##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Faika Burhan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena prasangka rasial antara etnis Tionghoa dengan masyarakat pribumi. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis untuk menjelaskan analisis teks. Data penelitian ini berupa kata, frasa, dan kalimat yang menunjukkan kondisi latar teks wacana dalam cerpen. Sumber data dalam penelitian ini adalah buku yang berisi kumpulan cerpen yang berupa teks wacana berjudul China Moon. Hasil penelitian memetakan skema Teun A. Van Dijk dalam analisis teks ini terbagi menjadi tiga bagian, yaitu struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro. Struktur makro merupakan tema cerpen Menantu. Cerpen Menantu bertema tentang sikap saling prasangka antara etnis pribumi dengan Tionghoa. Superstruktur merupakan skema atau alur. Skema dalam cerpen Menantu yakni alur cerita dari awal sampai akhir. Analisis diawali dari pendahuluan, isi, penutup, dan simpulan. Bagian isi menunjukkan bahwa terbentang jarak antara pribumi dan Tionghoa akibat sikap saling prasangka yang berlarut-larut. Bagian isi juga menunjukkan bahwa seorang anak yang terlahir dari pernikahan campur antara pribumi dan Tionghoa mengakui bahwa dirinya mengalami ketidakjelasan identitas. Ia merasakan bukan pribumi bukan pula Cina. Struktur mikro di dalamnya terdiri atas semantik (latar, detail, dan maksud). Sintaksis (koherensi, kata ganti, dan bentuk kalimat) stilistik dan retoris (grafis, metafora, dan ekspresi. Pada struktur mikro dijumpai pemakaian kata-kata yang menunjuk dan memperkuat pesan bahwa cerpen Menantu karya Reda Gaudiamo merupakan cerpen yang berisi sikap saling antipati antara pribumi dan Tionghoa.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Articles