##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Gustav Gisela Nuwa Maria R. Aquinoranda

Abstract

Cultural issues are the ones often discussed today, especially in the effort to preserve them. In the Tanah Ai community, it is very important to maintain ancestral heritage in the Neni Uran Wair ceremony. This research was conducted in Sikka Regency, East Nusa Tenggara, Tanah Ai Tribe. This study aims to determine the values contained in the Neni Uran Wair ceremony and the effort to preserve cultural values ​​in the Neni Uran Wair ceremony. In this study, researchers used qualitative methods using ethnographic methods. The data sources in this research were primary data and secondary data. Primary data included customary leaders, community leaders and youth, while secondary data included documents and photos of documentation. The techniques of collecting data used in this study were observation, interviews, and documentation. Meanwhile, data analysis technique included data collection, data education, data presentation and data verification. The results showed that the values ​​contained in the Neni Uran Wair ceremony were religious, cooperation values, brotherhood values, social values, and economic values. Meanwhile, the conservation efforts includes the involvement of the local government and the young generation by forming a customary group and location (Nuba and Mahe), and cultural revitalization.

Downloads

Download data is not yet available.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

cultural values, neni uran wair, cultural preservation

References
Abidin, Y. (2012). Pembelajaran membaca berbasis pendidikan karakter. Bandung: PT Refika Aditama.

Afghoni, (2017). Makna filosofis tradisi syawalan (Penelitian pada tradisi syawalan di Makam Gunung Jati Cirebon). Jurnal Studi Agama dan Masyarakat, vol. 13, no. 1, 2017, pp. 48-64, doi:10.23971/jsam.v13i1.549.

Anjarawati, L. (2018). Upacara tradisi tiban (minta hujan) dalam perspektif dakwah (Studi kasus Desa Bauh Gunung Sari Kecamatan Sekapang Udik Kabupaten Lampung Timur. Skripsi.

Asmin, F. (2018). Budaya dan pembangunan ekonomi: sebuah kajian terhadap artikel Chavoshbashi dan kawan-kawan. Jurnal Studi Komunikasi, 2(2). doi: 10.25139/jsk.v2i2.516

Axiaverona, R. G. (2018). Nilai-nilai sosial budaya dalam upacara adat tetaken. Journal of Development and Social Change, Vol. 1, No. 1, Hal.18-28 p-ISSN 2614-5766, https: //jurnal.uns.ac.id/jodasc

Bagus, L. (2000). Kamus filsafat. Jakarta: Gramedia.

Chavoshbashi, F., Ghadami, M., Broumand, Z., & Marzban, F. (2012). Designing dynamic model for measuring the effects of cultural values on Iran’s economic growth. African Journal of Business Management, 6(26), 7799–7815. https://doi.org/10.5897/AJBM11.2473.

Clyde, K. (2012). Study of culture. New york.

Creswwell. (2012). Penelitian kualitatif dan desain riset. Yokyakarta: Pustaka Pelajar.

Dwicahyono, W. A. (2010). Sejarah dan konflik ritual manten kucing di desa Pelem Kecamatan Campurdarat Kabupaten Tulungagung 2010. Skripsi Jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, IAIN Tulung Agung.

Effendi, T. N. (2013). Budaya gotong royong masyarakat dalam perubahan sosial saat ini. Jurnal Pemikiran Sosial, Vol. 2, No.1, Hal. 1-18.

Hermianto. (2012). Ilmu sosial dan budaya dasar. Jakarta: Bumi Aksara.

Keesing, R. M. (2010). Teori-teori tentang budaya. Jakarta: UI.

Koodoh, E. E. (2020). Eksistensi ritual melaut di pusaran paham keagamaan. Jurnal Etnoreflika, Vol. 9, No. 2, Hal. 164-177, https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v9i2.962

Koentjaraningrat. (2012). Nilai-Nilai Budaya. Jakarta: Gramedia.

Lewis, E. D. (2012). Ata Pu’an: tatanan sosial dan seremonial budaya waibrama di Flores. Maumere: Penerbit Ledalero.

Madjid, N. (2004) Indonesia kita. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Marliana, & Noor, H. (2013). Pendidikan berbasis muatan lokal sebagai sub komponen kurikulum. Jurnal Dinamika Ilmu 13, no. 1 (2013): 105–119.

Maspuri. (2013). Mantra menumbai pada masyarakat Melayu Rokan (Kajian struktur teks, konteks sebagai bahan ajar di SMA Universitas Pendidikan Indonesia. Repositori Perpustakaan Universitas Pendidikan Indonesia. http://repository.upi.edu/3617/

Nasa, R., & Nuwa, G. (2019). Penguatan nilai karakter melalui kegiatan meditasi kitab suci di Sekolah Menengah Pertama Seminari Maria Bunda Segala Bangsa Maumere Nusa Tenggara Timur. JPK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan), v. 4, n. 2, p. 53-61, DOI: http://dx.doi.org/10.24269/jpk.v4.n2.2019.pp53-61.

Nuwa, G. (2020). Lokal genius po’o maumere-lio. Maumere: IKIP Muhammadiyah Maumere.

Nuwa, G. (2019). Menggali nilai-nilai kearifan lokal perang kepala adat dalam upacara tradisi po’o pada Masyarakat Lio Kabupaten Sikka. Prosiding Seminar Nasional Nasional Penguatan Riset dan Luarannya sebagai Budaya Akademik di Perguruan Tinggi memasuki era 5.0, Vol.1, No. 1, Hal. 1-32.

Nuwa, G. (2020). Menggali nilai-nilai kepahlawanan Moan Teka Iku Ditinjau dari Aspek Pembelajaran PKn. Jurnal Bhineka Tunggal Ika: Kajian Teori dan Praktik PKn Volume 7, No. 2, November 2020, pp. 134-142.

Nuwa, G., & Yani, A. (2019). Analisis struktur batin syair adat pada masyarakat Sikka Krowe dalam Tradisi Poto Wua Ta'a di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur." Mabasan, vol. 13, no. 1, 2019, doi:10.26499/mab.v13i1.244.
Soepomo. (1993). Hukum adat. Jakarta: PT Pradnya Paramita.

Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 1945.

Wardani, A. K. (2010). Ujungan sebagai sarana upacara minta hujan di Desa Gumelen Kulon, Kecamatan Susukan Kabupaten Banjar Negara. Skripsi Program Studi Pendidikan Seni Tari, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Section
Volume 9 Nomor 3, Oktober 2020