##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Hardiansyah Hardiansyah Syamsumarlin Syamsumarlin Akhmad Marhadi

Abstract

The purpose of this study is to find out the perceptions of local people about the existence of tourist destinations and the impact that people have on the existence of tourist villages. The theory used is the theory of phenomenology Eddmund Husserl. This research is qualitative descriptive research and data collection is done through observation (observation) and interviews. The results of the study show that the existence of the Tangkeno tourist village raises various perceptions and from various community groups. Such a phenomenon can be seen in the perceptions of the government, traditional leaders, community leaders, religious leaders, youth leaders, and students. Some positive impacts experienced by local communities, among others: improving the economy of the community and the region, improving the values ​​of local culture, gaining new knowledge and experience. Nevertheless, negative impacts also arise such as creating new cultures and employment competition.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

perception, tangkeno community, tourism village

References
Anonim. (2003). Petunjuk Teknis Penelitian Budaya. Yogyakarta: Proyek Pemanfaatan Kebudayaan Daerah DIY 2003

Dewi Supriharjo & Zakaria. (2014). Jurnal Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS).

Faris Zakaria dan Rima Dewi Suprihardjo, (2014). Konsep Pengembangan Kawasan Desa Wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan, Jurnal Teknik POMITS, 3(2), 245-249.

Flamir A. & Asnaryati. (2013). Potensi Ekowisata dan Strategi Pengembangan Tahura Nipanipa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Skripsi: Universitas Haluoleo

Goodenough. (1970). Description and Comparison in Cultural Anthropology. Chicago: Aldine.

Hamsiwar. (2016). Pemberdayaan Masyarakat di Sekitar Kawasan Wisata Pantai Nambo Kelurahan Nambo Kecamatan Abeli Kota Kendari, Skripsi: Universitas Haluoleo

Jaya Nurlita. (1993). Prospek Pengembangan Objek Wisata Tanjung Taipa dalam Menunjang Kepariwisataan. Studi di Desa Taipa Kecamatan Lasolo Kabupaten II. Kendari. (Skripsi). Kendari: Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Halu Oleo.

Koentjaraningrat (2003). Pengantar Antropologi-Jilid 1, cetakan kedua. Jakarta: Rineka Cipta

Lauer, Robert H. 1993, Perspektif tentang Perubahan Sosial. Jakarta: PT. Rhineka Cipta.

Munsir. (2017). Membangun Kampung Wisata Berbasis Budaya Lokal di Desa Watorumbe, Kecamatan Mawasangka Tengah, Kabupaten Buton Tengah, Skripsi: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Haluoleo

Rahmat. (2016). Budaya Kasebu pada Masyarakat Wasilomata, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, Skripsi: Universitas Haluoleo

Sastrayuda, G. (2010) Konsep Pengembangan Kawasan Wisata Budaya, Diakses pada tanggal 10 April 2018, http://file.upi.edu/Direktori/Fpips/Lainnya/GumelarS/Hand_Out_Matkul_Konsep_Resort_And_Leisure/Pengembangan_Kawasan_Wisata_Budaya.pdf

Subanti, S. (2011). Analisis Permintaan Pariwisata di Kabupaten Semarang (Studi Empiris di Obyek Wisata Alam dan Sejarah). Universitas Diponegoro

Sudarman (2016). Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Toronipa sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Konawe, Skripsi: Universitas Haluoleo

Undang-Undang Republik Indonesia No. 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Yoety, A. O. (1983). Komersialisasi Seni Budaya dalam Pariwisata. Bandung: Angkasa Anggota IKAPI.
Section
Volume 8 Nomor 2, Juni 2019

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>