POTENSI ARKEOLOGIS: GAMBAR CADAS KOMPLEKS GUA PRASEJARAH LIANG KABORI SULAWESI TENGGARA

Authors

  • Amaluddin Sope Jurusan Arkeologi
  • Mahirta Mahirta Universitas Gadjah Mada

DOI:

https://doi.org/10.33772/sangia.v7i1.2178

Keywords:

Liang Kabori, Gambar Cadas, Masyarakat, Potensi

Abstract

ABSTRAK

Seni gua prasejarah yang dimiliki kompleks Gua Prasejarah Liang Kabori menjadi penting untuk diangkat potensinya karena sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1970an sampai dengan saat ini, data gambar cadasnya baik itu warna pigmen, varian motif semakin bertambah seiring dengan ditemukannya situs-situs terbaru. Metode penelitian bersifat deskriptif eksploratif. Pengumpulan data berangkat dari studi literatur dan penjaringan data lapangan melalui teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan kekayaan gambar cadas yang dimiliki pada masing-masing situs, baik dari warna, jenis gambar maupun jumlah. Sebaran gambar berpotensi untuk mengetahui kehidupan sosial masyarakat pendukung pembuat gambar cadas di Pulau Muna baik dari aspek religi, fungsi kehadiran hewan dalam kehidupan masyarakat pembuat gambar, respon masyarakat pembuatnya terhadap lingkungan, makna cap tangan bagi masyarakat pembuat gambar karena ditempatkan berbeda panel dengan motif lainnya, penggunaan perahu, serta makna layang-layang bagi kehidupan masyarakat pembuat gambar cadas. Secara umum, potensi arkeologis yang dimiliki dapat membuka ruang untuk pemanfaatan akademik dan pengembangan penelitian yang berkaitan dengan gambar cadas, termasuk kajian konservasi mengingat kondisi gambar cadas yang mengalami kerusakan. Tulisan ini juga melaporkan 5 situs gambar cadas terbaru, sehinga total situs saat ini menjadi 43 situs

References

Alamsyah, Ni. (2014) Bentuk dan Letak Motif Kuda Pada Gua Metanduno, Pulau Muna Sulawesi Tenggara. Skripsi. Universitas Indonesia.

Andoni (2021) Lukisan Dinding Gua Prasejarah Kawasan Karst Matarape Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah: Data Baru Sebaran Lukisan Dinding Gua Prasejarah Di Pulau Sulawesi. Skripsi. Universitas Hasanuddin.

Anonim (2017) Laporan Kegiatan Kajian Konservasi Gambar Cadas Kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat Kompleks Gambar Cadas Batu Nyere. Samarinda: Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur.

Arifin, K. and Delanghe, P. (2004) Rock art in West Papua. UNESCO.

Atmosudiro, S. (1984) ‘Lukisan Manusia Di Pulau Lomblen, Flores Timur (Tambahan Data Hasil Seni Bercorak Prasejarah)’, Berkala Arkeologi, 5(1), pp. 1–8.

Aubert, M. et al. (2007) ‘Uranium-series dating rock art in East Timor’, Journal of Archaeological Science, 34(6), pp. 991–996. Available at: https://doi.org/10.1016/j.jas.2006.09.017.

Aubert, M. et al. (2014) ‘Pleistocene cave art from Sulawesi, Indonesia’, Nature, 514(7521), pp. 223–227. Available at: https://doi.org/10.1038/nature13422.

Aubert, M. et al. (2018) ‘Palaeolithic cave art in Borneo’, Nature, 564(7735), pp. 254–257. Available at: https://doi.org/10.1038/s41586-018-0679-9.

Aubert, M. et al. (2019) ‘Earliest hunting scene in prehistoric art’, Nature, 576(7787), pp. 442–445. Available at: https://doi.org/10.1038/s41586-019-1806-y.

Awe, R.D. (2000) ‘Lukisan Dinding Gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara: Identifikasi Jenis Hewan’, WalennaE, 9(2), pp. 62–70.

Ballard, C. (1998) ‘Dudumahan: a rock art site on Kai Kecil, S.E. Moluccas’, Bulletin of the IndoPacific Prehistory Association, pp. 139–161.

Bernadeta (2006) ‘Ceruk La Sabo Di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara: Indikasi Permukiman Prasejarah?’, WalennaE, 9(2), pp. 62–70.

Bernadeta (2011) ‘Bentuk Aktivitas Penghuni Gua Di Muna, Sulawesi Tenggara berdasarkan data gambar’, WalennaE, 12(1), pp. 61–70.

Brumm, A. et al. (2021) ‘Oldest cave art found in Sulawesi’, Science Advances, 7(3), p. eabd4648. Available at: https://doi.org/10.1126/sciadv.abd4648.

Chazine, J.M. (1996) ‘Unraveling and reading the past in Borneo : an archaeological outline of Kalimantan’, in The Pacific from 5000 to 2000 BP. Actes du colloque Vanuatu, pp. 213–226.

Chazine, J.-M. (Jean-M. (2005) ‘Rock Art, Burials, and Habitations: Caves in East Kalimantan’, Asian Perspectives, 44(1), pp. 219–230. Available at: https://doi.org/10.1353/asi.2005.0006.

Djami, E.N.I. (2011) ‘Seni Cadas Di Wilayah Biak Timur’, Jurnal Arkeologi Papua, 3(1), pp. 65–78.

Edwards, E. and Sullivan, N. (2008) Preliminary Report of the Cruz Mayor Rock Art Expedition To Papua New Guinea. An Explorers Club Flag 83 Expedition, pp. 1–34.

Eriawati, Y. (2000) ‘Lukisan Gua Sebagai Tanda Keberadaan Dan MAta Pencaharian Penghuni Gua Prasejarah Di Kabupaten Maros- Pangkep’, AMERTA, 20, pp. 18–32.

Fage, L.H. (2015) Matarombeo 2014. Prospection archéologique, massif de Matarombeo, Sulawesi Central, octobre 2014. Preliminary. Prancis: Le Kalimanthrope, pp. 1–22. Available at: http://rgdoi.net/10.13140/RG.2.1.1934.3205 (Accessed: 21 February 2023).

Fage, L.H., Chazine, J.M. and Setiawan, P. (2010) Menyingkap Gua Prasejarah Indonesia. Prancis: Le Kalimantthrope.

Fairyo, K. (2016) ‘Lukisan Dinding Gua Prasejarah Di Perbatasan Indonesia –Papua Nugini’, Kalpataru, 25(2), pp. 117–130.

Fauzi, M.R. (2016) ‘Beberapa Hasil Awal Penelitian Arkeologi Di Kawasan Kars Bukit Bulan, Sarolangun’, Siddhayatra, 21(1), pp. 1–12.

Gonthier, E. et al. (2013) ‘Art pariétal dans la baie de Triton, sud-ouest de la Papua-Barat: Etudes sémiologiques des tracés pariétaux archéologiques’, Les Amis Du Muséum National D’histoire Naturelle, pp. 54–57.

Hakim, B. (2006) ‘Interpretasi Lukisan Hasil Survei Di Gua Pominsa dan Sugi Patani, Kabuoaten Raha, Sulawesi Tenggara: Lukisan Masa Prasejarah atau Bukan?’, WalennaE, 9(2), pp. 51–61.

Hakim, B., O’Connor, S. and Bulbeck, D. (2018) ‘Black drawings at the cave site of Gua Pondoa, Southeast Sulawesi: The motifs and a comparison with pigment art elsewhere in Sulawesi and the broader Western Pacific region’, in The Archaeology of Sulawesi Current Research on the Pleistocene to the Historic Period. 1st edn. Australia: Australian National University Press (Terra Australis 48).

