##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Nelly Indrayani Supian Supian

Abstract

Several Malay cultures resulted from the interactional pattern of community activities. Such Malay culture becomes an identity for the people adhering to it. This identity is its adherents’ different from other cultural adherents. However, corresponding to current demand and cultural dynamic from time to time, Malay cultural identity as this identity cannot always be understood by the younger generation partially or even entirely. Especially, young generation today has been heavily involved in technological developments. This community service aims to foster awareness of Malay culture, and to instill the character of Malay culture to the young generation. The methods used in this activity were dialogue and lecture, and interview methods with a socio-cultural approach. These method and approach were expected to raise awareness of the preservation of Malay culture among young generation which is not only abstract and embodied into ideas, but can also be expressed in behavior reflected by the young generation that will shape its cultural character.

Downloads

Download data is not yet available.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

cultivation, Malay culture, character of young generation

References
Abdullah. (2015). Dinamika Sosiologis Indonesia: Agama dan Pendidikan dalam Perubahan Sosial. Yogyakarta: LKiS Pelangi Aksara.

al-Mudra, M. (2013). Budaya Melayu, Media Melayu Online”. Yogyakarta: Balai Kajian dan Pengembangan Budaya Melayu. http://melayuonline.com/ind/culture, Sabtu 22 Oktober 2013.

Anwar, M. & Din, O. (2011). Asal Usul Orang Melayu: Menulis Semula Sejarahnya (The Malay Origin: ReWrite its History). Jurnal Melayu, Vol. 7, 2011

Arman, D. (2020). Pluralitas Melayu dalam Sejarah, 8 Juni 2014, https:/ /kebudayaan. Kemdikbud.go.id/bpnbkepri/pluralitas-melayu-dalam-sejarah/, diakses 11 Juli 2020.

Atmosudirjdo, P. (1957). Sejarah Ekonomi Indonesia dari Segi Ekonomi Sampai Akhir Abad XIX. Jakarta: Pradnya Paramita.

Bahar, M., Putri, S. M., Nurdi, F. (2019). Budaya Melayu dalam Perspektif Sejarah pada Masa Orde baru: Seni Budaya Suku Jawa Transmigran di Kecamatan Sungai Bahar Muaro Jambi”. Jurnal Tsaqofah & Tarikh. Volum 4 Nomor 2, 2019.

Bhairawa, K. P. & Purhendi (2009). Cerita Rakyat dari Palembang (Sumatera Selatan). Jakarta: Grasindo.

Branginsky. (1998). Yang Indah, Berfaedah dan Kamal: Sejarah Sastra Melayu dalam Abad 7-8. Terjemahan Hersri Setiawan. Jakarta: INIS.

Bruinessen, M. V. (2012). Kitab Kuning Pesantren dan Tarekat. Yogyakarta: Gading.

Cholif, M. A. (2020). Wakil Ketua Lembaga Adat Melayu, Wawancara.

Christhoper, L. (1993). The Structure of History. Cambridge: Blackwell.

Daradjat, Z. (1991). Ilmu Jiwa Agama, Cet. XIII, Jakarta: Bulan Bintang.

Dwiyanto, D. (2009). Kraton Yogyakarta: Sejarah, Nasionalisme dan Teladan Perjuangan. Yogyakarta: Paradigma Indonesia.

Eri, A. (2020). Kasi Tradisi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi, 24 Juli 2020. Wawancara.

Gondodiwirjo, W. & Darmodihardjo, D. (1974). Penyalahgunaan Narkotika dan Pembinaan Generasi Muda. Malang: Universitas Brawijaya.

Indrayani, N. & Suhada, S. (2020). Seloko Adat Melayu dalam Membangun Masyarakat Jambi yang Berkarakter dan Multikultural”. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah. 9(2), 2020.

Isjoni. (2007). Orang Melayu di Zaman yang Berubah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Jelani, H. (2018). Karya Agung dan Politik Kenegaraan Melayu. Malaysia: University Sains Malaysia.

Karmela, S. H. (2011). Sejarah Industri Batik di Kota Jambi 1980-2001. Tesis. Yogyakarta: Program Pascasarjana UGM.

Kartodirjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah. Jakarta: Gramedia.

Kartodirjo, S. (ed) (1977). Masyarakat Kuno dan Kelompok-kelompok Sosial. Jakarta: Bhartara.

KBBI. (2020). https://jagokata.com/arti-kata/ambilan.html, di akses 12 Juli 2020.

Lindayanti. (2013). Jambi dalam Sejarah 1500-1942. Jambi: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

Muljana, S. (1981). Kuntala, Sriwijaya, dan Suwarnabhumi. Jakarta: Yayasan Idayu.

Mursyidah, D. (2012). Disfungsi Tradisi Lisan Melayu Jambi Sebagai Media Komunikasi Dakwah”. Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, XI(2) 2012.

Muthahhari, M. (1996). Menjangkau Masa Depan; Bimbingan Untuk Generasi Muda. Cet. I. Bandung: Mizan.

Nurdin, F., Hartati., Putri, S. M. (2020). Baju Kurung Pakaian Tradisional Perempuan Melayu Jambi”. JIUBJ Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 3(20).

Saputera, B. A. (2019). Tranformasi Budaya Islam Melayu Jambi: dari Msyarakat Tradisional Hingga Masyarkat Urban. Disertasi. Palembang: UIN Raden Fatah.

Saudagar, F. (1992). Perkembangan Sejarah Melayu Kuno di Jambi. Kerjasama Pemda Tingkat I Propinsi Jambi Dengan, Kantor Wilayah Depdikbud Propinsi Jambi.

Saudagar, F. (1997) Jambi di Antara Melayu dan Sriwijaya, Makalah disampaikan dalam. Seminar. Tanggal 19-20 Semptember 1997.

Sunandar. (2013). Peran MaharajaImam Muhammad Basuni Imran dalam Kehidupan Sosial Keagamaan Masyarakat Kerajaan Al-Watzikhoebillah Sambas 1913-1976”. Tesis, Tidak diterbitkan. Program Pascasarjana UIN Sunan Kali Jaga Yogjakarta.

Sunandar. (2015). Melayu dalam Tantangan Globalisai: Refleksi Sejarah dan Berubahnya Sistem Referensi Budaya. Jurnal Khatulistiwa. Volum 5. Nomor 1.

Suwardi. (1993). Potensi dan Prospek Budaya Melayu dalam Menghadapi Asia Pasifik Abad 21. Jakarta : Dewan Bahasa dan Pustaka.

Tim. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Section
Volume 11, Nomor 1, Februari 2022