##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Feb 26, 2019
naswati naswati La Ode Dirman Rahmat Sewa Suraya

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan proses, fungsi dan makna dalam pelaksanaan upacara haroa bhantea pada masyarakat Kulisusu di desa Tomoahi Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode analisis deskritif kualitatif. Dalam penelitian ini dihadirkan informan yang berasal dari pemimpin upacara (Moji), dan tokoh masyarakat, yang diambil secara sengaja (purposive sampling). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses pelaksanaan Haroa Bhantea pada masyarakat Tomoahi, masih melakukan Haroa Bhantea dengan menyiapkan sesajen seperti ketupat, rokok, kapur, daun sirih, buah pinang, dan salea, untuk dipersembahkan kepada rumah jaga (Bhantea) dan para Sangia. Serta fungsi upacara sebagai bentuk sosialisasi antara sesama masyarakat Tomoahi maupun Moji dengan roh-roh halus Sedangkan makna upacara terdiri dari tiga cakupan yaitu makna religi yang percaya kepada adanya roh-roh halus yang memiliki kesaktian, makna sosial sebagai bentuk terjalinnya sosialisasi antara satu dengan yang lain, dan makna simbolik yang terdapat dalam setiap sesajen maupun benda-benda dalam Haroa
Bhantea

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Fungsi,Haroa Bhantea, Proses dan Makna

References
Alex Sobur, Semiotika Komunikasi. Cet. 4, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2009),hlm. 13.

Benny H. Hoed, Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya edisi ke 3, (Depok: Komunitas Bambu, 2014), Hlm. 8

Budhisantoso. S 1984 Upacara Tradisional Kedudukan dan Fungsinya dalam Kehidupan Masyarakat, dalam
Analisis Kebudayaan. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Coomans, M.1987. Manusia Daya: Dahulu Sekarang Masa Depan. Jakarta: PT Gramedia.

Endraswara, Suwardi. 2005. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Indiwan Seto Wahyu Wibowo, Semiotika Komunikasi- Aplikasi Praktis bagi Penelitian dan Skripsi Komunikasi.
Edisi 2 (Jakarta: Mitra Wacana Media,2013).

Koentjaraningrat. 1985. Sejarah Teori Antropologi I. Jakarta: UI 1992. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Dian Rakyat.
______________________Sejarah Teori Antropologi I,(Jakarta: UI-Press,2010),hlm. 166-167

La Taena. 2011. Bentuk dan Fungsi Ritual Cera Leppa Upacara Selamatan Penurunan Perahu Baru pada Masyarakat Bajo di Kelurahan Petoaha Kendari. MUDRA Jurnal Seni Budaya. Vol.26.No.1. Januari 2011.

Malinowski, “Teori Fungsional dan Struktural” dalam Teori Antropologi I Koentjaraningrat (ed.), (Jakarta:
Universitas Indonesia Press, 1987).

Moleong, J. Lexy. 2002. Metode Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya, Bandung

Piotr, Sztompka. 2011. Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media Group.

Rahman, Ade S.J. 2015. Ritual Haroaano Tau Pada Masyarakat Kulisusu. Studi di Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara. Skripsi Jurusan Antropologi Universitas Halu Oleo.

Roberston, Ronald. 1988. Agama; Dalam Analisis Dan Interprestasi Sosiologi.Jakarta rajawali

Satori, Djam’an dan Komariah A’an. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta:Bandung.

Sidigajalba. 1986. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Aswaja Pressindo.yogyakarta.

Soek anto, Soerjono. 1985. Teori Sosiologi Tentang Perubahan Sosial. Jakarta: Gramedia.

_______________________1988. Sosiologi Suatu Pengantar. Raja Grafindo. Jakarta

________________________1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Rajawali Pers : Jakarta.

Soemarjan. 1964. Dasar-Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial. Bandung

Soemarman. 2003. Tradisi dan Inovasi. Jakarta: Wedatama Widya Sastra. Tesis Program PPS Unud. Denpa

Sugianto. 2009. Desain dan Metode Penelitian Kuantitatif. Modul IV disajikan dalam Penataran Tenaga Fungsional Akademik Politeknik Kotabaru, Lembaga Penelitian Universitas Negeri Malang, Kotabaru
Kalimantan Selatan, 15-22 Februari 2005.

Sugiyono. 2009 Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitati dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sujarweni, V. Wiratna. 2014. Metodologi Penelitian, Lengkap, Praktis, Dan Mudah Dipahami. Pustaka Baru Press. Yogyakarta.

Suraya, Rahmat Sewa. 2014. Tradisi Haroa pada etnik Muna: Fenomena Budaya Dalam Kehidupan Beragama Di Era Global. Jurnal Kajian Budaya Vol.10.No.20, Juli 2014.

Suryono, 1985. Kebudayaan Suatu Pendekatan Filosofis. Jakarta: Gramedia

Turner,Victori. 1982. The Forest Of Symbols, Aspects Of Ndembu Ritual. Ithaca And London, Sixth Printing: Cornell University Press.

Umberto Eco, A Theory Of Semiotics, 1997, hlm. 15.

W.J.S. Poerwadarminto 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Balai Pustaka : Jakarta. Halaman 1568.
Section
Volume 1 Nomor 2, Juli-Desember 2018