Filosofi Minangkabau Alam Terkembang Jadi Guru Menjadi Inspirasi Pembelajaran

  • Sri Rustiyanti Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung

Abstract

Minangkabau merupakan salah satu suku bangsa di Nusantara yang memiliki falsafah ‘Alam Terkembang Jadi Guru’. Falsafah ini merupakan pandangan hidup yang mempunyai dimensi kulturalis dan religius. Di balik dimensi kulturalis dan religius tersebut ada filsafat tali tigo sapilin yang merupakan kelompok yang terdiri atas ninik mamak, alim ulama, dan intelektual yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Filsafat adat Minangkabau merupakan filsafat yang mendasarkan diri pada ketentuan hukum agama dan hukum alam.Epistemologi dalam filsafat adat Minangkabau cenderung dimaknai sebagai bentukpemahaman yang didasarkan pada fenomena alam sebagai sumber ide dan inspirasi. Namun,pemahaman secara kosmosentris terhadap filsafat ‘alam takambang jadi guru’ tersebut, tidakdimaksudkan sebagai pengetahuan objektif mengenai alam itu sendiri,tetapi alam dijadikan analog untuk membentuk tata nilai dan tata prilaku dalam kontekskehidupan bersama bagi masyarakat Minangkabau. Filsafat adat Minangkabaumenempatkan pengetahuan sebagai sintesis dari aspek empirik dan rasionalitas. Hasilpengetahuan menurut filsafat adat Minangkabau tidak hanya didasarkan pada tangkapanindrawi dan rasionalitas semata, tetapi juga berpijak pada aspek hatisehingga bermuara pada konsep etis-argumentatif. Relevansikajian epistemologi filsafat Minangkabau adat bersandi syarak-syarak bersandi kitabullah, relevansinya  dengan seni, agama, dan budaya terletak padaproses dialog yang dilakukan masyarakat Minangkabau.Adat dan agama merupakan pandangan hidup bagi masyarakat Minangkabau merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. 

Kata kunci:  filosofi Minangkabau, budaya Minangkabau, tingkatan adat, pendidikan surau.

Published
2018-06-01
Section
PEMBELAJARAN