https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/issue/feed LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya 2024-01-19T04:48:53+00:00 Rahmat Sewa Suraya mhat_suraya@yahoo.co.id Open Journal Systems <p>Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian, artikel ilmiah, makalah lmiah dalam bidang kelisanan dalam bidang sastra dan budaya di Indonesia. Jurnal ini terbuka untuk para peneliti dan para penulis yang kberminat dalam kajian tradisi lisan khususnya kelisanan dalam budaya dan sastra di Indonesia.</p> https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/2474 RITUAL MOTASU (PENANAMAN PADI) PADA MASYARAKAT TOLAKI DI DESA BUKE KECAMATAN BUKE KABUPATEN KONAWE SELATAN 2024-01-19T01:48:00+00:00 Putri Yani putriani8431@gmail.com Rahmat Sewa Suraya mhat_suraya@yahoo.co.id La Ode Marhini laodemarhini@uho.ac.id <p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan, tuturan dan fungsi yang terkandung dalam ritual<em>Motasu</em>. Penelitian ini dilakukan di Desa Buke Kecamatan Buke Kabupaten Konawe Selatan pada bulan Februari sampai Maret 2023 dengan menggunakan pendekatan kualitatif Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa proses ritual <em>Motasu</em> melalui tiga yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap akhir. Pada setiap proses yang dilakukan dalam ritual <em>Motasu</em> terdapat tuturan dan fungsi yang Mengandung makna tertentu. Fungsi yang terkandung dalam ritual <em>Motasu</em> merupakan bentuk interpretasi dalam meminta perlindungan kepada penguasa hutan (alam gaib). Sebagaimana yang terlihat sampai saat ini, ritual <em>Motasu</em> masih tetap bertahan dan terus dilakukan dalam kehidupan masyarakat Tolaki.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/2475 EKSISTENSI MAKANAN TRADISIONAL KABUTO PADA ETNIK MUNA (STUDI DI DESA LAMAEO KECAMATAN KABAWO KABUPATEN MUNA) 2024-01-19T01:55:26+00:00 lisna yani lisnayanikabawo@gmail.com Rahmat Sewa Suraya mhat_suraya@yahoo.co.id Shinta Arjunita Saputri shinta.a.saputri@uho.ac.id <p>Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembuatan Kabuto pada etnik Muna di Desa Lamaeo Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna, dan untuk mengetahui Jenis Olahan Apa Saja Yang Terbuat Dari Kabuto pada etnik Muna di Desa Lamaeo Kecamatan Kabawo. Bentuk penelitian ini adalah penelitian deskriptif Kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data, observasi dan wawancara terhadap pelaku pembuatan Kabuto serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembuatan Kabuto terdiri dari beberapa tahapan: Pertama, Proses penggalian ubi kayu (singkong), kedua proses Pengupasan Ubi kayu (singkong) ketiga, Proses Penjemuran ubi kayu (singkong) yang suda di kupas, selama empat hari pada musim tertentu. Keempat, proses <em>Kaghombo</em> (diperam), Ubi kayu (Singkong) yang telah dijemur selama empat hari lalu, di simpan dalam keranjang atau karung beserta daun Ubi kayu (singkong) sebagai penutup di sisi tertentu, kemudian disimpan di atas loteng sebagai proses fermentasi atau untuk pengawetan Kabuto, yang dilakukan di pagi hari. Adapun jenis olahan makanan tradisional Kabuto terdiri, seperti <em>Kantinibhera</em>, <em>Kaloli</em>, dan <em>Kantofi</em>.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/2476 RITUL POANCINO BUKU PADA MASYARAKAT DI DESA MAROBO KECAMATAN MAROBO KABUPATEN MUNA 2024-01-19T01:59:26+00:00 farida farydaida23@gmail.com Nurtikawati Nurtikawati nurtikawatika@gmail.com La Ode Marhini laodemarhini@uho.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual <em>Poancino Buku</em> pada Masyarakat di Desa Marobo Kecamatan Marobo Kabupaten Muna dan mendeskripsikan makna simbolik yang terkandung dalam ritual <em>Poancino Buku</em>. serta mendeskripsikan pantangan ritual <em>Poancino Buku</em> pada Masyarakat di Desa Marobo Kecamatan Marobo Kabupaten Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam yaitu kepada pihak yang telah ditemukan dengan menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Serta observasi langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari pengumpulan data melalui dokumen dan literatur yang berhubungan dengan topik penelitian. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dilakukan dengan cara pengumpulan data, redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) proses pelaksanaan ritual <em>Poancino Buku </em>di antaranya: tahap pemberitahuan kepada <em>dukun kampung</em>, tahap pengumpulan keluarga, tahap persiapan yaitu mengumpulkan perlengkapan bahan dan alat yang akan digunakan pada ritual <em>Poancino Buku.</em> tahap pelaksanaan yaitu pembacaan <em>do’a</em> di halaman rumah yang dipandu oleh seorang <em>dukun kampung</em>. Dan tahap akhir/penutup. (2) makna simbolik ritual <em>Poancino Buku</em> memiliki makna pada sesajen yang disediakan di antaranya <em>hono lapi</em> (daun lapi) sebagai simbol Alquran, <em>kahoho</em> (daun sirik), <em>kowala</em> (janur) &amp;<em> ma’keno me’a (</em>buah pinang) sebagai simbol penghubung dengan Allah Tallah.