Current Issue

Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya 2016

Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya 2016 ini merupakan Simposium yang pertama diselenggarakan oleh Asosiasi Peneliti bahasa-Bahasa Lokal yang bekerjasama dengan Universitas Halu Oleo. Kita Patut bersyukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa karena ajang akademik ini dapat berlangsung dan tampaknya, merupakan awal dari Simposium-Simposium berikutnya pada bidang keilmuan yang sama,namun demikian variasi topik, dan mutu makalah, kendati tetap diupayakan untuk ditingkatkan.

Ajang akademik dalam Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya yang pertama ini memiliki makna tersendiri karena bersamaan dengan Simposium ini, wadah profesi peneliti bahasa-bahasa lokal hadir secara formal dan legal setelah terbitnya Keputusan Menteri Hukum dan HAM No.AHU- 01816.50.10.2014 tanggal 24 Mei 2014 untuk melaksanakan RAKERNAS yang kedua. Kami berterima kasih kepada APBL Pusat telah memberikan kepada kami kesempatan untuk melaksakan RAKERNAS yang ke dua. Panitia mengundang para peserta seminar untuk menjadi “bagian” dari wadah profesi ini. Atas dasar itu pula kerjasama Program Studi Magister dan Doktor Linguistik Program Pascasarjana Universitas Udayana dengan Asosiasi Peneliti Bahasa-Bahasa Lokal (APBL) semakin terjalin lebih kuat dan lebih bermakna pada tahun-tahun yang akan datang.

Seperti yang dicanangkan oleh Panitia Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya yang pertama, mengambil tema yang bertajuk: “Bahasa Menunjukan Jati Diri dan Sumber Daya Bangsa”Tema tersebut masih bergayut dengan kondisi objektif kehidupan bahasa-bahasa lokal yang ada di Indonesia. Kematian sejumlah bahasa lokal, terancam punahnya banyak bahasa kecil karena perubahan lingkungan kebahasaan yang didominasi bahasa Nasional, bahasa Indonesia dan juga bahasa-bahasa Asing pada era global ini jelas memerlukan ajang akademik khususnya Simposium Internasinal Bahasa, Sastra dan Budaya seperti juga yang diselenggarakan oleh beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia. Kepedulian akademik atas “nasib” bahasa-bahasa lokal sebagai warisan budaya bangsa ini perlu diwahanai untuk dikaji baik melalui forum-forum seminar/simposium maupun penerbitan karya-karya kebahasaan pada waktu yang akan datang.

Berdasarkan penilaian secara acak atas makalah-makalah yang telah diterima oleh panitia, baik makalah yang berbasis hasil kajian lapangan maupun buah pemikiran yang bersifat teoritis turut memperkaya dan mewarnai suasana Simposium Internasinal Bahasa, Sastra dan Budaya 2016 Panitia sangat mengharapkan agar kepedulian akademik yang tertuang secara tertulis dalam makalah-makalah itu dapat berkembang lebih dalam dan lebih luas lagi selama penyajiannya dalam Simposium Internasional ini.

Published: 2017-01-07

Makalah Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya 2016

View All Issues