##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

##plugins.themes.bootstrap3.article.sidebar##

Published Dec 19, 2021
La Ode Marhini La Harjoprawiro Elmy Selfiana Malik Shinta Arjunita Saputri Agus Rihu

Abstract

Limited resources require people to be wise and creative so that they always exist in the life. This is also the image of the people in Liangkabhori village, Muna Regency. The condition of the karst hilly soil and the limited supply of water as well as seasonal changes that are sometimes uncertain require the community to maximize harvest and effective storage so that food supplies are always available. This study aims to describe the local wisdom of the Muna community in Liangkabhori village in managing corn harvests as an effort to maintain food security. The research method uses a qualitative descriptive approach. The results show that in an effort to maintain food security, the community has local knowledge in the process of managing corn harvests so that the harvest can still be consumed in the long term. The series of harvest management processes are (1) knowledge of the estimated harvest period of corn which is determined by three things, namely the age of corn, the appearance or visuality of corn fruit or corn leaves and weather conditions at harvest. (2) knowledge of the harvesting process (detongka) and initial treatment of newly harvested corn, (3) knowledge of sorting corn (Depinde), namely corn is selected and sorted and categorized into five types, namely perapi corn, kampuru corn, obunta corn, kamansighonu-ghonu corn and obhoka corn, (4) cleaning of corn cobs and hairs (Detoto) and (5) Storage (Kasoria)


Keywords: Local Wisdom, Management, Corn, Food

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Keywords

Local Wisdom, Harvest Management, Corn, Food Sustainability

References
Abdullah, Irwan. (2010). Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ahmad, Haidlor Ali. 2010. Kearifan Lokal sebagai Landasan Pembangunan Bangsa. Harmoni Jurnal Multikultural & Multireligius. 34 (IX): 5.

Baliwati, Y. F, (2004). Pengantar Pangan dan Gizi, Cetakan I. Jakarta: Penerbit Swadaya

Bungin, Burhan. (2007). Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Prenada Media Grup.

Endraswara, Suwardi. 2003. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Hardinsyah. (1994). Penilaian dan Perencanaan Konsumsi Pangan. Bogor: Pusat Antar Universitas. IPB

Mutiarawati, Tino. (2007). Penanganan Pasca Panen Hasil Pertanian. Universitas Padjadjaran disampaikan pada Workshop Pemandu Lapangan I (Pl-1) Sekolah Lapangan Pengolahan Dan Pemasaran Hasil Pertanian (SL-PPHP). Departemen Pertanian.

Mulianingsih, Sitti , Rianda, La dan Dhian Herdhiansyah. (2020). Pengaruh Penanganan Pasca Panen Terhadap Mutu Jagung (Zea mays L) di Kecamatan Kabangka Kabupaten Muna. Tekper: Jurnal Teknologi dan Manajemen Industri Pertanian, 1 (2): 120-129.

Moleong, Lexy J. (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja

Nurti, Yefita. (2017). Kajian Makanan dalam Perspektif Antropologi. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 19 (1): 1-10.

Permana, Cecep Eka. (2010). Kearifan Lokal Masyarakat Baduy Dalam Mengatasi Bencana. Jakarta: Wedatama Widia Sastra

Ratna, Nyoman Kutha. (2010). Metodologi Penelitian Kajian Budaya dan Ilmu Sosial Humaniora pada Umumnya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Ridwan, Nurma Ali, (2007). Landasan Keilmuan Kearifan Lokal. Jurnal Ibda P3M STAIN Purwekort, 5 (1): 27-38

Sari, Intan Purnama dan Zuber, Ahmad. (2020). Kearifan Lokal dalam Membangun Ketahanan Pangan Petani. Journal of Development and Social Change, 3(2).

Sibarani, Robert. (2012). “Foklore sebagai Media dan Sumber Pendidikan: Sebua Ancangan Kurikulum dalam Pembentukan Karakter Siswa Berbasis Nilai Budaya Batak” dalam Kearifan Lokal. Hakekat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan. Yogyakarta: Lontar.

Soekirman. (1996). Ketahanan Pangan : Konsep, Kebijaksanaan dan Pelaksanaannya. Makalah disampaikan pada Lokakarya Ketahanan pangan Rumah Tangga, Yogyakarta, 26-30 Mei.

Suharno dan Asaad, Muh. (2015). Dinamika Usaha Tani Jagung dalam Perspektif Kearifan Lokal di kabupaten Muna. Prosiding Seminar Nasional Serealia. Kendari: Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara,
Sumarwan, U. dan D. Sukandar. (1998). Identifikasi Indikator dan Variabel serta Kelompok Sasaran dan Wilayah Rawan Pangan Nasional. Bogor: Jurusan GMSK-Faperta IPB, UNICEF dan Biro Perencanaan, Departemen Pertanian R.I. Widuri Press

Suradi. (2015). Kebutuhan Pangan bagi Rumah Tangga Miskin. Food Needs For poor Househoolds. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesejahteraan Sosial, Kementerian Sosial RI.

Syawaludin, Mohammad. (2017). Teori Sosial Budaya dan Methodenstreit. Palembang. CV Amanah.

Turama, A R.(2018).Formulasi Teori Fungsionalisme Struktural Talcott Parson. Journal of Language , Literacy and Cultural Studies, 2(2).
How to Cite
Marhini, L. O., Harjoprawiro, L., Malik, E., Saputri, S., & Rihu, A. (2021). KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT MUNA DALAM PENGELOLAAN HASIL PANEN JAGUNG SEBAGAI UPAYA MENJAGA KETAHANAN PANGAN. SESHISKI: Southeast Journal of Language and Literary Studies, 1(2), 157-176. https://doi.org/10.53922/seshiski.v1i2.1353
Section
Volume 1, Issue 2, December 2021