##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Iwan Ramadhan Jagad Aditya Dewantara Efriani Efriani Yudhistira Oscar Olendo Muhammad Fachrurrozi Bafadal

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pembangunan Waterfront City sebagai modal sosial ekonomi dalam fenomena perubahan yang signifikan terhadap masyarakat, terutama masyarakat sekitaran tepian Sungai Kapuas. Adapun metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologis. Hasil yang didapat pada penelitian ini adalah, upaya yang dilakukan untuk merespon kerja sama dan partisipasi adalah bentuk kemampuan adaptasi masyakarat sekitaran Waterfront City. Kemudian dikembangkan lebih lanjut dengan upaya memobilisasi sumber daya yang menjadi tambahan pendapatan masyarakat sekitar. Adanya jaringan informal yang semakin meningkat di Kawasan Waterfront City yaitu jaringan kekeluargaan, ditandai dengan adanya prinsip saling gotong royong atau tolong menolong diantara sesama masyarakat, norma yang berlaku pada masyarakat sekitaran Sungai Kapuas khususnya di Kawasan Waterfront City banyak yang bersifat lisan, saling bertoleransi diantara sesama dan mudah untuk saling membantu, karena tidak ada yang menjadi penguasa bagi masyarakat di sana. Solidaritas sangat tinggi, mereka sudah mulai memahami bagaimana rasa persatuan dan kesatuan berjalan dengan baik dan saling menguntungkan antar sesama, serta harmonis dan solid. Sebelum pembangunan Waterfront City, kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar masih dikatakan cukup rendah dan hanya biasa-biasa saja. Sesudah pembangunan Waterfront City, kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar mengalami perubahan akibat pembangunan tersebut, baik di bidang sosial maupun ekonominya. Dampak setelah pembangunan ini tidak hanya dampak positif, tetapi juga berdampak negatif. Adapun dampak positifnya yaitu meningkatnya penghasilan masyarakat sekitar tepian Sungai Kapuas dari usaha berjualan, sedangkan dampak negatifnya yaitu banyaknya sampah yang berserakan meskipun sudah disediakan tempat pembuangan sampah.

Downloads

Download data is not yet available.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

modal sosial, masyarakat tepian sungai, sosial ekonomi, Waterfront City

References
Adha, M. M., Budimansyah, D., Kartadinata, S. and Sundawa, D. (2019). “Emerging Volunteerism for Indonesian Millennial Generation: Volunteer Participation and Responsibility.” Journal of Human Behavior in the Social Environment 29(4): 467–83. https://doi.org/10.1080/10911359.2018.1550459.

Arianto, K., and Fitriana, E. N. (2013). “Modal Sosial Dalam Kemandirian Masyarakat Di Bidang Kesehatan.” Jurnal Kebijakan & Administra Publik 17(2): 37–49. http://ir.obihiro.ac.jp/dspace/handle/10322/3933.

Castles, S. (2010). “Understanding Global Migration: A Social Transformation Perspective.” Journal of Ethnic and Migration Studies 36(10): 1565–86.

Creswell, J. W. (2009). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Third Edit. London: SAGE Publications, Inc.

Dewantara, J. A., and Budimasyah, D. (2018). “Mutual Cooperation Based Go Green: New Concept of Defense Country.” Education and Humanities Research 251(Acec 2018): 38–45.

Dewantara, J. A., Efriani, Sulistyarini, and Prasetiyo, W. H. (2020). “Optimization of Character Education Through Community Participation Around The School Environment (Case Study in Lab School Junior High School Bandung ).” Jurnal Etika Demokrasi 5(1): 53–66.

Efriani et al. (2020). “Maskawin Sebagai Pertahanan Strata Sosial Samagat Etnik Dayak Tamambaloh.” Etnoreflika: Jurnal Sosial dan Budaya 9(1): 1–14.

