##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Handriyani Sulastri Hasniah hasniah Rahmat Sewa Suraya

Abstract

Wisata kuliner tradisional Pantai Berti Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan tentang kuliner tradisional yang eksis di wisata kuliner Pantai Berti, kemudian untuk mengetahui bagaimana strategi pemilik wisata kuliner agar tetap eksis/bertahan di Pantai Berti. Artikel ini mengacu pada teori yang dikemukakan oleh John W. Bennet (1967) tentang strategi adaptasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian etnografi, dengan pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan terlibat (participation observation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Keberadaan kuliner tradisional yang ada di Pantai Berti Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka, ada yang masih eksis dan juga ada beberapa yang sudah tidak eksis. Kuliner yang masih eksis adalah kuliner ikan bakar baronang, sop kikil, palleko ayam dan lain sebagainya. Sedangkan kuliner yang tidak eksis lagi seperti kuliner tradisioal sinonggi, itik rekko, lemang bakar, bakso setan dan lain sebagainya. Penyebab ketidakeksisan dari beberapa kuliner tersebut disebabkan karena rasanya yang sering berubah-ubah dan tidak lagi digemari oleh pengunjung wisata kuliner. Adapun strategi yang digunakan oleh pemilik warung/kafe untuk mempertahankan kuliner tradisional di wisata kuliner Pantai Berti, yaitu: 1) menyediakan fasilitas hiburan (panggung  musik); 2) menciptakan nuansa kafe dengan pemilihan warnanya; 3) menciptakan produk nama makanan yang unik; 4) mengutamakan kebersihan warung/kafe dan makanannya; 5) memberikan harga yang murah pada produk makanannya dan memberikan diskon kepada konsumen; serta 6) memadukan makanan modern dengan makanan tradisional.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

eksistensi, wisata kuliner tradisional, strategi

References
Endraswara, S. (2003). Metode Penelitian Kebudayaan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Harsana, M., et.al. (2018). Potensi Makanan Tradisional Kue Kolombeng sebagai Daya Tarik Wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Jurnal Home Economic Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. https://journal. uny.ac.id/index.php/hej/article/view/23291

Muhilal. (1995). Makanan Tradisional sebagai Sumber Zat Gizi dan Non Gizi dalam Meningkatkan Kesehatan Individu dan Masyarakat. Widyakarya Nasional Khasiat Ma-kanan Tradisional. Jakarta, 9-11 Juni 1995

Nurwitasari, A. (2015). Pengaruh Wisata Gastronomi Makanan Tradisional Sunda terhadap Keputusan Wisatawan Berkunjung ke Kota Bandung. Jurnal Barista Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung, Volume 2 Nomor 1, 2015. http://stp-bandung. ac.id/ejournal/index.php/v01/article/view/34/30

Rismiyanto, E. & Danangdjojo, T. (2015). Dampak Wisata Kuliner Oleh-Oleh Khas Yogyakarta terhadap Perekonomian Masyarakat. Jurnal MAKSIPRENEUR Uni-versitas Proklamasi 45. https:// ejournal.up45.ac.id/index.php/maksipreneur/article/download/144/140

Riyanti, N.M.S., & Sumadi, K. (2017). Pemasaran Makanan Lokal sebagai Produk Daya Tarik Wisata Kuliner di Kawasan Wisata Tanah Lot. Jurnal Penelitian Agama Hindu, Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar, Volume 1 Nomor 1 (2017). http://ejournal.ihdn.ac.id/ index.php/JPAH/article/view/141

Stowe, L., & Johnston, D. (2010). Throw your napkinon the floor: Authenticity, culinary tourism, and a pedagogy of the senses. Australian Journal of Adult Learning, 52, Number 3.

Winarno. 1993. Pangan Gizi Teknologi dan Konsumen. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Section
Volume 8, Nomor 3, Oktober 2019