##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Dec 19, 2019
Komang Wahyu Rustiani I Gusti Made Swastya Dharma Pradnyan Nurtikawati Nurtikawati Salniwati Salniwati Rahmat Sewa Suraya

Abstract

Bahasa merupakan media yang mendasar untuk melakukan pola pewarisan kebudayaan dari generasi ke generasi. Masyarakat Suku Bali di Kota Kendari memiliki beragam kebudayaan untuk diwariskan sehingga diharapkan mampu memahami Bahasa Daerah Bali di tengah multikulturalisme agar budaya yang diwariskan tidak mengalami salah penafsiran. Untuk mengkaji hal tersebut perlu diterapkan teori Habitus Pierre Bourdieu dalam menganalisis hasil observasi dan wawancara dari informan sehingga dapat diketahui faktor penghambat dalam penggunaan bahasa Daerah Bali di Kota Kendari. Minimnya penggunaan Bahasa Daerah Bali di Kota Kendari dipengaruhi oleh kebiasaan atau habit, minimnya pemanfaatan modal serta ranah yang mempengaruhi pelestarian Bahasa Daerah Bali. Praktik yang dilakukan oleh masyarakat Suku Bali di Kota Kendari dipengaruhi oleh rasa toleransi, pemersatuan Bangsa sehingga dalam berkomunikasi selalu menggunakan Bahasa Indonesia, terhimpit oleh masyarakat yang multikultural, dan kurangnya pendidikan Bahasa Daerah Bali di kalangan anak-anak hingga remaja. Hal tersebut dapat diatasi dengan melaksanakan pembelajaran Bahasa, Sastra dan Aksara kepada generasi muda sejak usia dini melalui pasraman yang dilaksanakan di wilayah Sulawesi Tenggara khususnya Kota Kendari

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Interaksi Simbolik, Bahasa Bali, Multikulturalisme, Habitus, Bourdieu

References
Abidin, Zainal. 2007. Analisis Eksistensial. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Edaswara, Suwardi. 2012. Metodologi Karya Ilmiah Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Edkins, Jenny & Nick Vaughan Williams. 2010. Teori-Teori Kritis: Menantang Pandangan Utama Studi Politik Internasional (terj. Teguh Wahyu Utomo, Cetakan Pertama). Yogyakarta: Baca.

Fashri, Fauzi. 2014. Pierre Bourdieu: Menyingkap Kuasa Simbol. Yogyakarta: Jalasutra.

Koentjaraningrat. 1974. Kebudayaan Mentalitet dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia.

Ratna, I Nyoman Kutha. 2013. Glosarium :1.1250 entri Kajian Sastra, seni, dan Sosial Budaya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Siregar, Mangihut. 2016. Teori “Gado-gado” Pierre-Felix Bourdieu, Volume 1 No.2: 79-82. universitas Udayana.

Takwin, Bagus. 2009. (Habitus x Modal) + Ranah = Praktik: Pengantar Paling Komprehensip kepada Pemikiran Pierre Bourdieu (terj. Pipit Maizier, Cetakan II). Yogyakarta: Jalasutra
Section
volume 2 Nomor 2, Juli-Desember 2019