##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Apr 7, 2018
Rahmat Sewa Suraya

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis pakaian beserta fungsi dan makna yang dipahami oleh masyarakat Buton di Kota Baubau.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengamatan (observation), wawancara mendalam (Indeepth Interview) dan teknik dokumentasi (documentation). Hasil penelitian menunjukan bahwa Pakaian adat masyarakat Buton dapat dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya sesuai dengan bentuk pakaian, fungsi dalam penggunaanya serta struktur sosial penggunanya. Pakaian adat masyarakat Buton tidak dibuat begitu saja serta tidak digunakan begitu saja oleh masyarakat Buton. Akan tetapi setiap jenis pakaian yang dikenakan memiliki makna secara filosofi yang berhubungan dengan aspek kehidupan masyarakat Buton.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Pakaian Adat, Fungsi, Makna

References
Abdul Rauf Sulaeman. 1990. Ragam Hias Sulawesi Tenggara : Suatu Studi pada Museum Sulawesi Tenggara. (Laporan Penelitian). Kendari : Balai Penelitian UNHALU.
Astian Fiandari. 2015. http://id.scribd.com/doc/208317199/Makna-Pakaian-Adat-Tradisional-Buton# diakses 31 Maret 2015
Cassell, Chaterine dan Symon. Gillian (ed). 1994. Qualitative Methods in Organizational Research: A Practical Guide: Sage Publications, London.
Hoed, Benny H. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Fakultas Ilmu Budaya UI
Hoop van Der. 1949. Ragam-Ragam Perhiasan Indonesia. Batavia : Konklijk Genootsha van Kunsten En Wenshappen.
Husein A. Chalik. et al. 1984/1985. Arti Lambang dan Fungsi Tata Rias Pengantin dalam Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari: Bagian Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Tenggara.
Husein A. Chalik. et al. 1991/1992. Arti Lambang dan Fungsi Tata Rias Pengantin dalam Menanamkan Nilai-Nilai Budaya Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari: Bagian Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Tenggara.
Husein A. Chalik. et al. 1992/1993. Pakaian Adat Tradisional Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara. Kendari: Bagian Proyek Inventarisasi dan Pembinaan Nilai-Nilai Budaya Sulawesi Tenggara.
Irawaty. 2012. http://wolio-molagi.blogspot.com/2012/11/makna-pakaian-adat-tradisional-buton.html diakses 31 Maret 2015
Nordholt, Henk Schulte. 2005. Outward Appearances: Trend Identitas, Kepentingan. (Penerjemah Imam Aziz), Yogyakarta: LKiS.
Petra, Chiristian University Library. Ensiklopedia. http://digilib.petra.ac.id/viewer.php?page=2&submit.x=14&submit.y=10&qual=high&submitval=next&frame=%2Fjiunkpe%2Fs1%2Finfo2F2003%2FJiunkpe-ns-s12003-26498049-4299-ensiklopedia-chapter2.pdf.
Piliang Yasraf Amir. 2005. Menciptakan Keunggulan Lokal Untuk Merebut Peluang Global : Sebuah Pendekatan Kultural. Makalah disampaikan pada seminar “Membedah Keunggulan Lokal dalam Konteks Global”. ISI Denpasar.
---------------------------. 2009. Posrealitas, Realitas Kebudayaan dalam Era Posmetafisika. Yogyakarta: Jalasutra.
Sobur, Alex. 2003. Semiotika Komunikasi, Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R dan (Cetakan ketiga). Bandung: Alfabeta.
Section
Volume 1 Nomor 1, Januari - Juni 2018