##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Dec 19, 2019
Arie Toursino Hadi Shinta Arjunita Saputri Nurtikawati Nurtikawati

Abstract

Tulisan ini membahas mengenai perubahan keistimewaan kekuasaan Kesultanan Yogyakarta Hadiningrat dilihat dari wacana politik identitas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sejauh mana pergeseran makna masyarakat baik yang berada di dalam maupun di luar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memandang keistimewaan politik yang dimiliki oleh Sultan Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode tinjauan pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah DIY terbentuk dari kontrak politik dengan kolonial Belanda. Pada masa kemerdekaan, Yogyakarta lebih memilih untuk menjadi bagian dari Republik Indonesia, dibandingkan berdiri menjadi kerajaan tersendiri. Wacana keistimewaan ini mendapat banyak tekanan, baik internal maupun eksternal wilayah Yogyakarta. Sebagian orang berpendapat bahwa keistimewaan dapat menjadi modal untuk tetap mempertahankan tradisi Kasultanan Yogyakarta yang sejak awal sudah terbentuk, sementara sebagian yang lain menganggap bahwa keistimewaan merupakan hambatan bagi perkembangan dan integritas penuh dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Identitas, Politik, Sejarah Yogyakarta.

References
Koentjaraningrat. 1983. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.

Kuper, Adam. 1999. Culture. Cambridge: Harvard University Press.

Luthfi, Ahmad Nashih, dkk. 2014. Keistimewaan Yogyakarta: Yang Diingat dan Yang Dilupakan. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Suwarno, P.J. 1994. Hamengku Buwono IX dan Sistem Birokrasi Pemerintahan Yogyakarta 1942-1974: Sebuah Tinjauan Historis. Yogyakarta: Kanisius.

Soemardjan, Selo. 1981. Perubahan Sosial di Yogyakarta. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.

Poerwokoeoemo, Soedarisman. 1984. Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Woodward, Mark. 2011. Java, Indonesia and Islam. New York: Spinger.
Section
volume 2 Nomor 2, Juli-Desember 2019