Evans, M. (2016). “Social Capital and the Shadow Economy.” Journal of Economic Issues 50(1): 43–58.

Hadi, S. (1997). Aspek Sosial AMDAL Sejarah, Teori Dan Metode. Yogyakarta: UGM Press.

Hwang, J. C., and Sadiq, H. (2010). “Legislating Separation and Solidarity in Plural Societies: The Chinese in Indonesia and Malaysia.” Nationalism and Ethnic Politics 16(2): 192–215.

Jakimow, T. (2018). “Volunteers’ Practices of Care in Community Development as a Model for Citizenship in Medan, Indonesia.” Citizenship Studies 22(2): 145–59. https://doi.org/10.1080/13621025.2018.1445491.

Kamarni, N. (2012). “Analisis Modal Sosial Sebagai Salah Satu Upaya Dalam Pengetasan Kemiskinan.” Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan 3(3).

Kusumastuti, A. (2016). “Modal Sosial dan Mekanisme Adaptasi Masyarakat Pedesaan dalam Pengelolaan dan Pembangunan Infrastruktur.” Masyarakat: Jurnal Sosiologi 20 (1).

Lagarense, B. E. S, and Walansendow, A. (2015). “Exploring Residents’ Perceptions and Participation on Tourism and Waterfront Development: The Case of Manado Waterfront Development in Indonesia.” Asia Pacific Journal of Tourism Research 20(2): 223–37.

Lesil, S. M. (2016). “Pontianak Waterfront City sebagai Obyek Wisata Ruang Terbuka Publik.” Universitas ATMA JAYA Yogyakarta.

Lima, M. L., and Marques, S. (2005). “Towards Successful Social Impact Assessment Follow-up: A Case Study of Psychosocial Monitoring of a Solid Waste Incinerator in the North of Portugal.” Impact Assessment and Project Appraisal 23(3): 227–33.

Marius, A. J. (2006). “Perubahan Sosial.” Jurnal Penyuluhan 2(2).

Miles, M., and Huberman, M. (1994). Qualitative Data Analysis : An Expanded Sourcebook / Matthew B. Miles, A. Michael Huberman. Second Edi. London: Sage Publications, Inc.

Milne, R. G., and Gibb, K. (2016). “Using Economic Analysis to Increase Civic Engagement.” Contemporary Social Science 11(1): 79–91.

Muhammad, M. (2017). Perencanaan Pembangunan. Makassar: CV. Dua Bersaudara.

Notanubun, R., and Mussadun. (2017). “Kajian Pengembangan Konsep Waterfront City di Kawasan Pesisir Kota Ambon.” Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota 13(2): 243 – 255.

Prasetiyo, Heru, W., Kamarudin, K. R. and Dewantara, J. A. (2019). “Surabaya Green and Clean: Protecting Urban Environment through Civic Engagement Community.” Journal of Human Behavior in the Social Environment 29(8): 997–1014. https://doi.org/10.1080/10911359.2019.1642821.

Shamsuddin, S., et al. (2013). “How a City Lost Its Waterfront: Tracing the Effects of Policies on the Sustainability of the Kuala Lumpur Waterfront as a Public Place.” Journal of Environmental Planning and Management 56(3): 378–97.

Supriyatno, B. (2020). “The Attitude and Role of Bekasi City Government in Slum Areas.” Journal of Human Behavior in the Social Environment 30(2): 228–42.

Syamsidar. (2015). “Dampak Perubahan Sosial Budaya Terhadap Pendidikan.” Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam 2(1): 90–108.

White, S. C. (1995). “Review Essay: Gender and Social Transformation in India.” Critical Asian Studies 27(4): 79–83.

Yassin, A. B. M., Bond, S., and McDonagh, J. (2011). “Waterfront Development in Malaysia: Do We Have Sustainable Governance?” Pacific Rim Property Research Journal 17(3): 336–56.
Section
Volume 9 Nomor 3, Oktober 2020