Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history <p><em>Journal Idea of History</em> diterbitkan untuk menghidupkan atmosfer akademik di Jurusan Ilmu Sejarah FIB UHO. Keberadaan jurnal ini bertujuan untuk mengaktualisasikan hasil penelitian dosen dan mahasiswa di bidang ilmu sejarah. Penerbitan jurnal untuk periode Agustus 2018 ini merupakan serial pertama tahun pertama penerbitan atau volume pertama nomor 01. Beberapa hasil penelitian yang diterbitkan dalam edisi perdana ini merupakan hasil penelitian mahasiswa Ilmu Sejarah FIB.</p> en-US basri.uho74@gmail.com (La Ode Ali Basri) sarman.jaya45@gmail.com (Sarman) Mon, 18 Sep 2023 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 EKSISTENSI GUA UMBULTUK SEBAGAI PERSEMBUNYIAN SISA-SISA G30S/PKI https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2287 <p>Dalam sejarahnya, PKI memiliki banyak pergolakan dan pengorbanan yang dialami. Dari tahun ke tahun PKI seringkali berupaya untuk melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Indonesia. Pemberontakan terakhir PKI yang paling menjadi sorotan terjadi pada 30 September 1965 yang dikenal dengan G30S/PKI. Pemerintah telah melancarkan operasi militer untuk menumpas PKI. Persebaran PKI menyebar dari daerah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali. Di daerah Jawa Timur tepatnya di Blitar Selatan merupakan salah satu tempat persembunyian PKI karena adanya dukungan dari kondisi geografis wilayahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan pemahaman kepada kalayak umum jika Blitar Selatan merupakan wilayah yang juga turut menjadi tempat persembunyian PKI dari tahun 1965-1968. Metode penelitian yang dipergunakan adalah berbasiskan studi pustaka dimana teknik mengumpulkan data dilakukan dengan cara menggali data dan fakta dari e-book, jurnal, ataupun penelitian-penelitian terdahulu yang relevan. Dengan demikian diharapakan pembaca bisa memahami perihal sejarah ditemukannya Goa Umbultuk di Blitar Selatan, alasan keberadaan Goa Umbultuk sebagai tempat persembunyian PKI, dan lokasi Goa Umbultuk perspektif geografis, dan analisis Gua Umbultuk sebagai tempat persembunyian G30S/PKI dalam aspek lingkungan.</p> Arina Manasikana, Ulfa Dwi Wulandari; Anggoro Putranto Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2287 Fri, 06 Oct 2023 00:00:00 +0000 MIGRASI ORANG BUGIS DI DESA TOLI-TOLI KECAMATAN KABAENA TIMUR KABUPATEN BOMBANA, 1970-2018 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2257 <p>Penelitian ini mengkaji tentang migrasi orang Bugis di Desa Toli-Toli Kecamatan Kabaena Timur Kabupaten Bombana, 1970-2018 dengan tujuan untuk menjelaskan beberapa hal: (1) Latar belakang migrasi orang Bugis di Desa Toli-Toli Kecamatan Kebaena Timur, (2) Proses migrasi orang Bugis di Desa Toli-Toli Kecamatan Kebaena Timur, (3) Perkembangan sosial ekonomi orang Bugis di Desa Toli-Toli Kecamatan Kebaena Timur. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari beberapa tahapan yakni: pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil&nbsp; penelitian menunjukkan; <em>Pertama</em>, &nbsp;latar berlakang migrasi orang Bugis di Desa Toli-Toli dipengaruhi dua faktor yakni faktor pendorong dan faktor penarik. Faktor pendorong terdiri dari, faktor tradisi budaya merantau, sempitnya lapangan pekerjaan, berkurangnya lahan pertanian. Faktor penariknya antara lain tersedianya lahan dan letak geografis. <em>Kedua</em>, proses migrasi orang Bugis di Desa Toli-Toli mulai tahun 1970 yang dipelopori oleh Musa, Idrus, dan M. Nur yang berasal dari daerah Bone. Migrasi di Desa Toli-Toli dilakukan secara langsung dan bertahap. Migrasi secara langsung yaitu suatu proses perpindahan langsung di daerah tujuan secara individu. Sedangkan migrasi secara bertahap yaitu mingrasi yang dilakukan secara terpisah dengan keluarga. <em>Ketiga</em>, kehidupan sosial ekonomi orang Bugis di DesaToli-Toli Kecamatan Kabaena Timur Kabupaten Bombana mengalami peningkatan secara bertahap karena para migrasi memiliki etos kerja yang tinggi serta mampu berinteraksi dengan penduduk.