##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Dec 3, 2019
Muh Alkautsar Wa Kuasa Baka Salniwati Salniwati

Abstract

Tradisi malloro kappala merupakan tradisi lisan menghubungkan generasi masa lalu, sekarang dan masa depan. Sebagai gambaran keunikan dari ritual menurunkan kapal adalah prosesi ritual yang dijalani pada saat sebelum kapal diturunkan. Dalam kelengkapan ritual terdapat simbol-simbol yang sarat akan makna namun jarang diketahui oleh generasi muda sehingga sangat penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi ritual yang mengiringi malloro kappala (menurunkan kapal), serta untuk menjelaskan makna simbolik yang terkandung dalam tradisi malloro kappala (menurunkan kapal) pada Suku Bugis di Kecamatan Poleang Tenggara Kabupaten Bombana. Penentuan informan yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Metode penelitian secara deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara, pengamatan dan dokumentasi berupa audio visual dan foto. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif model interaktif yaitu terdiri dari tiga hal utama yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi menurunkan kapal yang dikenal dengan istilah tradisi malloro kappala, ini masih menjadi tradisi dan budaya yang melekat pada masyarakat Bugis. Prosesi ritual malloro kappala pada suku Bugis dibagi dalam tiga tahapan yaitu, ritual mappocci, malloro kappala atau menurunkan kapal, dan ritual massalama. Keseluruhan ritual tersebut terdapat pesan utama yang disampaikan yaitu pengharapan akan keselamatan dan kemudahan rezeki. Pengharapan akan keselamatan dimaksudkan untuk keselamatan para awak kapal, keluarga yang ditinggalkan, maupun keselamatan kapal itu sendiri.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Prosesi, Makna, Tradisi malloro kappala

References
Amrullah, Muhammad. 2015. Representasi Makna Simbolik dalam Ritual Perahu Tradisional Sandeq Suku Mandar di Sulawesi Barat. Skripsi. S1. Universitas Hasanuddin. Makassar.

Baal, Van, J. 1987, Sejarah dan Pertumbuhan Teori Antropologi Budaya, Jilid 1, Gramedia, Jakarta.

Idrus, Muhammad. 2009. Metode Penelitian Ilmu Sosial. Yogyakarta: Erlangga.

Koentjaraningrat. 2014. Sejarah Teori Antropologi. Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press).

Nasrullah, Rulli. 2012. Komunikasi Antar Budaya. Jakarta: Kencana Pranadamedia Group.

Pudentia MPSS.2015. Metodologi Kajian Tradisi Lisan.Edisi Revisi.Jakatra: Yayasan Obor Indonesia dan Yayasan Asosiasi Tradisi Lisan.
Section
volume 2 Nomor 2, Juli-Desember 2019