Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history <p><em>Journal Idea of History</em> diterbitkan untuk menghidupkan atmosfer akademik di Jurusan Ilmu Sejarah FIB UHO. Keberadaan jurnal ini bertujuan untuk mengaktualisasikan hasil penelitian dosen dan mahasiswa di bidang ilmu sejarah. Penerbitan jurnal untuk periode Agustus 2018 ini merupakan serial pertama tahun pertama penerbitan atau volume pertama nomor 01. Beberapa hasil penelitian yang diterbitkan dalam edisi perdana ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Ilmu Sejarah FIB.</p> en-US basri.uho74@gmail.com (La Ode Ali Basri) sarman.jaya45@gmail.com (Sarman) Sun, 31 Mar 2024 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 FAKIR MISKIN DAN ANAK TELANTAR DALAM DEKAPAN PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH PADANG LAWEH MALALO KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2010-2021 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2547 <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini mengkaji tentang “Sepak Terjang Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo Kabupaten Tanah Datar Tahun 2010-2021”. Ada 4 aktor utama dalam penelitian ini yaitu anak asuh, mamak, Negara dan Muhammadiyah. Dengan memahami dinamika hubungan antara keempat aktor ini, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang berharga tentang efektivitas pelayanan panti asuhan dalam memenuhi kebutuhan anak-anak asuh dan interaksi antara lembaga sosial, keluarga, dan negara dalam konteks perlindungan anak.</span></span></span></span></span></span></span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Penelitian ini menggunakan pendekatan multidimensi (pendekatan multidimensi). Strategi metode ini penting, untuk dapat menganalisis topik penelitian secara lebih utuh. Metode menggunakan metode sejarah yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.</span></span></span></span></span></span></span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo dalam menampung anak-anak yang membutuhkan perlindungan dan perawatan, terutama di tengah keterlambatan atau kelalaian mamak serta ketidakpedulian Negara. Dengan latar belakang kondisi tersebut, Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo menjadi suatu inisiatif yang sangat penting dan bermakna. Dengan demikian, Panti Asuhan Muhammadiyah Padang Laweh Malalo tidak hanya berfungsi sebagai tempat perlindungan dan perawatan bagi anak-anak yang membutuhkan, tetapi juga sebagai simbol kolaborasi dan kepedulian masyarakat dalam menanggulangi masalah sosial yang kompleks. </span></span></span></span></span></span></span></span></p> <p><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;"><span style="vertical-align: inherit;">Kesimpulan dari penelitian ini ialah terbukti tidak lagi menjalankan peran dan fungsinya dengan baik, sehingga anak-anak akhirnya masuk ke panti asuhan. Negara, sesuai dengan undang-undang pasal 34 ayat 1 yang menyatakan “Fakir Miskin dan Anak Telantar dipelihara oleh Negara”, terbukti tidak mampu menerapkannya secara efektif dalam memberikan perlindungan dan perawatan kepada anak-anak yang terpinggirkan. Hal ini menunjukkan adanya kekurangan dalam sistem dukungan sosial atau kebijakan pemerintah yang mungkin perlu dievaluasi dan diperbaiki. Muhammadiyah, organisasi kemasyarakatan atau keagamaan, terbukti menjadi penyelamat bagi kaum yang terpinggirkan tersebut. Hal ini menunjukkan peran penting organisasi non-pemerintah dan masyarakat sipil dalam menyediakan bantuan sosial dan dukungan bagi mereka yang membutuhkan.</span></span></span></span></span></span></span></span></p> Radiatul Adawiyah Radiatul Adawiyah; Zaiyardam Zaiyardam Copyright (c) 2024 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2547 Fri, 07 Jun 2024 00:00:00 +0000 DINAMIKA DESA MOOLO KECAMATAN BATUKARA KABUPATEN MUNA: SEBUAH TINJAUAN SEJARAH DESA, 1970-2022 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2557 <p>Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan latar belakang terbentuknya Desa Moolo dan asal-usul penduduk yang menghuni Moolo di Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna. Selain menjelaskan sejarah dan asal-usul masyarakat Moolo, penulis juga akan melihat dinamika yang terjadi di Desa Moolo Kecamatan Batukara, Kabupaten Muna selama periode 1970-2022. Penelitian ini menggunakan metode Sejarah. Menurut Louis Gottschalk terdapat empat tahapan kerja dalam penelitian sejarah antara lain: <em>heuristik</em>, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terbentuknya Moolo menjadi desa tidak terlepas dari perkumpulan komunitas kecil pertama yang menghuni wilayah Moolo. Komunitas itu berasal dari Bangkali, sebelah Barat Pulau Muna. Mereka datang di Moolo tahun 1970 dengan tujuan berkebun. Selama berada di kawasan Moolo, penduduk tersebut memanfaatkan lahan dan hanya menanam tanaman jangka pendek yaitu, jagung, cabe, sayur dan lainnya. Pada saat komunitas ini mendiami Moolo, status administrasi Moolo masih berupa dusun dan tergabung di Desa Maligano yang pimpin oleh Bapak Tasi Alimin. Seorang mantan veteran dan salah satu tokoh pencetus Gerakan Pemuda Barisan Dua Puluh (GPB-20) di Kabupaten Muna. Komunitas dari Bangkali ini tidak bertahan lama tinggal di Moolo. Gangguan