</p> Akhmad Marhadi, Arfika Arfika, Salebaran Salebaran; Arman Arman Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2257 Fri, 06 Oct 2023 00:00:00 +0000 SEJARAH PEMUKIMAN ETNIS BALI DI DESA JATI BALI KABUPATEN KONAWE SELATAN https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2258 <p>Penelitian ini mengkaji tentang Sejarah Kehidupan Masyarakat Etnis Bali di Desa Jati Bali Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini menarik karena masih terbatasnya pembahasan mengenai sejarah dan budaya etnis Bali khususnya di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) awal kedatangan etnis Bali membentuk permukiman di Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan (2) Interaksi budaya Etnis Bali dengan penduduk lokal di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan konstribusi dalam rangka pelestarian nilai-nilai sejarah dan budaya di Sulawesi Tenggara. Penyediaan data dilakukan dengan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Data dikumpulkan dari wawancara dengan informan, observasi langsung di lokasi penelitian serta dokumen formal/data sekunder dari pustaka yang relevan. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif.</p> <p>Hasil penelitian ini menunjukkan (1) awal kedatangan etnis Bali membentuk permukiman di Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan yaitu berdasarkan program pemerintah di zaman orde baru, pada saat itu etnis Jawa dan Bali mengikuti program transmigrasi. Tahun 1968 Etnis Bali tiba di wilayah Kecamatan Ranomeeto kemudian membentuk desa Jati Bali. Proses transmigrasi dilakukan tidak terlepas dari faktor pendorong dan penarik dari wilayah asal maupun wilayah tujuan sehingga etnit Bali mampu berkembang dan beradaptasi dengan penduduk lokal (2) Interaksi budaya Etnis Bali dengan penduduk lokal di desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dilakukan dengan kebiasaan gotong royong dan etnis Bali tidak menutup diri terhadap penduduk lokal. Etnis Bali di Desa Jati Bali menjunjung adat istiadat mereka namun pelaksanaannya lebih kondisional. Tampak budaya Etnis Bali di desa Jati Bali seperti pola pemukiman, perumahan, Upacara Ngaben, Ritual Yajna serta ritual-ritual lain yang teridentifikasi dalam tata cara pertanian baik saat membuka lahan maupun saat panen. Penduduk lokal di wilayah sekitar Desa Jati Bali memahami tradisi dan budaya Bali sehingga terjadi interaksi sosial budaya yang baik dan saling menguntungkan.</p> Syahrun Syahrun, Aswati Mukadas, Faika Burhan, Sarman Sarman; Hisna Hisna Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2258 Sun, 19 Nov 2023 00:00:00 +0000 STRATEGI PERTAHANAN MILITER JEPANG DI AMOITO SIAMA RANOMEETO GUN: 1942-1945 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2364 <p>Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk menjelaskan latar belakang Amoito Siama dijadikan sebagai basis pertahanan militer. (2) Untuk menjelaskan strategi pertahanan militer Jepang di Amoito Siama. Metode yang digunakan pada penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo yang terbagi atas Pemilihan topik, Heuristik, Verifikasi sumber, Interpretasi sumber, dan Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Latar belakang Amoito Siama dijadikan sebagai basis pertahanan militer Jepang adalah letak wilayahnya yang strategis berada di kawasan lapangan udara sehingga dalam mempertahankan keutuhan