##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Cita Raras Nindya Pangesti Atiqa Sabardila

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeksripsikan latar belakang terjadinya akulturasi tata rias Jawa dan Sunda, (2) mendeksripsikan anggota masyarakat yang memilih akulturasi tata rias Jawa dan Sunda, (3) mendeksripsikan bentuk akulturasi tata rias Jawa dan Sunda. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari studi lapangan untuk melakukan observasi, wawancara, serta teknik dokumentasi. Wawancara dilakukan kepada salah satu make-up artist dan sejumlah masyarakat di kabupaten Blora, Jawa Tengah. Data yang telah dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang adanya percampuran atau akulturasi tata rias Jawa dan Sunda adalah karena pengaruh dari teknologi yaitu melalui peranan media sosial. Dari 30 responden, masyarakat yang paling banyak memilih tata rias Sunda siger adalah masyarakat asli dari Kabupaten Blora maupun dari kabupaten/kota di Jawa Timur. Data menunjukkan sejumlah 28 pengantin yang berdomisili Jawa dengan persentase 93%. Bentuk akulturasi dari tata rias Jawa dan Sunda adalah lebih menonjolkan pada penggunaan siger Sunda. Untuk busana sebagian besar masih menggunakan kebaya beludru atau kebaya biasa dengan ciri khas dari kebaya pengantin Solo Putri. Pada hasil tata rias yang sudah terpengaruhi oleh Sunda Siger yaitu pada warna blush on. Blush on mengikuti tata rias Sunda siger yang berwarna merah samar, berbeda dengan tata rias Solo Putri yang menggunakan warna merah merona.

Downloads

Download data is not yet available.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

akulturasi, Jawa, mahkota siger, Sunda, tata rias

References
Anisa, S. (2017). Keterampilan Merias Wajah Cantik (Fancy Make Up) Melalui Pelatihan di Kecamatan Jombang Kabupaten Jember. Jurnal Tata Rias, 6(01), 170-176. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-rias/article/view/18221

Aryanto, H. (2008). Makna Tanda pada Fesyn Penganten Jawa Bergaya Moderen. Jurnal Nirmana, 10(1), 26-31.
http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/dkv/article/view/18003

Desiana, F. I., & Dienaputra, R. D. (2018). Akulturasi Budaya Sunda dan Jepang Melalui Penggunaan Igari Look dalam Tata Rias Sunda Siger. Patanjala, 11(1), 149-164. https://www.neliti.com/publications/292035/akulturasi-budaya-sunda-dan-jepang-melalui-penggunaan-igari-look-dalam-tata-rias

Desipriani, D. (2019). Perancangan Buku Panduan Tata Rias Pengantin Sunda Putri Sebagai Media Pembelajaran Pada Lkp Lelly Medan. PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia dan Industri Kreatif, 2(1), 71-80.
http://e-journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/PROPORSI/article/view/535

Dewi, D. S. (2017). Pernikahan Ponoragan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur (Kajian Semiotika Visual). JADECS, 2(2), 107-127. http://journal2.um.ac.id/index.php/dart/article/view/2189

Edo Shamsidar, A., & Kusstianti, N. (2018). Modifikasi Tata Rias Pengantin Muslim Putri Jenggolo Sidoarjo. Jurnal Tata Rias, 7(3), 1-7. https://doi.org/10.19184/jlc.v3i2.16801

Endraswara, S. (2006). Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Widya Tama.

Eriviyanti, S. (2018). Modifikasi Tata Rias Pengantin Putri Trenggalek Untuk Merespon Kebutuhan Konsumen. Jurnal Tata Rias, 7(01). https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-rias/article/view/22832

Indira, D., Mulyadi, R. M., & Nasrullah, R. (2019). Komunitas Masyarakat Jawa di Desa Wanareja Sebagai Jejak Migrasi Masyarakat Jawa ke Pangandaran. Sosiohumaniora, 21(1), 34-39. http://jurnal.unpad.ac.id/sosiohumaniora/article/view/19024/10571

Indriastuti, W. A., Sarjono, Y., & Sutrisno, B. (2013). Pendidikan Tata Rias Pengantin (Studi Situs Pengelolaan pada LKP Moncar Surakarta). Jurnal VARIDIKA, 25(2), 146-156. http://journals.ums.ac.id/index.php/varidika/article/view/721

Irmawati, W. (2013). Makna Simbolik Upacara Siraman Pengantin Adat Jawa. Jurnal Walisongo, 21(2), 309-330. http://journal.walisongo.ac.id/index.php/walisongo/article/view/247

Jannah, F. (2018). Modifikasi Tata Rias Pengantin Madura Putri Bangkalan Muslim. Jurnal Tata Rias, 7(3). 66-73.
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-rias/article/view/26013/23831

Khofifah, K., & Faidah, M. (2013). Karakteristik Tata Rias Pengantin Solo. Jurnal Tata Rias, 2(02), 27-39.
https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-rias/article/view/2485/1511

Koentjaraningrat. (1990). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta:Universitas Indonesia Press.

