LEKSIKON DALAM BUDAYA PUPUH SINOM SEBAGAI SALAH SATU BENTUK PUISI TRADISIONAL DI BALI : KAJIAN EKOLINGUISTIK

  • Budasi, I Gede . FBS Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja
Keywords: leksikon, pupuhsinom

Abstract

Penelitian inimendeskripsikan: 1) khazanahleksikon pupuhsinom (puisi tradisional Bali). 2)fungsi-fungsi pupuhsinom dalam masyarakat guyub tutur Bahasa Bali. Disain penelitian ini adalah penelitian diskriptif kualitatif. Metode yang digunakan adalah wawancara mendalam, yaitudenganmetodasimaklibatcakap (SBLC). Data penelitian digali dari informan. Hasil penelitian menunjukkan khazanah leksikon dalam pupuh sinom ada 8: a) Wanda (tiap suku kata dalam pupuhsinom), b). Carik (baris) (carik) merupakan susunan kata-kata yang telah diatur sesuai persyaratan jumlah wanda, c) Pada setiap carik dalam pupuh membentuk bait, kumpulan baris yang diikat oleh satu kesatuan nada, d) Purwakanti (hubungan antar baris dalam satu bait (apada) diikat oleh pertautan nada),e)Padalingsa artinya jumlah baris pada suatu pupuh dalam satu pada (bait), f)Guru wilangadalah jumlah wanda dalam satu baris (acarik). g) Guru Ding-Dong adalah jatuhnya vokal pada setiap akhir sukukata pada setiap baris, h) Pupuh adalah kumpulan bait (pada) dalam metrum (irama) yang sama, dani) sasmita adalah peralihan dari satupupuh sinom ke pupuh lain. Fungsi pupuh sinom: a) sebagainyanyian yang dinyanyikan dalam upacarakeagamaandenganisimenyesuaikan dengan jenisupacara. b) pengungkapajaran kebaikan dan kebenaran, amanat, nasihat, gambarantentang karma, dansejarah.

Kata Kunci: leksikon, pupuhsinom

References

.
Published
2017-01-07
Section
Makalah Simposium Internasional Bahasa, Sastra dan Budaya 2016