekolinguistik. Jakarta: Pang Linge dan Research Center Of Gayo.
Chaer, Abdul. 2007. Leksikologi dan Leksikografi Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
_______2014. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Febrisma, Nurliya. 2013. Upaya Meningkatkan Kosa Kata Melalui Metode Bermain Peran pada Anak Tunagrahita Ringan. Batam: Jurnal Ilmiah Pendidikan Khusus 1: 112-121.
Ibrahim, Abdul Syukur dan Syamsudian, Machrus. 1979. Prinsip dan Metode Linguistik Historis. Surabaya: Usaha Nasional.
Keraf, Goyrs. 1996. Linguistik Bandingan Historis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Marafad, La Ode Sidu. 2017. Ekolinguistik. Kendari: Universitas Halu Oleo.
Mardiana. 2014. Kebertahanan Kosakata Bahasa Daerah Muna di Lingkungan Tumbuhan Koala (Aren/Enau)”. Kendari: Program PascaSarjana UHO.
Rosmawaty. 2013. Kebertahanan Bahasa Daerah dalam Konteks Kebijakan Bahasa Nasional Indonesia: Kasus Bahasa Batak . Medan: Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan Jurnal Nomor 2: 191-202.
Sumarsono. 2014. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Tando Hanny Henry. 2009. Kepunahan Bahasa-Bahasa Daerah: Faktor Penyebab dan Implikasi Etnolinguistis. Jakarta Selatan. (Jurnal Vol 11 No. 2 Tahun 2009).
Yuniawan, Tommi Dkk. 2014. Kajian Ekolinguistik Sikap Mahasiswa terhadap Ungkapan Pelestarian Lingkungan di Universitas Negeri Semarang. Semarang: FBS Universitas Negeri Semarang (Jurnal Vol 3 No 1 Tahun 2014).
Laman lain:
Yhantiaritra. 2009. Kategori Umur menurut Depkes.Melalui http://yhantiaritra.wordpress.com/2015/06/03/kategori-umur-menurut-depkes/amp. diaksespadaSelasa, 29 Januari 2019/
Section
Volume 2 nomor 1, Januari - Juni 2019