Laksana, Y. S., & Naim, S. M. (2017). Pelatihan Tata Rias Pengantin Bagi Wanita Tuna Susila dalam Meningkatkan Kemandirian Usaha di Balai Pemulihan dan Pengembangan Sosial Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus), 2(1), 56-70. http://dx.doi.org/10.30870/e-plus.v2i1.2949

Mahargiani, D. (2017). Modifikasi Tata Rias Pengantin Muslim Gaya Semandingan Tuban. Jurnal Tata Rias, 6(02), 16-25. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-rias/article/view/18811

Marestiana, A., Imron, A., & Basri, M. (2013). Akulturasi Perkawinan Suku Sunda dan Suku Jawa di Desa Tanjung Ratu Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan. PESAGI (Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah), 1(1).
http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/PES/article/view/887/pdf_1

Martha, Puspita. (2010). Pengantin Solo Putri & Basahan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Martina, T., Imafaza, M., & Kusna, A. (2014). Modifikasi Busana Pengantin Adat Solo Putri One Piece dengan Hiasan Benang Emas. Panggung, 24(2), 106-118. https://jurnal.isbi.ac.id/index.php/panggung/article/view/110

Moleong, L.J. 2006. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung:Rosdakarya.

Noviarti, N. (2018). Evaluasi Program Keterampilan Tata Rias Pengantin Solo Puteri di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Purworejo. Jurnal Elektronik Mahasiswa Pend. Luar Sekolah-S1, 7(5), 527-536.
http://journal.student.uny.ac.id/ojs/index.php/pls/article/view/12139

Nurjannah, N., & Ayu, A. G. (2016). Akulturasi Budaya pada Upacara Perkawinan Masyarakat Jawa di Desa Perlis Kecamatan Brandan Barat. Anthropos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (Journal of Social and Cultural Anthropology), 2(2), 121-129. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/antrophos/article/view/5279

Tiara Paramitha, C. A. T. R. A. (2015). Minat Konsumen dalam Pemilihan Tata Rias Pengantin Tradisional dan Modifikasi di Salon Kemuning Purwokerto. Jurnal Tata Rias, 4(02). 16-21. https://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-rias/article/view/11518

Pranata, R. H., & Hartati, U. (2017). Interaksi Sosial Suku Sunda dengan Suku Jawa (Kajian Akulturasi dan Akomodasi di Desa Buko Poso, Kabupaten Mesuji). SWARNADWIPA, 1(3), 179-190. http://ojs.ummetro.ac.id/index.php/swarnadwipa/article/view/620

Qaidar, A., & Anisah, N. (2018). Proses Akulturasi Budaya melalui Perkawinan Campuran Suku Jawa-Gayo di Desa Jeget Ayu Kecamatan Jagong Jeget Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial & Ilmu Politik, 3(3), 1-15.

Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia: Membaca Makna Perkembangan Gaya Visual Karya Desain di Indonesia Abad ke-20. Jakarta: Erlangga.

Santoso, T. (2010). Tata Rias & Busana Pengantin Seluruh Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Suhaimar, L., & Dewi, S. F. (2018). Akulturasi Budaya pada Perkawinan Etnis Mandailing dan Minangkabau di Nagari Sontang. Journal of Civic Education, 1(2), 116-122. http://jce.ppj.unp.ac.id/index.php/jce/article/view/218
Nuraini, I. (2017). Studi Tata Rias dan Busana Pengantin Legha Sumenep Madura. WAHANA, 69(2), 8-12. http://jurnal.unipasby.ac.id/index.php/whn/article/download/1062/880

Widayanti, S. (2011). Tinjauan Filsafat Seni terhadap Tata Rias dan Busana Pengantin Paes Ageng Kanigaran Gaya Yogyakarta. Jurnal Filsafat, 21(3), 240-256. https://journal.ugm.ac.id/wisdom/article/viewFile/3109/9342

Wulandari, Y. N., & Setyowati, E. (2012). Peranan Juru Rias Pengantin terhadap Pelestarian Tata Rias dan Busana Pengantin Adat Solo. Beauty and Beauty Health Education, 1(1), 10-14. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/bbhe/article/view/329
Section
Volume 9 Nomor 3, Oktober 2020