Sangia berasal dari bahasa lokal masyarakat di Sulawesi Tenggara yakni Bahasa SukuMuna. Kata tersebut memiliki makna keramat atau diidentikkan dengan tempat-tempatatau dianggap situs-situs yang dianggap keramat oleh masyarakat. Pemaknaan tersebutsecara tidak langsung membuat masyarakat di sekitar tempat-tempat tersebut akanmenjaga dan memelihara tempat atau situs tersebut. Diharapakan Jurnal Sangia dapatmenjadi media publikasi yang tepat untuk menyuarakan hasil penelian ataupun buahpikiran dari peneliti, akademisi, dan mahasiswa dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.