DINAMIKA DESA MOOLO KECAMATAN BATUKARA KABUPATEN MUNA: SEBUAH TINJAUAN SEJARAH DESA, 1970-2022

Main Article Content

Hisna Hisna
La Ode Wahidin
Hasdairta Laniampe
Muh Husriadi
Mursin Mursin

Keywords

Dinamika, Desa Moolo, Mun

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang terbentuknya Desa Moolo dan asal-usul penduduk yang menghuni Moolo di Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna. Selain menjelaskan sejarah dan asal-usul masyarakat Moolo, penulis juga akan melihat dinamika yang terjadi di Desa Moolo Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna selama periode 1970-2022. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah. Menurut Louis Gottschalk terdapat empat tahapan kerja dalam penelitian sejarah antara lain: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.


Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terbentuknya Moolo menjadi desa tidak terlepas dari perkumpulan komunitas kecil pertama yang menghuni wilayah Moolo. Komunitas itu berasal dari Bangkali, sebelah Barat Pulau Muna. Mereka datang di Moolo tahun 1970 dengan tujuan berkebun. Selama berada di kawasan Moolo, penduduk tersebut memanfaatkan lahan dan hanya menanam tanaman jangka pendek yaitu, jagung, cabe, sayur dan lainnya. Pada saat komunitas ini mendiami Moolo, status administrasi Moolo masih berupa dusun dan tergabung di Desa Maligano yang pimpin oleh Bapak Tasi Alimin. Seorang mantan veteran dan salah satu tokoh pencetus Gerakan Pemuda Barisan Dua Puluh (GPB-20) di Kabupaten Muna. Komunitas dari Bangkali ini tidak bertahan lama tinggal di Moolo. Gangguan hewan buas seperti ular, babi, anoa dan hewan lainnya mengharuskan mereka meninggalkan Moolo tahun 1971. Beriringan dengan kepergian mereka, di tahun 1971-1972 kembali berdatangan transmigrasi lokal dari Tampunabale. Selama berada di Moolo mereka juga mulai berinteraksi dengan alam dan memanfaatkan lahan sebagai tempat bertani, menanam tanaman jangka panjang juga jangka pendek berupa kelapa, jambu mete, jagung, sayur, umbi-umbian dan jenis tanaman lainnya. Seiring dengan menetapnya penduduk tersebut di Moolo membuat pemerintah daerah Muna menjadikan Moolo sebagai desa definitif di tahun 1975, dengan kepala desa pertamanya adalah Bapak La Ode Hanufi. Cukup banyak pembangunan infrastruktur yang digagas oleh beliau, terutama pengadaan jalan, pasar, puskesmas dan lain-lain. Hingga tahun 2022 pengembangan sarana-prasarana di dalam desa terus dilakukan oleh pemeritah Desa Moolo demi menjunjang aktivitas sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya.

Abstract 33 | PDF Downloads 0

References

Adioetomo, Sri Moertiningsih & Samosir, Omas Bulan. 2010. Dasar-Dasar Demografi. Jakarta: Penerbit Salemba Empat
Gottschalk, Louis. 1975. Mengerti Sejarah, Terjemahan Nugroho Notosusanto. Jakarta: Yayasan Penerbit Universitas Indonesia
Jamaludin, Adon Nasrullah. 2015. Sosiologi Perdesaan. Bandung: CV Pustaka Setia
Murdiyanto, Eko. 2008. Sosiologi Pedesaan; Pengantar Untuk Memahami Masyarakat Desa. Yogyakarta: Wimaya Press
Rauf ,Rahyuniar & Maulidiah Sri. 2015. Pemerintahan Desa. Yogyakarta: Zanafa Publishing.
Rabani, Laode. 2010. Kota-Kota Pantai di Sulawesi Tenggara. Yogyakarta: Ombak
Latif, Yudi. 2020. Pendidikan yang Berkebudayaan; Histori, Konsepsi, dan Aktualisasi Pendidikan Transformatif. Jakarta: Kompas Gramedia.
Soekanto, Soejono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar Jakarta: PT. Raja Grafindo

Kabupaten Muna dalam Angka, 2004.
Kecamatan Batukara dalam Angka, 2015.
Kecamatan Batukara dalam Angka, 2022.
Profil Desa Moolo, 1975
Profil Sekolah Dasar Desa Moolo, 1978
Profil Desa Moolo, 2009
Profil Desa Moolo, 2022
Wawancara dengan Bapak La Ode Al Baharia, 2022.
Wawancara dengan Bapak La Ode Abdul Mane, 2022.
Wawancara dengan Bapak La Ode Bale, 2022.
Wawancara dengan Bapak La Ode Nurdin, 2022
Wawancara dengan Ibu Wa Simina, 2022.
Wawancara dengan Bapak La Utu, 2022
Wawancara dengan Bapak La Ode Pili, 2022.
Wawancara dengan Bapak Muhammad Takdir, 2022.
Wawancara dengan Bapak La Miisi, 2022
Wawancara dengan Ibu Wa Ode Sahifa, 2022