lapangan udara Kendari II. Kondisi geografis Amoito Siama yakni berada di dataran tinggi, berbukit dan cenderung tertutupi oleh bukit dan hutan yang lebat. Kondisi tersebut strategis untuk mendirikan bangunan pertahanan dan berbagai aktivitas militer lainnya untuk menghalau pergerakan musuh yang datang dari arah yang tidak terduga. Strategi pertahanan militer Jepang di Amoito Siama auntuk melancarkan pengawasannya adalah dengan menerapkan strategi memobilisasi penduduk pribumi dengan membentuk barisan yang dikomandoi oleh tentara Jepang sebagai strategi pertahanan non fisik, antara lain: <em>seinendan</em>, <em>heiho</em>, dan <em>romusha</em>. Selain itu, Jepang juga membentuk kerjasama pertahanan untuk membangun sarana-sarana perlindungan sebagai pertahanan fisik atas bantuan tenaga kerja <em>romusha</em>, seperti bunker<em>, revetment</em>, dan terowongan yang hingga saat ini masih dijumpai di Amoito Siama.</p> Pita Mariani, Hayari Hayari; Hasni Hasan, Hamuni Hamuni Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2364 Sun, 19 Nov 2023 00:00:00 +0000 PELABUHAN TOROBULU PADA MASA PENDUDUKAN JEPANG, 1942-1945 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2385 <p>Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan tentang bagaimana awal berdirinya Pelabuhan Torobulu, fungsi Pelabuhan Torobulu terhadap sektor ekonomi rakyat setempat menjelang kedatangan Jepang di Torobulu. Selain itu juga membahas fungsi Pelabuhan Torobulu masa Pendudukan Jepang di Torobulu? Jenis penelitian ini merupakan penelitian sejarah maritim yang bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan pendekatan struktural. Penelitian ini menggunakan metode sejarah menurut Kuntowijoyo dengan melalui lima tahapan kerja antara lain: pemilihan topik, <em>heuristik</em>, verifikasi/kritik sumber, interpretasi dan historiografi. &nbsp;Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa awal mula berdirinya Pelabuhan Torobulu bersamaan pada saat Belanda menguasai Kendari. Mereka mulai melaksanakan sistem pemerintahannya di daerah-daerah pedalaman termasuk di wilayah Torobulu. Salah satu hal yang dianggap menguntungkan Belanda di Torobulu adalah dengan dibangunnya Pelabuhan Torobulu. Meskipun secara fisik pembangunannya masih dalam kerangka yang sangat sederhana. Namun hadirnya pelabuhan ini sangat besar pengaruhnya hingga masa sekarang terus mengalami &nbsp;perkembangan. Pelabuhan Torobulu memiliki pengaruh bagi sektor ekonomi masyarakat terutama pada aspek perdagangan. Letak Pelabuhan Torobulu yang startegis menjadi bandar pelabuhan sangat cocok bagi pedagang lokal maupun pendatang untuk menjual barang dagangannya di Torobulu. Kaum nelayan&nbsp;juga&nbsp;diuntungkan&nbsp;dengan&nbsp;hadirnya&nbsp;pelabuhan&nbsp;tersebut &nbsp;dalam&nbsp;menyandarkan kapalnya&nbsp;serta&nbsp;menjual&nbsp;hasil tangkapannya dari melaut. Di sisi lain Pelabuhan Torobulu memiliki fungsi dan posisi yang strategis sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai daerah pertahanan tentara Jepang dalam menguasai wilayah Torobulu. Mereka menjadikan Pelabuhan Torobulu sebagai markas pengintaian (mata-mata) dalam mengawasi dan menjaga wilayah kekuasaan Jepang di kawasan tersebut.