<em> Oci</em> (nasi)<strong>, </strong><em>unteli</em> (telur)&amp; <em>kenta katamba </em>(ikan katamba) memiliki makna simbolik sebagai pembawa rezeki pada orang-orang tertentu. <em>dupa </em>(kemenyan) sebagai simbol pemberitahuan kepada Allah SWT, Bahwa masyarakat sedang melaksanakan ritual <em>Poancino Buku. </em>(3) pantangan ritual <em>Poancino Buku </em>yaitu selama empat hari empat malam masyarakat yang melaksanakan ritual tersebut tidak boleh memberikan barang ataupun benda kepada orang lain Karena Selama empat hari empat malam rezeki yang dimiliki masih dalam tahap diombo.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/2477 TRADISI MAPPAMULA ASE BARU PADA AWAL PANEN PADI DALAM MASYARAKAT BUGIS DI DESA RARONGKEU KECAMATAN LANTARI JAYA KABUPATEN BOMBANA 2024-01-19T03:43:27+00:00 Salma Yuliana Tou salmayuliana11@gmail.com Nurtikawati nurtikawatika@gmail.com Shinta Arjunita Saputri shinta.a.saputri@uho.ac.id <p>Tradisi <em>Mappamula Ase Baru</em> merupakan suatu tradisi masyarakat Bugis yang dilaksanakan ketika memasuki awal panen padi. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui proses pelaksanaan Tradisi <em>Mappamula Ase Baru</em> pada masyarakat Bugis di Desa Rarongkeu Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana; 2) menganalisis fungsi Tradisi <em>Mappamula Ase Baru</em> pada masyarakat Bugis di Desa Rarongkeu Kecamatan Lantari Jaya Kabupaten Bombana. Dalam penelitian ini menggunakan teori Fungsionalisme Bronislaw Malinowski dengan Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara Observasi/Pengamatan, Wawancara dan dokumentasi kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan proses tradisi <em>Mappamula Ase Baru</em> terdiri dari tiga tahapan yaitu tahapan persiapan yang terdiri dari kegiatan penentuan waktu dan menyediakan sesajen, pelaksanaan yakni yang di mana tradisi <em>mappamula ase baru</em> akan dilaksanakan di lahan pertanian masyarakat dan dipimpin oleh <em>sandro</em> (dukun) dan tahap ketiga yaitu tahap akhir ialah membawa kembali ke rumah beberapa batang padi yang telah diambil dan diletakkan di bagian pusat atau tiang tengah rumah. Tradisi <em>Mappamula Ase Baru</em> memiliki fungsi yang diyakini oleh masyarakat Bugis yaitu sebagai identitas dan fungsi kepercayaan.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/2478 KOMODIFIKASI TRADISI SILAT MUNA(EWA WUNA) DI DESA LAKARINTA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA 2024-01-19T03:52:05+00:00 Hazlan hazlandlampunu@gmail.com Rahmat Sewa Suraya mhat_suraya@yahoo.co.id La Ode Marhini laodemarhini@uho.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk memahami bentuk dan makna komodifikasi silat Muna di Desa Lakarinta, Kabupaten Muna. Metode kualitatif digunakan, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa silat Muna masih bertahan dan dilestarikan sebagai bagian dari tradisi yang diturunkan kepada generasi muda. Tradisi ini semakin kuat dengan adanya peluang di era modern, sering ditampilkan dalam berbagai acara. Biaya pelatihan <em>Ewa Wuna</em> adalah 150 ribu, tetapi tidak ada biaya tambahan selama proses pelatihan. Tarif pertunjukan bervariasi, tergantung durasi dan lokasi pertunjukan. Biaya sewa peralatan untuk pertunjukan adalah 500 ribu.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/2479 TRADISI MEEPARIKA MENANAM PADI PADA MASYARAKAT DESA MATA KECAMATAN KAMBOWA KABUPATEN BUTON UTARA 2024-01-19T04:21:47+00:00 Syarif syarifjumiaty@gmail.com Wa Kuasa Baka wakuasabaka@gmail.com Arie Toursino Hadi arietoursino@uho.ac.id <p>Penelitian ini mengkaji tradisi <em>Meparika</em> dalam menanam padi di Desa Mata, dengan tujuan menggali proses dan makna yang terkandung di dalamnya. Metode kualitatif deskriptif digunakan untuk mendalami pelaksanaan dan simbolisme tradisi ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi <em>Meparika</em> tidak hanya tentang teknik bertani, tetapi juga memperkuat solidaritas dan identitas budaya masyarakat Desa Mata. Temuan ini berkontribusi pada pemahaman pengobatan tradisional dan pelestarian budaya.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/lisani/article/view/2480 EKSISTENSI SARUNG TENUN MUNA PADA MASYARAKAT DI DESA MABHODO KECAMATAN KONTUNAGA KABUPATEN MUNA 2024-01-19T04:48:53+00:00 Sri Wulandari sriwulandari7264@gmail.com La Niampe laniampe@gmail.com Rahmat Sewa Suraya mhat_suraya@yahoo.co.id <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk dan makna motif sarung tenun Muna di Desa Mabhodo Kecamatan Kontunaga Kabupaten Muna. Metode deskriptif kualitatif digunakan dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan perekaman. Informan dipilih secara purposive dari tokoh adat dan pengrajin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarung tenun Muna memiliki motif <em>bhotu</em>, <em>bhia-bhia</em>, <em>ledha</em>, <em>manggo-manggopa</em>, <em>samasili</em>, <em>kambeano</em> <em>banggai</em>, <em>lante-lante</em>, <em>bharalu</em>, <em>dhalima</em>, <em>panino</em> <em>toghe</em>, <em>kagholeno ghunteli</em>. Motif-motif ini memiliki makna simbolik yang berkaitan dengan pangkat, mahkota, golongan, dan <em>kabhantapi</em>. Sarung tenun Muna juga memiliki perpaduan warna yang menarik dan mencerminkan tiga tingkatan masyarakat Muna.</p> 2023-12-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya