##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Jun 27, 2019
Salmiati Salmiati La Ode Ali Basri Samsul Samsul

Abstract

Tradisi kangkilo adalah tradisi pengislaman/sunatan masyarakat Buton. Tradisi kangkilo sebagai budaya masa lalu tetap dijunjung oleh masyarakat penganutnya karena mempunyai fungsi dan makna tertentu dalam kehidupan seseorang. Ada tiga masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini yakni unsur-unsur kelisanan, makna kelisanan serta fungsi dari tradisi kangkilo. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui pra-lapangan, pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Informan ditentukan dengan teknik purposive sampling serta menggunakan teknik analisis data oleh Miles dan Humbermen yaitu reduksi data, model data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan, serta keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tradisi kangkilo terdapat unsur-unsur kelisanan yaitu: (1) prosesi kangkilo, (2) doa yang digunakan dalam tradisi kangkilo, dan (3) material yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi kangkilo yaitu pisau, abu, kain putih, pitaha, pelepah pisang, lilin, telur, dan beras. Makna unsur-unsur kelisanan yang terdapat pada tradisi kangkilo terbagi atas tiga yaitu: (1) makna material yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi kangkilo yaitu makna pisau, makna abu dapur, makna kain putih, pitaha, makna pelepah pisang, makna lilin, makna telur, makna beras; (2) makna doa yang digunakan pada saat pelaksanaan tradisi kangkilo yaitu makna doa yang digunakan pada saat mandi bagi anak perempuan, doa yang digunakan pada saat mandi bagi anak laki-laki, doa yang dibacakan pada saat mengoleskan bedak, doa yang digunakan ketika menyentuh jenis kelamin dengan pisau, doa yang digunakan ketika menjepitkan pelepah pisang pada jenis kelamin anak laki-laki, doa yang digunakan ketika buang air kecil, makna pembacaan doa (haroa); dan (3) makna pada prosesi tradisi kangkilo. Fungsi tradisi kangkilo yaitu: (1) fungsi kesucian, (2) fungsi kesabaran, dan (3) fungsi sosial.


 

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Unsur Kelisanan, Makna Kelisanan, Tradisi Kangkilo

References
Basri, Ali, Ode, La. (2017). Ketidakbertahanan Budaya Lokal Masyarakat Muna. Kendari: Universitas Halu Oleo.

Duija, Nengah I. (2005) Tradisi Lisan, Naskah, dan Sejarah. Jurnal Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB-UI).

Emzir. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta: Rajawali Pres.

Endraswara, Suwardi. (2003a). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Esten, Mursal. (1992). Tradisi Dan Modernitas Dalam Sandiwara. Jakarta: Perpustakaan Nasional.

Giddens, A. (2003). Masyarakat Post Tradisional. Yogyakarta: IRCISOD Komplek Polri Gowok.

Hoed, B.H. (2011b). Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.

Suharni. (2017). Ritual Kasabha Pada Masyarakat Buton Di Kecamatan Talaga Raya Kabupaten Buton Tengah. Skripsi Kendari: Universitas Halu Oleo.
Section
volume 2 Nomor 1, Januari-Juni 2019