KEKERABATAN EKOLOGIS ENAM BAHASA LOKAL DI NTT: KAJIAN EKOLINGUISTIK BANDINGAN

  • Lanny Isabela D. Koroh Universitas PGRI NTT
  • Simon Sabon Ola Universitas Nusa Cendana
Keywords: leksikostatistik, leksikon ekologis, kekerabatan ekologis, ekolinguistik bandingan.

Abstract

Makalah ini membahas tentang kekerabatan bahasa-bahasa: Helong, Dawan, Tetun, Rote, Ndao, Sabu. Kekerabatan yang dibahas difokuskan pada leksikon-leksikon ekologis, tidak dalam konteks kesejarahan, tetapi konteks perbandingan (komparasi). Identifikasi leksikon ekologis berdasarkan Daftar Swadesh berjumlah 32 leksikon. Hasil analisis menunjukkan bahwa persetasi kekerabatan berdasarkan kosa kata Swadesh secara umum berbanding lurus dengan kekerabatan ekologis. Artinya, makin tinggi persentasi kekerabatan berdasarkan kosa kata Swadesh, makin tinggi pula kekerabatan ekologis/ persamaan leksikon ekologis. Meskipun demikian, persetase kekerabatan ekologis yang diperoleh berdasarkan pendekatan kuantitatif belum dapat menjelaskan persepsi penutur bahasa-bahasa yang diperbadingkan tentang lingkungan hidup. Jenis atau kategori leksikon ekologislah yang dapat secara optimal menggambarkan persepsi penutur. Oleh karena itu, ekolinguistik bandingan sebagai bagian dari ekolinguistik semestinya memerlukan daftar leksikon khusus ekologi untuk dapat mengklaim kemiripan persepsi ekologis antara penutur bahasa-bahasa yang diperbandingkan.

Kata kunci: leksikostatistik, leksikon ekologis, kekerabatan ekologis, ekolinguistik bandingan.

References

.
Published
2017-01-07
Section
Makalah Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya 2016