Prosiding Seminar Nasional ini dimaksudkan untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian yang diseminarkan di dalam Seminar Nasional Himpunan Sasrjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Sulawesi Tenggara tahun 2017 yang diselenggarakan bekerja sama dengan FIB UHO dan Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara. Buku merupakan kumpulan makalah  yang  telah  dipresentasikan  di  dalam  seminar  HISKI  Sulawesi  Tenggara tersebut.

Prosiding ini merupakan versi elektronik dari Buku Prosiding versi cetak dengan ISBN: 978‐602‐73713‐9‐2, yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Oceania Press bekerjasama dengan Himpunan Sarjana Kesusastraan Indonesia (HISKI) Sulawesi Tenggara, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo, dan Kantor Bahasa Sulawesi Tenggara. Oceania Press beralamat di Jln. Kakaktua No.73 G Kel.Kambu, Kec. Kambu, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, e‐mail: oceaniapress@gmail.com, Telp. 081245935975. Cetakan pertama disunting oleh Suminan Udu dan diterbitkan pada tahun 2017.

Prosiding ini terdiri dari tiga bagian, yakni Literasi, Sastra dan Pembelajaran. Pada bagian Literasi, menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan literasi. Dalam artikel pertama misalnya, Sumiman Udu menggali peran literasi sebagai jembatan emas pembangunan peradaban bangsa. Dalam tulisan tersebut, ia menjelaskan tentang betapa literasi   sudah   menjadi   kekuatan   bangsa-bangsa   dalam   membangun   peradaban bangsanya. Beberapa kerajaan besar di Nusantara memiliki sistem literasi yang handal sebagai kekuatan kebudayaan mereka dalam membangun peradaban mereka. Buton tidak akan punya apa-apa tanpa memiliki warisan literasi untuk generasinya saat ini. Sementara dalam membangun Universitas, bangsa-bangsa maju sangat memprioritaskan perpustakaan sebagai bagian dari sistem literasi mereka. Beberapa langkah yang juga dapat dijadikan sebagai upaya membangun literasi juga diupayakan dalam berbagai aktivitas, baik melalui debat ditingkat sekolah, hingga lahirnya berbagai lembaga- lembaga literasi, seperti kebangkitan literasi tanah ombak di Padang, gerakan yang sama juga terjadi di Kendari seperti hadirnya Pustaka Kabhanti serta menjamurnya berbagai kegiatan literasi di berbagai belahan dunia. Semua ini akan mengantarkan kualitas kehidupan manusia, menuju keberadaban kehidupan yang lebih berkualitas.

Upaya-upaya pembangunan literasi juga sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan, berbagai upaya telah dilakukan, misalnya melalui pembangunan penerbitan-penerbitan yang dimotori oleh orang-orang Tionghoa, semua menjadi suatu upaya untuk membangun peradaban manusia. Semua ini merupakan wujud dari betapa pentingnya literasi dalam membangun peradaban manusia. Melalui kertas kerjanya Wisnu menjelaskan tentang besarnya peran masyarakat Tionghoa dalam membangun literasi di zaman penjajahan Belanda di Nusantara.

Pada bagian Sastra, buku ini memperbincangkan berbagai masalah yang berhubungan dengan  sastra,  mulai  dari  sastra  lisan  dan  pengaruhnya  bagi  masyarakat,  hingga persoalan  kehidupan  sosial  di  dalam  novel.  Misalnya  tulisan  Rima  Devi  yang melakukan kajian komparatif pada dua novel yang berasal dari Indonesia dan Jepang yaitu Novel Di Bawah Bayang-Bayang Ode karya Sumiman Udu dan Novel Kifujin A No Sosei Karya Ogawa Yoko. Melalui kajian ini kita dapat memahami bagaimana keluarga di dunia timur memiliki kemiripan dalam beberapa hal, tetapi juga memiliki perbedaan dalam beberapa hal yang lain, sebagai pengaruh dari lingkungan yang berbeda.

Pada bagian Pembelajaran,menampilkan tulisan yang berkaitan dengan isu-isu baru dalam pembelajaran. Mulai dari pendidikan karakter yang menjadi jargon pemerintah dalam beberapa tahun terakhir hingga dampak kemajuan teknologi yang juga mempengaruhi pembelajaran  dalam masyarakat.  Dalam tulisan  Abdul  Jalil  dan  Mu’jizat  misalnya, mereka mencoba meneliti perbandingan nilai-nilai pendidikan karakter yang ada pada kitab Taklimul Muta’allim dengan Program Pendidikan Karakter lingkup Fakultas oleh FIB UHO. Penelitian mereka menunjukkan bahwa beberapa program atau materi yang ada dalam pendidikan karakter FIB UHO dengan apa yang ada dalam kandungan kitab Ta’limul Muta’alim hampir bisa dipastikan baik dan sama dalam kerangka menumbuhkan pendidikan yang baik, menjadikan peserta didik (mahasiswa) lebih berbudi mulia, berakhlakul karimah tanpa mengurangi kecerdasan keilmuan, namun seiring perkembangan zaman, kecerdasan secara pengetahuan peserta didik kita telah menghilangkan moralitas.

Semoga prosiding  ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca yang ingin melihat bagaimana perkembangan literasi, sastra, dan pembelajarannya di Tanah Air. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan buku ini, karenanya masukan dan saran dari pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan buku ini. Selamat membaca.