##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Sukmawati Abdullah Yani Taufik Rizal Sahyono

Abstract

 This study aims to see community perceptions and attitudes towards the activities of smelter factories in Morosi Village, Morosi District, Konawe District. Perception in this research is the community's perspective on smelter factory activities. This study looks at perceptions and attitudes towards changes in income, employment opportunities, and business opportunities. The purpose of this study is to find out how the perceptions and attitudes of the community towards the impact of economic activities caused by smelter factories in Morosi Village, Morosi District, Konawe District. The population in this study is 97 heads of households. Determination of the sample is done by simple random sampling, so the sample in the study is 49 respondents. The results of this study indicate that people's perceptions and attitudes towards the impact of the existence of smelter factories on income, employment opportunities, and dominant business opportunities are in the neutral category. That is, the community considers that the activity of the smelter factory in Morosi Village does not have a significant influence on the economy of the local community.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

perception, attitude, smelter factory activities

References
Arikunto, S. (2016). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. (2009). Sikap Manusia Edisi II. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Azwar, S. (2007). Sikap Manusia Teori dan. Pengukurannya.. Jakarta: Pustaka Pelajar.

Bintarto, H.R, (1988). Interaksi Desa Kota dan Permasalahannya. Jakarta: Ghalia Indonesia.

BPS (2017). Kabupaten Konawe Dalam Angka 2017. BPS Kabupaten Konawe. Kendari: CV. Metro Graphia Kendari.

Herman, Danny Z. (2005). Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Konservasi Sumber Daya Mineral daerah Bangka Tengah, Provinsi Bangka Belitung. Jakarta: Hasil Kegiatan Subdit Konservasi.

Kementerian ESDM. (2015). Dampak Pembangunan Smelter di Kawasan Ekonomi Khusus Provinsi Sulawesi Tenggara. Jakarta: Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

Kartodihardjo, H., Safitri, M., Ivalerina, F., Khan A., & Tjendronegoro, S.M.P., 2005, Di Bawah Satu Payung Pengelolaan Sumber Daya Alam, Suara Bebas, Jakarta.

Raden I., Pulungan, MS., Dahlan, M., & Thamrin. (2010). Kajian Dampak Penambangan Batu Bara Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi dan Lingkungan Kabupaten Kutai Kartanegara. Jakarta: Badan pengembang Kemaritiman Dalam Negeri.

Republik Indonesia. (2003). Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (2004). Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah. Lembaran Negara RI Nomor 4437. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Republik Indonesia. (2009). Undang-undang Pertambangan Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Lembaran Negara RI Tahun 2009, Nomor 4959. Jakarta: Sekretariat Negara Republik Indonesia.

Soeharjo, A. dan D. Patong. (1984). Sendi-Sendi Pokok Ilmu Usahatani. Ujung Pandang: Lembaga Penerbit Universitas Hasanuddin.

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: CV. Alfabeta. Bandung.
Section
Volume 8 Nomor 2, Juni 2019