Bagian Literasi, menjelaskan berbagai hal yang berkaitan dengan literasi. Dalam artikel pertama misalnya, Sumiman Udu menggali peran literasi sebagai jembatan emas pembangunan peradaban bangsa. Dalam tulisan tersebut, ia menjelaskan tentang betapa literasi sudah menjadi kekuatan bangsa-bangsa dalam membangun peradaban bangsanya. Beberapa kerajaan besar di Nusantara memiliki sistem literasi yang handal sebagai kekuatan kebudayaan mereka dalam membangun peradaban mereka. Buton tidak akan punya apa-apa tanpa memiliki warisan literasi untuk generasinya saat ini. Sementara dalam membangun Universitas, bangsa-bangsa maju sangat memprioritaskan perpustakaan sebagai bagian dari sistem literasi mereka. Beberapa langkah yang juga dapat dijadikan sebagai upaya membangun literasi juga diupayakan dalam berbagai aktivitas, baik melalui debat ditingkat sekolah, hingga lahirnya berbagai lembagalembaga literasi, seperti kebangkitan literasi tanah ombak di Padang, gerakan yang sama juga terjadi di Kendari seperti hadirnya Pustaka Kabhanti serta menjamurnya berbagai kegiatan literasi di berbagai belahan dunia. Semua ini akan mengantarkan kualitas kehidupan manusia, menuju keberadaban kehidupan yang lebih berkualitas.
Upaya-upaya pembangunan literasi juga sudah ada sejak zaman sebelum kemerdekaan, berbagai upaya telah dilakukan, misalnya melalui pembangunan penerbitan-penerbitan yang dimotori oleh orang-orang Tionghoa, semua menjadi suatu upaya untuk membangun peradaban manusia. Semua ini merupakan wujud dari betapa pentingnya literasi dalam membangun peradaban manusia. Melalui kertas kerjanya Wisnu menjelaskan tentang besarnya peran masyarakat Tionghoa dalam membangun literasi di zaman penjajahan Belanda di Nusantara.

Published: 2018-04-09