##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Dec 3, 2019
Riski Hamriani Sitti Hermina Salniwati Salniwati

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual bantang, dan mendeskripsikan makna simbolik yang terkandung dalam ritual bantang. Lokasi penelitian yang dipilih adalah di Desa Tasipi Kecamatan Tiworo Utara Kabupaten Muna Barat. penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Cara pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan secara langsung dan ikut terlibat pada saat proses ritual bantang, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara deskripsi melalui tiga alur yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga tahap pada proses pelaksanaan ritual bantang, yakni tahap awal persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap akhir. Pada tahap awal persiapan ritual bantang sehari sebelum dilaksanakan pihak keluarga memberitahukan panguleh (sandro atau dukun beranak). Kemudian pihak keluarga menyiapkan media yakni lapa-lapa, ketupat, songkol, bedak kuning, kelapa, cincin emas, kucing, dan sangkineh. setelah itu melakukan baca-baca, lalu dilanjutkan duduk bersilang berhadapan dengan panguleh (dukun beranak). Selanjutnya tahap pelaksanaan mengangkat wadah dan memutarnya tiga kali. Pada tahapan akhir tetangga yang datang dipersilahkan untuk makan. Pada setiap tahap tradisi ini memiliki simbol, pada simbol-simbol tersebut memiliki makna secara umum, yaitu sebagai pengharapan akan adanya pertolongan Allah SWT agar bayi kelak menjadi anak yang memiliki kepribadian yang baik.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Ritual Bantang, Panguleh, Sangkineh, Bajo

References
Aderlaepe. 2017. Sejarah Kebudayaan Muna. Jakarta : Daulat Press

Endaswara,Suwadi. 2003. Metode penelitian Kebudayaan. Jakarta : Girimukti Pusaka

Koentjaraningrat, 1985. Kebudayaan mentalitas pembangunan. Jakarta: Gramedia

Koentjaraningrat. tt. Beberapa Pokok Antropologi Sosial, Jakarta: Dian Rakyat,

Koentjaraningrat. tt. ¬Sejarah Antropologi Indonesia, UI press : Jakarta

Miles, Matthew B, & Huberman Michael. 2009. Analisis Data Kualitatif. Jakarta : UI-Press

Minarto W.S., Jarang Kepang Dalam Tinjauan Interaksi Sosial Pada Upacara Ritual Besih Desa. Bahasa Dan Seni, Tahun 35, Nomor 1, Februari 2007

Moleong, Lexy J. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Poedjowibowo D, J.O Waani-Dasaeng,. 2016. Teritorialitas Pada Pemukiman Suku Bajo di Dese Tumbak, Studi Kasus Pemukiman di Atas Air. Jurnal Arsitektur 5 (2). 39-57. 2016

Sarwono, Jonathan. 2006. Metode penelitian Kuantitatif Dan Kualitatif. Yogyakarta : Graha Ilmu

Satori, Djam’an dan Komariah Aan.2011. Metodologi penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta

Suryanegara, dkk., 2015. Perubahan Sosial Pada Kehidupan Suku Bajo: Studi Kasus Di Kepulauan Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Majalah Globe ( Volume 17) 1 juni 2015

Suyuti, Nasrudin, Dkk., 1996. Pengkajian Sosial Budaya Dan Lingkungan Masyarakat Bajo Didesa Boenaga Kecamatan Lasolo Kabupaten Kendari. Penelitian: Kerja Sama: Universitas Dengan Kanwil Deposos Sulawesi Tenggara

Suyuti, Nasrudin. 2011, Orang Bajo Di Tengah Perubahan. 2011 Yogyakarta: Penerbit Omba

Wirawan,I.B.2012. Teori-Teori Sosial Dalam Tiga Paradigma. Jakarta: Prenadamedia Group
Section
volume 2 Nomor 2, Juli-Desember 2019