Handoko, W. et al. (2018) ‘Kaimear Island Rock Art Site at Kur Island in West Kei Islands Region, A New Discovery in Eastern Indonesia’, Kapata Arkeologi, 14(2), p. 123. Available at: https://doi.org/10.24832/kapata.v14i2.531.

Haryanto, T. (1995) Aspek Keruangan , Sintatik, dan Semantik Lukisan dinding gua dan ceruk Di Desa Bolo, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggar. Skripsi. Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Hayes, S. and Bergh, G. van den (2018) ‘Cave art, art and geometric morphometrics: Shape Changes and the Babi Rusa of Sulawesi’, in The Archaeology of Sulawesi Current Research on the Pleistocene to the Historic Period. 1st edn. Australia: Australian National University Press (Terra Australis 48), pp. 43–60. Available at: http://press-files.anu.edu.au/downloads/press/n4569/pdf/ch06.pdf.

Iandra, R.M. (2015) Penggambaran Motif Bentuk Geometris Seni Cadas Gua Metanduno di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Skripsi. Universitas Indonesia.

Joordens, J.C.A. et al. (2015) ‘Homo erectus at Trinil on Java used shells for tool production and engraving’, Nature, 518(7538), pp. 228–231. Available at: https://doi.org/10.1038/nature13962.

Kharti, I.S. (2019) Ragam Penggambaran Motif Manusia Pada Liang Pominsa di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Skripsi. Universitas Indonesia.

Kosasih, E.A. (1982) ‘Tradisi Berburu pada Lukisan Gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara’, in Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi I. Jakarta: Pusat Penelitian arkeologi Nasional, pp. 46–63.

Kosasih, E.A. (1984) ‘Hasil Penelitian Lukisan-Lukisan Pada Beberapa Gua dan Ceruk Di Pulau Muna (Sulawesi Tenggara)’, in Rapat Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi II. Jakarta: Pusat Penelitian arkeologi Nasional, pp. 55–66.

Kosasih, E.A. (1987) ‘Seni Lukis Prasejarah: Bentangan Tema dan Wilayahnya’, in Diskusi Ilmiah Arkeologi II. Jakarta: Pusat Penelitian arkeologi Nasional, pp. 16–37.

Kosasih, E.A. (1989) ‘Prospek Tradisi Pembuatan Gerabah Di Kampung Gonebalano, Pulau Muna Sulawesi Tenggara’, Berkala Arkeologi, 10(1), pp. 10–23.

Kosasih, E.A. (1995) Lukisan Gua di Sulawesi Bagian Selatan: Refleksi Kehidupan Masyarakat Pendukungnya. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Indonesia.

Lantemona, K.P., Winarno, T. and Marin, J. (2018) ‘Inventarisasi, Identifikasi Dan Karakterisasi Geosites Di Kawasan Karst Pulau Muna Bagian Timur Dalam Peluang Pengembangan Kawasan Geowisata Di Indonesia’, In Seminar Nasional Kebumian Ke-11. Perspektif Ilmu Kebumian Dalam Kajian Bencana Geologi Di Indonesia, Graha Sabha Pramana: Universitas Gadjah Mada, pp. 1339–1355.

Leihitu, I. and Permana, R.C.E. (2018) ‘Looking For a Trace of Shamanism, in the Rock Art of Maros-Pangkep, South Sulawesi, Indonesia’, Kapata Arkeologi, 14(1), p. 15. Available at: https://doi.org/10.24832/kapata.v14i1.496.

Mulyadi, Y. (2016) ‘Distribusi dan Sebaran Situs Gambar Cadas di Indonesia: Sintesis Penelitian’, Jurnal Arkeologi Malaysia, 29(2), pp. 43–56.

Nuryanto (1986) Umur Lukisan Di Gua-Gua Pulau Muna Sulawesi Tenggara. Skripsi. Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

O’Connor, S. (2003) ‘Nine New Painted Rock Art Sites from East Timor in the Context of the Western Pacific Region’, Asian Perspectives, 42(1), pp. 96–128. Available at: https://doi.org/10.1353/asi.2003.0028.

