FAKIR MISKIN DAN ANAK TELANTAR DALAM DEKAPAN PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PADANG LAWEH MALALO KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2010-2021

Main Article Content

Radiatul Adawiyah Radiatul Adawiyah
Zaiyardam Zaiyardam

Keywords

anak telantar, panti asuhan, Muhammadiyah, mamak, Negara.

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang “Sepak Terjang Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Kabupaten Tanah Datar Tahun 2010-2021â€. Ada 4 aktor utama dalam penelitian ini yaitu anak asuh, mamak, Negara dan Muhammadiyah. Dengan memahami dinamika hubungan antara keempat aktor ini, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang efektivitas pelayanan panti asuhan dalam memenuhi kebutuhan anak-anak asuh dan interaksi antara lembaga sosial, keluarga, dan negara dalam konteks perlindungan anak.


Penelitian ini menggunakan pendekatan multidimensi (pendekatan multidimensi). Strategi metode ini penting, untuk dapat menganalisis topik penelitian secara lebih utuh. Metode menggunakan metode sejarah yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo dalam menampung anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan perawatan, terutama di tengah keterlambatan atau kelalaian mamak serta ketidakpedulian Negara. Dengan latar belakang kondisi tersebut, Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo menjadi suatu inisiatif yang sangat penting dan bermakna. Dengan demikian, Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlindungan dan perawatan bagi anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi dan kepedulian masyarakat dalam menanggulangi masalah sosial yang kompleks. 


Kesimpulan dari penelitian ini ialah terbukti tidak lagi menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, sehingga anak-anak akhirnya masuk ke panti asuhan. Negara, sesuai dengan undang-undang pasal 34 ayat 1 yang menyatakan “Fakir Miskin dan Anak Telantar dipelihara oleh Negaraâ€, terbukti tidak mampu menerapkannya secara efektif dalam memberikan perlindungan dan perawatan kepada anak-anak yang terpinggirkan. Hal ini menunjukkan adanya kekurangan dalam sistem dukungan sosial atau kebijakan pemerintah yang mungkin perlu dievaluasi dan diperbaiki. Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan atau keagamaan, terbukti menjadi penyelamat bagi kaum yang terpinggirkan tersebut. Hal ini menunjukkan peran penting organisasi non-pemerintah dan masyarakat sipil dalam menyediakan bantuan sosial dan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.

Abstract 28 | PDF Downloads 0

References


ARSIP

Anggaran Dasar Muhammadiyah Bab I Pasal 4 Huruf I: “Menegakkan dan Menghidup Suburkan Amal Tolong Menolong Kebijakan dan Keluarga Sejahtera”.

Anggaran Rumah Tangga Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar, 2016.

Arsip Panti AsuhanMuhammadiyah Padang Laweh Malalo Kecamatan Batipuh Selatan Kabupaten Tanah Datar, 2016.

Arsip Gambaran Umum Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Tahun 2017.

Pasal 34 UUD 1945 ayat 1 Fakir Miskin dan Anak-Anak Telantar dipelihara oleh Negara.

BUKU

A.A Navis, Robohnya Surau Kami. (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2010).

A.A Navis, Alam Terkembang Jadi Guru, (Jakarta : PT Grafiti press,1986).

AA Navis, (Alam Takambang Jadi Guru, Adat dan Kebudayaan Minangkabau, Jakarta: Grafiti Press, 1984).

Bagong Suyanto, Masalah Sosial Anak, (Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri, 2013).

Gunarsa Singgih, Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja, (Jakarta: Gunung Mulia, 2008).

Hamka, Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi. (Djakarta: Firma Tekad, 1986).

Ira Puspitorini, Stop Perceraian Selamatkan Perkawinan, (Yogyakarta: New Diglossia, 2014).

M. Radjab, Sistem Kekerabatan di Minangkabau. (Padang: Center Minangkabau Study Press, 1969).

Mochtar Naim, Merantau : Pola Migrasi Suku Minangkabau. (Yogyakarta: Gadjah Mada UniversityPress, 1984).

Taufik Abdullah, Agama dan Perubahan Sosial, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996).

Yahya Samin, dkk, Peranan Mamak Terhadap Kemenakan Dalam Kebudayaan Minangkabau Masa Kini, (Padang: PD. Intissar, 1996).

JURNAL


Budiharjo, “Pendidikan Pengasuh pada Panti Sosial Asuhan Anak Milik Masyarakat Islam di Jakarta”, Hunafa: Jurnal Studia Islamika. Vol. 12 No. 1, 2015.

Hafizah,“Pergeseran Fungsi Mamak Kandung dalam Pelaksanaan Adat Minangkabau pada Masyarakat Jorong Batu Banding Nagari Limo Koto Kecamatan Bonjol Kabupaten Pasaman”, Jurnal Ilmu Budaya, Vol. 16, No. 1, 2018.
Mar’ati Zarro, dkk, ”Muhammadiyah sebagai Gerakan Islam dan Pendidikan”. Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, Vol. 3 No. 1, 2019.

Triyani Kathrilda Ambat, “Fungsi Negara Memelihara Anak-Anak Terlantar Menurut UndangUndang Dasar 1945”,Jurnal Lex Administratum, Vol. I No. 2, 2013.

Wulan Juliani, “Metode Penelitian Sejarah”, Jurnal Seri Publikasi Pembelajaran, Vol. 1, No. 2, 2021.

WEBSITE

Edelwis Lararenjana, Tujuan Organisasi Muhammadiyah dalam website https://www.merdeka.com/jatim/tujuan-organisasi-muhammadiyah-beserta-sejarah-berdirinya-menarik-diketahui-kln.html .

Ika Dyah, Lembaga Sosial Yang Bersedia Menampung Dan Mendidik Anak Telantar dalam website http://kronologi.ppj.unp.ac.id/index.php/jk/article/view/520 .

Qata, Tugas dan Fungsi Sekretaris dalam website https://www.pelangi91.org/?page_id=10 diakses pada Selasa, 11 Oktober 2022.

WAWANCARA

Wawancara dengan Widia Sulfi Pada Senin 16 Oktober 2022.

Wawancara dengan Elfira Deviyanti pada Kamis, 19 Oktober 2022.

Wawancara dengan Drs. Nasril Datuak Tambaro Pada Minggu 15 Oktober 2022.

Wawancara dengan Zilviana selaku Guru di MtsM Padang Laweh Malalo pada, Minggu, 23 Oktober 2022.

Wawancara dengan Noviar pada Rabu, 14 September 2022.

Wawancara dengan Buk Ayu Pada Rabu, 14 September 2022.