##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Apr 7, 2018
Mirna Yanti La Ode Ali Basri Rahmat Sewa Suraya

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah, (1) Untuk mengetahui mengapa masyarakat Muna di Desa Lupia selalu melakukan Ritual Kasambuno Wite, (2) Untuk mengetahui proses pelaksanaan Ritual Kasambuno Wite pada masyarakat Muna di Desa Lupia, (3) Serta untuk mengetahui makna yang terkandung dalam Ritual Kasambuno Wite di Desa Lupia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data, dilakukan dengan teknik pengamatan partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi, serta perekaman/video. Data dianalisis dengan tekhnik sebagai berikut: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan ritual Kasambuno Wite selalu dilaksanakan oleh masyarakat Muna di Desa Lupia karena didasari oleh beberapa alasan: (1) Untuk melestarikan tradisi, (2) Adanya keyakinan masyarakat bahwa ritual Kasambuno Wite dapat mencegah hama pada tanaman, (3) Upaya menghindari gangguan makhluk gaib. Pelaksanaan Ritual Kasambuno Wite dilakukan melalui beberapa tahap pelaksanaan, yakni: (1) Pelaksanaan pada saat pra-upacara (2) Pelaksanaan upacara, yakni proses pelaksanaan Ritual Kasambuno Wite. Makna dalam pelaksanaan Ritual Kasambuno Wite, terdiri atas dua, yaitu (1) Makna religi (2) Makna ekonomi.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Ritual, Kasambuno Wite, Masyarakat Muna, Tradisi

References
Aswati, M. 2011. Masuk dan Berkembangnya Agama Islam Di Kerajaan Konawe.. SELAMI IPS Edisi Nomor 34 Volume 1 Tahun XVI
Bungin, Burhan. 2008. Sosiologi Komunikasi (Teori, Paradigma, dan Discourse Teknologi Komunikasi di Masyarakat). Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Denzin dan Lincoln (ed). 1994. Hand Book of Qualitative Research. Sage Publication. Thousan Oaks, London
Moleong, Lexy L. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosakarya
Narbuko, Cholid dan Achmadi, Abu. 2013.Metodologi Penelitian. Jakarta: PT. Bumi Aksara,
Saleh, Nur Alam. 2015. Makna Simbolik Kalosara Dalam Kehidupan Sosial Orang Tolaki. Makassar : Balai Penelitian Nilai Budaya Makassar.
Setyadin. 2005. Metode Penelitian Kualitatif: Teori dan Praktik. Jakarta: BumiAkasra.
Sugiyono. 2011.Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta
Sukimin, 1992. Tinjauan Sejarah Proses Penyiaran Agama Islam di Kerajaan Konawe. Kendari: Skripsi FKIP Unhalu
Tarimana, A. 1987. “Sawerigading sebagai Tokoh Legendaris Versi Sulawesi Tenggara”. Makalah disajikan dalam Seminar Nasional “Folktale Sawerigading Memperkaya Kebudayaan Berwawasan Nusantara untuk Keteguhan Integrasi Bangsa.” Palu 7-10 Agustus 1987
Section
Volume 1 Nomor 1, Januari - Juni 2018