##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Rivi Handayani La Ode Sahidin Sitti Haerani Idrus

Abstract

This study offers a method based on local wisdom of Muna society in Kendari City. When the children enter the age of 7-12 years, parents are required to organize Katoba rituals. Katoba ritual is a means to deliver and guide the child into the early phase of adult life. The content of the values in the katoba becomes the basic of early age, adult, even to the old age. Starting from the age of the children (after doing the ritual of katoba) until he is mature, then he has immoral acts, sentences that come out from the society "mina namandehao ihino katoba, datumobae tora datumoba" (he doesn’t know the essence of katoba, so he should do a “Toba” again).  When the language that is coming from the society related to his action, it means that his action is an expression of insult to the immoral perpetrators. This research is a qualitative research. It was done by using ethical and emic approach. This method deals with the handling of sexual violence taken from the point of view of the society and the author's interpretation.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

tradition, katoba, sexual violence, children

References
Almusanna, 2012. Model Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Gayo. http://www.lintas-gayo.com/24853/model-pendidikan-Karakter-berbasis-kearifan-lokal-ma-syarakat-gayo-bagian-1.html. Diakses tanggal 24 Agustus 2017.

Amin, Hasriany. 2013. Model Pendidikan Karakter Berbasis Katoba dalam Bu-daya Masyarakat Muna di Sulawesi Tenggara (Suatu Kajian Komunikasi Budaya sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal, dalam Jurnal Etno-reflika. Hal. (179-191)

Ayatrohadi. 1986. Kepribadian Budaya Bang’la. Jakarta: Balai Pustaka.

Bauto, La Ode Monto. 2014. Analisis Nilai-Nilai Pendidikan Sosial Budaya dan Religi dalam Tradisi Budaya Katoba sebagai Pengembangan Bahan Pem-belajaran IPS-SD. Disertasi. UPI Bandung.

La Niampe. 2008. Tuturan Tentang Katoba dalam Tradisi Lisan Muna. Deskripsi Nilai dan Fungsi (Makalah: disajikan dalam Seminar Internasional Lisan VI Wakatobi). Kendari: Universitas Halu Oleo.

Lyness, Maslihah, Sri. (2006). Kekerasan Terhadap Anak: Model Transisional dan Dampak Jangka Panjang, dalam Edukid: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.I (1).25-33.)

Magara, Irma. 2010. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Tuturan Katoba pada Masyara-kat Mawasangka. Skripsi. Kendari: FKIP Universitas Haluoleo.

Mikelsen, Brintha, 2001, Metode Penelitian Partisipatoris dan Upaya-Upaya Pem-berdayaan, Sebuah Buku Pegangan Bagi Praktisi Lapangan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Miles, B. Matthew dan Huberman, Michael, A. 1988. Analisis Data Kualitatif, Bu-ku Sumber Tentang Metode-Metode Baru (Terjemahan). Jakarta: UI Press.

Nashir, Haedar. 2003. Menggali Kearifan Menghalau Kerasukan, dikutip dari http://www. republika.co.id. Diakses tanggal 25 Juli 2011.

Nainggolan, Lukman Hakim. (2008). Bentuk-bentuk Kekerasan Seksual Ter-hadap Anak di Bawah Umur, dalam Jurnal Equality, Vol. 13 No. 1 Februari 2008.

Noviana, Ivo (2015). Jurnal Pusat Peneli-tian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial. Kementrian Sosial RI.

Tobroni, 2011.Pengembangan Pendidikan Karakter Bangsa Berbasis Kearifan local. Makalah disajikan dalam semi-nar di Annual Conference on Islamic Studies 2011 di Bangka Belitung.

Tobroni. 2007. Pendidikan Islam, Paradig-ma Teologis, Filosofis dan Spiritu-alitas. Malang: UMM Press.

Wuisman, M.JJJ., 1995., Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, Jilid I, Asas-Asas. Jakarta: Lembaga Penelitian Fakultas Ekonomi. Jakarta: UI Press.

Yin, R.K., 1994, Studi kasus (Desain dan Metode). Jakarta: Rajawali Pers.

Ratna Sari, Soni Akhmad Nulhaqim, & Maulana Irfan. Jurnal Sosio Informa Vol. 01, No. 1, Januari - April, Tahun 2015 VOLUME: 2 NOMOR: 1 HAL: 1 - 146 ISSN: 2442-4480-18)

www.antaranews.com. 7 November 2015. Komnas Anak: Sultra Darurat Keja-hatan Seksual Anak. http://www.-antaranews.com/berita/527978/komnas-anak-sultra-darurat-kejahatan-seksual-anak. Diakses April 2017.
Section
Volume 6 Nomor 3, Oktober 2017