</p> Dewi Novriyanti Ode Maka, Ali Hadara, Ajeng Kusuma Wardani Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2385 Thu, 14 Dec 2023 00:00:00 +0000 MAKNA UNGKAPAN POMALIA DALAM MASYARAKAT WAWONII https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2382 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kepercayaan masyarakat Wawonii terhadap <em>pomalia</em>. Masyarakat Wawonii percaya bahwa setiap perbuatan akan melahirkan akibat baik ataupun buruk terhadap diri sendiri. Olehnya itu masyarakat Wawonii diharapkan untuk selalu berhati-hati dalam bertindak serta selalu memikirkan akibat dari setiap perbuatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna ungkapan <em>Pomalia</em> pada masyarakat Wawonii di Desa Dongkalaea Kecamatan Wawonii Utara Kabupaten Konawe Kepulauan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini adalah ungkapan-ungkapan <em>pomalia</em> yang ada dalam masyarakat Wawonii khususnya di desa Dongkalaea Kecamatan Wawonii Utara Kabupaten Konawe Kepulauan. Sumber data penelitian ini adalah masyarakat desa Dongkalaea yang mengetahui dan paham tentang ungkapan-ungkapan <em>pomalia</em> dalam masyarakat Wawonii. Teknik pengumpulan data penelitian adalah teknik observasi, wawancara, dokumentasi dan rekam. Data dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan pendekatan antropolinguistik. Dari hasil penelitian ditemukan 24 <em>data pomalia</em> dengan rincian; <em>pomalia</em> bermakna tabu terdapat 5 data, <em>pomalia </em>bermakna pantangan terdapat 7 data, dan <em>pomalia </em>bermakna larangan terdapat 12 data.</p> Wa Ode Halfian, Darmiana Darmiana; Fina Amalia Masri; Nurlailatul Qadriani Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2382 Thu, 14 Dec 2023 00:00:00 +0000 LA ODE KAIMOEDDIN: DARI ANAK RAJA HINGGA BIROKRAT, 1935-2009 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2391 <p>Penelitian ini mengkaji tentang biografi La Ode Kaimoeddinm, 1935-2009 dengan tujuan menjelaskan kehidupan La Ode Koemoddin sebagai anak raja serta menjelaskan peran La Ode Kaimoeddin di Sulawesi Tenggara. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri dari beberapa tahapan yakni: pemilihan topik, pengumpulan sumber, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil&nbsp; penelitian menunjukan; <em>Pertama</em>,&nbsp; La Ode Kaimoeddin lahir di Raha pada 26 Oktober 1935 dari pasangan La Ode Dhika (Komasigino) dan Wa Ode Siti Saleha. Ia di besarkan dengan kebesaran adat&nbsp; dan juga kultur masyarakat agraris penganut nilai-nilai islam yang taat. Semasa kecil&nbsp; di kenal sebagai sosok anak&nbsp; yang cerdas dan aktif. Selain itu, ia juga&nbsp; diajarkan untuk mandiri, bertanggung jawab dan juga disiplin. Lahir dari anak&nbsp; Raja tidak menjadikannya untuk bermalas-malasan ataupun bermanja-manja. <em>Kedua</em>, La Ode Kaimoeddin memiliki peranan penting dalam birokrasi pemerintahan. Dalam perkembangankarirnya pada tahun 1974-1981, La Ode Kamoeddin menjadi Bupati Muna yang ke V. Kemudian pada tahun 1981 La Ode Kaimoeddin menjadi Ketua Bappeda dan melanjutkan kiprahnya menjadi Pembantu Gubernur Kepulauan dan Daratan Sulawesi Tenggara pada tahun 1987-1990, kemudian menjadi Gubernur Sulawesi Tenggara selama dua periode, periode pertama pada tahun 1992-1997 dan pada periode ke dua terpilih pada tahun 1997-2002 ia meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pendapatan perkapita, jumlah penduduk miskin berkurang, pembangunan sarana dan prasarana fisik dan ekonomi meningkat, pembangunan pendidikan serta sarana dan prasarana perkantoran.</p> Asrul Syawal, La Ode Ali Basri; Sitti Hermina Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2391 Thu, 14 Dec 2023 00:00:00 +0000 KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI PETANI RUMPUT LAUT DI DESA BUNGIN PERMAI KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN TAHUN 2000-2019 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2399 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengidentifikasikan kehidupan sosial ekonomi serta masalah yang dihadapi petani rumput laut di Desa Bungin Permai Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan Tahun 2000-2019. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan penelitian: 1) Heuristik Sumber, terdiri dari sumber tertulis, sumber keperpustakaan, sumber lisan dan sumber benda. 2) Kritik Sumber, kritik eksternal dan kritik internal 3) Interpretasi sumber, menafsirkan fakta sejarah sebagai sumber subjektif 4) Historiografi, sistematis dan akhir dari penyusunan penelitian sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehidupan sosial petani rumput laut di Desa Bungin Permai mengalami perubahan dan peningkatan pada setiap tahunnya. Hal tersebut dapat ditinjau dari beberapa aspek, seperti; aspek Pendidikan, petani rumput laut di Desa Bungin Permai pada tahun 2000an masih rendah namun pada tahun 2019 petani rumput laut dengan pendapatan yang lebih mulai muncul kesadaran mengenai arti penting pendidikan bagi anak-anaknya. Kedua, aspek kesehatan masyarakat petani rumput laut di Desa Bungin Permai tahun 2000an untuk menjaga dan mengobati penyakit masih menggunakan cara tradisional, namun pada tahun 2019 mereka mulai beralih pada praktik kesehatan modern.ketiga, &nbsp;aspek interaksi sosial para petani saling mengedukasi cara budidaya rumput laut sehingga terjalin hubungan keakraban satu sama lainnya. Kehidupan ekonomi petani rumput laut di Desa Bungin Permai dapat ditinjau dari beberapa aspek pula, seperti modal pembudidaya rumput laut. Besar kecilnya Modal usaha budidaya rumput laut di tentukan oleh jumlah bentangan tali rumput laut. Pada bagian ini, masalah yang di hadapi petani rumput laut di Desa Bungin Permai adalah harga jual rumput laut yang turun drastis karena monopoli pasar jual beli rumput laut. Selain itu, Upah tenaga kerja karyawan pembibit rumput laut dengan bayaran sebesar Rp. 7.000 pertali juga ikut mempengaruhi. Selain itu, aspek pemasaran hasil panen rumput laut di Desa Bungin Permai dimana pedagang pengumpul menimbang dan transaksi rumput laut di lakukan ditempat juga turut mewarnai kehidupan petani rumput laut.</p> Asring Asring, Abdul Alim, Fatma Fatma; Subhan Effendi Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2399 Thu, 14 Dec 2023 00:00:00 +0000 SITUS RAHAMBUU DESA LELEWAWO KECAMATAN BATU PUTIH KABUPATEN KOLAKA UTARA https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2384 <p>Peninggalan yang terdapat pada situs Rahambuu berupa Batu yang disebut Watu Karambau dan Gua Wawaeya yang di dalamnya ditemukan benda-benda yang memiliki nilai sejarah berupa; 4 fragmen keramik dengan motif flora (tumbuhan), motif coklat dan garis, 8 fragmen tembikar yang berwarna merah kecoklatan dengan motif polos, 5 fragmen gelang yang diduga terbuat dari logam (perunggu), 2 fragmen gong, 2 fragmen tulang manusia dan juga fragmen moluska yaitu <em>Anadara granosa, Polymesoda erosa, Anadara granosa, Tridacna maxima, Stenomelania crenulata</em>, <em>Terebralia sulcata</em> dan <em>Mesalia mesal</em> yang bersebaran di permukaan&nbsp; lantai gua. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan “Situs Rahambuu Desa Lelewawo Kecamatan Batu Putih Kabupaten Kolaka Utara,” sesuai fungsinya. Metode yang digunakan didalam penelitian ini adalah metode Sejarah yang mengacu pada langkah-langkah (1) Pemilihan topik, (2) Pengumpulan sumber, (3) Kritik sumber, (4) Interpretasi, (5) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi situs yang ada di Rahambuu yaitu Watu Karambau sebagai tempat melaksanakan upacara adat dan Gua Wawaeya yang awalnya sebagai gua hunian kemudian beralih fungsi menjadi gua penguburan&nbsp; yang diperkuat dengan temuan-temuan fragmen yang telah ditemukan di gua dan juga hasil wawancara dengan masyarakat setempat.</p> Asrijal Asrijal, Basrin Melamba; Aslim Aslim Copyright (c) 2023 Journal Idea of History https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2384 Thu, 14 Dec 2023 00:00:00 +0000