hewan buas seperti ular, babi, anoa dan hewan lainnya mengharuskan mereka meninggalkan Moolo tahun 1971. Beriringan dengan kepergian mereka, di tahun 1971-1972 kembali berdatangan transmigrasi lokal dari Tampunabale. Selama berada di Moolo mereka juga mulai berinteraksi dengan alam dan memanfaatkan lahan sebagai tempat bertani, menanam tanaman jangka panjang juga jangka pendek berupa kelapa, jambu mete, jagung, sayur, umbi-umbian dan jenis tanaman lainnya. Seiring dengan menetapnya penduduk tersebut di Moolo membuat pemerintah daerah Muna menjadikan Moolo sebagai desa definitif di tahun 1975, dengan kepala desa pertamanya adalah Bapak La Ode Hanufi. Cukup banyak pembangunan infrastruktur yang digagas oleh beliau, terutama pengadaan jalan, pasar, puskesmas dan lain-lain. Hingga tahun 2022 pengembangan sarana-prasarana di dalam desa terus dilakukan oleh pemeritah Desa Moolo demi menjunjang aktivitas sosial, budaya, ekonomi dan lain sebagainya.</p> Hisna Hisna, La Ode Wahidin, Hasdairta Laniampe, Muh Husriadi, Mursin Mursin Copyright (c) 2024 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2557 Fri, 07 Jun 2024 00:00:00 +0000 KABUPATEN MUNA PADA MASA PEMERINTAHAN LA ODE SAAFI AMANE, 1981-1986 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2549 <p>Febya Nabila, Stambuk N1C1 19 059, Judul Penelitian “Kabupaten Muna pada Masa Pemerintahan La Ode Saafi Amane 1981-1986”. di bawah bimbingan Dr.La Ode Ali Basri, S.Pd.,M.Si selaku Pembimbing I dan Dr.Syahrun, S.Pd.,M. Si selaku Pembimbing II.</p> <p>Tujuan penelitian ini yaitu untuk: (1) Untuk menjelaskan keadaan sosial, ekonomi dan politik Kabupaten Muna pada masa pemerintahan La Ode Saafi Amane. (2) Untuk menjelaskan strategi kebijakan La Ode Saafi Amane dalam melaksanakan pemerintahan diKabupaten Muna.</p> <p>Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik, (c) Verifikasi, (d) Interpretasi, (e) Historiografi.</p> <p>Hasil penelitian ini adalah (1) Dalam aspek sosial Kabupaten Muna, La Ode Saafi Amane mempunyai visi membangun mulai dari Desa. Pembangunan Desa yang dilakukan pada masa pemerintahan La Ode Saafi Amane dimulainya dengan menata masyarakat desa-desa terisolir. Perekonomian Kabupaten Muna pada masa pemerintahan La Ode Saafi Amane lebih condong pada pemanfaatan sumber daya alam yang melimpah dalam bidang pertanian. Sosok La Ode Saafi Amane sudah mulai dikenal oleh masyarakat pada saat menjadi Sekretaris Daerah Muna sehingga pada masa jabatan La Ode Saafi Amane keadaan suhu politik Kabupaten Muna stabil tidak ada gejolak. (2) Kebijakan sosial yang dikeluarkan pada masa pemerintahanya dapat dilihat dari berbagai program serta pembangunan yang dilakukan diantaranya yakni program Resetlemen, meningkatkan kualitas pendidikan dengan mendirikan beberapa sarana pendidikan serta meningkatkan infrastruktur penunjang seperti jalan dan lain sebagainya.</p> Febya Nabila, La Ode Ali Basri, Syahrun Syahrun Copyright (c) 2024 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2549 Fri, 28 Jun 2024 00:00:00 +0000 ALIH FUNGSI LAHAN PERKEBUNAN PT. KAPAS INDAH INDONESIA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PENDUDUK DI DESA LALONGGOMBU KECAMATAN LAINEA KABUPATEN KONAWE SELATAN: 1998-2021 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2556 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan alasan masyarakat mengambil alih kepemilikan lahan perkebunan PT. Kapas Indah Indonesia di </em><em>Desa Lalonggombu Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan, (2) untuk mengetahui proses alih fungsi lahan perkebunan, (3) menjelaskan dampak&nbsp; alih fungsi lahan perkebunan. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan, yaitu pemilihan topik, heuristic, kritik sumber, interpretasi sumber, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Alasan Masyarakat Desa</em> <em>Lalonggombu Mengambil Alih Lahan Perkebunan PT. Kapas Indah Indonesia di Desa Lalonggombu Kecamatan Lainea Kabupaten Konawe Selatan dikarenakan Lahan PT. Kapas Indah Indonesia dipandang sebagai O sambu (hak&nbsp; ulayat yang berupa hutan belantara) oleh masyarakat suku Tolaki Pada Desa Lalonggombu. (2) Proses kepemilikan lahan PT. Kapas Indah Indonesia berawal dari gugatan masyarakat Desa Lalonggombu yang merupakan pemilik tanah ulayat sebelum adanya pembukaan lahan yang dilakukan oleh PT. Kapas Indah Indonesia, lahan PT. Kapas Indah Indonesia yang berasal dari hutan serta bekas perkampungan warga sebelum zaman penjajahan Belanda yang ditinggali masyarakat dan telah diambil paksa pemerintah tanpa adanya kompromi dan perlawanan dari pemilik lahan. (3) Setelah lahan PT. Kapas Indah Indonesia diolah oleh masyarakat setempat, timbulah berbagai dampak kehidupan sosial ekonomi masyarakat mulai meningkat seperti dari aspek ekonomi berpengaruh pada kesehatan masyarakat membaik, rumah-rumah warga yang mulai bagus, meningkatnya pendidikan mulai SD hingga Perguruan Tinggi, dan lain-lain. Sedangkan dari aspek sosial warga bergotong royong membersihkan kebun, mulai mengenal sistem arisan, hingga status sosial masyarakat dapat meningkat.</em></p> Nydia Puspitasari, Sitti Hermina, Faika Burhan, Subhan Effendi Copyright (c) 2024 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2556 Fri, 28 Jun 2024 00:00:00 +0000