KAWIA : RITUAL PERKAWINAN PADA ORANG CIA-CIA WABULA DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON

Authors

  • Novianti Novianti Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya
  • La Janu Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Keywords:

marriage , custom, cia-cia, wabula

Abstract

The marriage rituals of the cia-cia wabula people in wabula Village show that in the marriage customs of the Wabula people recognize 2 (two) forms of marriage, namely marriage ramai (kawia rame) and marriage lari (kawia popolaiaso). marriage ramai (kawia rame) is a marriage that occurs in accordance with the expectations of parents whose sequence follows the sequence of procedures and protocols that have been determined by official custom and are openly known to the public. The stages of implementation include the pisoloi stage (tracing the candidate), the kabheka-bheka stage (peeking, reviewing the prospective wife), the tauano pulu stage (binding words), losa (proposal and proposal), the bhawa ano tangabha stage (delivering the proposal), langgoa (the process of setting foot for the first time at the prospective wife's house), bhawa'ano singkaru (delivering the fiancé's ring), and the kawia stage (marriage ceremony) While a runaway marriage (kawia popolaiaso) is a marriage which in its implementation does not follow the rules of the applicable marriage customs. While kawi popolaiaso is carried out in stages: (a) the lovers are of the same mind to elope secretly; (b) the two of them arrive at the residence of the local priest or KUA.

 

References

Al Azizi, Abdul Syukur. Sakina Mawaddah Wa Rahmah. 2017. Yogyakarta. Diva Press

Ardium, Dini. 2017. Fungsi Dan Makna Ritual Kaghotino Isa Di Kecamatan Duruka Kabupaten Muna.(Skripsi). Jurusan Tradisi Lisan Universitas Halu Oleo.

Bachtiar, A. 2004.Menikah Maka Engkau Akan Bahagia. Yogyakarta: Saujana.

Fox, James J. 1986. Bahasa Sastra dan Sejarah: Kumpulan Karang Mengenai Masyarakat Pulau Roti.n Jakarta: Djambatan.

Ginddes, A. 2003.Masyarakat Post Tradisional.Yogyakarta.IRCiSoD.

Hadi, Y. Sumandiyo. 2000. Seni Dalam Ritual Agama. Yogyakarta: Yayasan Untuk

Indonesia.

Herusatoto, Budiono. Simbolisme Dalam Masyarakat Jawa. Yogyakarta: Hanindita, 2001.

Jamaludin, I.K. Seken, L. P. Artini.2013. Analisis Bentuk Fungsi Dan Makna Lelakaq Dalam Acara Sorong Serah Pada Ritual Pernikahan Adat Sasak.Volume 2. Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa, Program Pascasarjana Universitas Pendididkan Ganesha Singaraja

Kartika,Yuni. 2020. Pernikahan Adat Jawa Pada Masyarakat Islam Di Desa Kalidadi Kecamatan Kalirejo Kabupaten Lampung Tengah. Skripsi Jurusan Sosiologi Agama Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama Universitas Islam Negeri Lampung.

Koentjaraningrat. 1990. Sejarah Teori Antropologi II. Jakarta: UI. Press.

Mardiana. 2017.Tradisi Pernikahan Masyarakat Di Desa Bontolempangan Kabupaten Gowa (Akulturasi Budaya Islam dan Budaya Lokal ). Skripsi) Jurusan Sejarah dan Kebudayaan Islam Fakultas Abad dan Humaniora UIN Makasar.

Mukhtar. 2013. Metode Praktis Penelitian Deskriptif Kualitatif. Jakarta Selatan: Referensi.

Nadesul.Handrawal. 1993. Bayang-Bayang Perkawinan. Jakarta. Puspa Swara.

Nahtadi, Didi. 2015, Tradisi Ayun pengantin dalam Perkawinan Masyarakat Kabupaten Serang. Skripsi Jurusan Konsentrasi Peradilan Agama Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Jakarta.

Purwasita, Andrik. 2003. Komonikasi Multikultural. Surabaya Muhammadiya University Press.

Putra, Sadam Wijaya. 2016. Upacara Adat Perkawinan Angka Mata Suku Muna di Desa Wambona Kecamatan Wakorumba Selatan. Skripsi FIB UHO. Kendari.

Ratna. 2018. Adat Perkawinan Suku Bajo Di Desa Sainoa Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali. Skripsi. Jurusan Ilmu Sejara Universitas Halu Oleo

Robetson, Ronal. 1998. Analisis Dan Interpretasi Sosiologis. Jakarta: Rajawali.

Rohman Fatkhur. 2015. Makna Filosofi Tradisi Upacara Perkawinan Adat Jawa Kraton Surakarta Dan Yogyakarta. Fakultas Ushuluddin UIN Walisongo Semarang.

Sapri, Andi. 2012. Komunikasi Simbolik Dalam Proses Perkawinan Angka Mata. Skripsi Jurusan Komunikasi FISIP Unhalu.

Setiady, Tolib. 2009. Hukum-Hukum Adat Perkawinan. Jakarta: Pustaka.

Soekanto, Soerjono. (1990). Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Spradley, James P. 1997. Metode Penelitian Etnografi. Jakarta. Tiara Wacana.

Susanto, Astrid S. 1983. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial Budaya. Bina Cipta

Syahril, Drama. 2016. Pelaksanaan Adat Perkawinan Masyarakat Muna Di Kecamatan Katobu Kabupaten Muna 1995-2014. Kendari: Skripsi FKIP Universitas Halu Oleo.

Tarimana, Abdurrauf. 1989. Kebudayaan Tolaki (Seri Etnografis). Jakarta: Balai Pustaka.

Wa Kuasa. 2011. Adat Perkawinan Etnik Muna Kajian Struktur Dan Fungsi. Kendari. Unhalu Press.

Winangun, Wartaya. 1990. Masyarakat Bebas Struktur, Liminalitas dan Komunitas Menurut Turner.Yogyakarta: Kanisius.

Additional Files

Published

2023-12-20

How to Cite

Novianti, N., & Janu, L. . (2023). KAWIA : RITUAL PERKAWINAN PADA ORANG CIA-CIA WABULA DI DESA WABULA KECAMATAN WABULA KABUPATEN BUTON. KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 7(2), 192–199. Retrieved from https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabantiantropologi/article/view/2291

Issue

Section

Volume 7 Nomor 2, Desember 2023