##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Rahmawati Azi

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kian meredupnya berbagai legenda berbentuk tradisi lisan yang menyebar di nusantara. Hal tersebut disebabkan oleh kuatnya pengaruh kemajuan teknologi. Legenda Wa Sauleama pada masyarakat Kaledupa merupakan salah satu legenda rakyatyang keberadaannya kian terlupakan. Dalam penelitian ini masalah yang diteliti, yakni: pertama, bagaimanakah struktur cerita sastra lisan Wa Sauleama?; Kedua, bagaimanakah fungsi dan kedudukan sastra lisan Wa Sauleama bagi masyarakat Kaledupa?; Permasalahan tersebut dianalisis menggunakan analisis struktur dan fungsi sastra lisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra lisan Wa Sauleama Kaledupa memiliki struktur internal dan eksternal. Struktur internal yakni, (a) penyajian  yang terdiri dari, penyajian ketika akan menidurkan anak sebagai  pengantar tidur, ketika mengadakan pemujaan kepada arwah Wa Sauleama; (b) unsur sastra dan struktur cerita yang terdiri dari; tema,  alur atau kisah Legenda Wa Sauleama, tokoh dan penokohan dan  latar tempat. Kedua, struktur eksternal yang meliputi (a)  asal-usul;  (b)  penyebaran cerita serta (c)  fungsi dan kedudukan yang terdiri dari:  fungsi pendidikan yang meliputi  fungsi pendidikan terhadap anak, fungsi pendidikan terhadap anak gadis yang beranjak dewasa,  fungsi pendidikan terhadap pemegang jabatan tertentu di  masyarakat, fungsi kepercayaan, serta fungsi sebagai alat legitimasi status sosial kelompok masyarakat tertentu.


Kata kunci: sastra lisan masyarakat Kaledupa, Wa Sauleama, struktur dan fungsi

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords
References
Section
Volume 4 Nomor 1, Februari 2015