O’Connor, S. et al. (2015) ‘First Record Of Painted Rock Art Near Kupang, West Timor, Indonesia, And The Origins And Distribution Of The Austronesian Painting Tradition’, Rock Art Research, 32(2), pp. 193–201.

Oktaviana, A.A. (2009) Penggambaran Motif Perahu Pada Seni Cadas di Indonesia. Skripsi. Universitas Indonesia.

Oktaviana, A.A. (2016) ‘Eksistensi gambar tangan negatif pada gambar cadas di kawasan karst Pulau Muna, Sulawesi Tenggara’, in Jejak Austronesia di Indonesia. 1st edn. Gadjah Mada University Press, pp. 96–120.

Oktaviana, A.A. et al. (2016) ‘Hand stencils with and without narrowed fingers at two new rock art sites in Sulawesi, Indonesia’, Rock Art Research, 33(1), pp. 32–48.

Oktaviana, A.A. (2018) ‘Hand stencils and boats in the painted rock art of the karst region of Muna Island, Southeast Sulawesi’, in S. O’Connor, D. Bulbeck, and J. Meyer (eds) The Archaeology of Sulawesi: Current Research on the Pleistocene to the Historic Period. 1st edn. ANU Press, pp. 61–77. Available at: https://doi.org/10.22459/TA48.11.2018.06.

Oktaviana, A.A. et al. (2021) ‘Gambar Cadas di Gua Kanulemba, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara’, in Membumikan Arkeologi. pertama. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Pustaka Obor Indonesia, pp. 75–88.

Oktaviana, A.A., Lape, P.V. and Ririmasse, M.N. (2018) ‘Recent Rock Art Research on East Seram, Maluku: A key site in the rock art of West Papua and South East Maluku’, Kapata Arkeologi, 14(2), p. 135. Available at: https://doi.org/10.24832/kapata.v14i2.534.

Oktaviana, A.A., Setiawan, P. and Saptomo, E.W. (2016) ‘Rock Art Pattern in Harimau Cave Site in South Sumatra’, in Harimau Cave and The Long Journey of OKU Civilization. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, pp. 267–286.

Pasaribu, Y.A. (2016) ‘Sosial-Ekonomi Masyarakat Pendukung Seni Cadas Leang Sumpang Bita, Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan’, Siddhayatra, 21(1), pp. 21–40.

Pasaribu, Y.A. and Permana, R.C.E. (2017) ‘Binatang Totem Pada Seni Cadas Prasejarah Di Sulawesi Selatan’, Amerta, 35(1), pp. 1–74.

Pasaribu, Y.A., Rahim, M.O. and Latief, F. (2020) ‘Konteks Budaya Motif Binatang Pada Seni Cadas Prasejarah Misool, Raja Ampat, Papua Barat’, AMERTA, 38(1), pp. 1–16. Available at: https://doi.org/10.24832/amt.v38i1.1-16.

Permana, R.C.E. (2005) ‘Bentuk Gambar Telapak Tangan Pada Gua-Gua Prasejarah di Kabupaten Pangkajene Kepulauan, Sulawesi Selatan’, Wacana, Journal of the Humanities of Indonesia, 7(2), pp. 161–174.

Plagnes, V. et al. (2003) ‘Cross dating (Th/U-14 C) of calcite covering prehistoric paintings in Borneo’, Quaternary Research, 60(2), pp. 172–179. Available at: https://doi.org/10.1016/S0033-5894(03)00064-4.

Pojoh, I.H.E. and Permana, R.C.E. (2018) ‘Perahu Muna: Jejak Budaya Maritim dari Gambar Cadas hingga Tradisi Sekarang’, in Warisan Budaya Maritim NUsantara (Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah Arkeologi (PIA) XIV Bogor, 24 - 27 Juli 2017. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, pp. 15–25.

Rahmat, B. (2015) Pola Penggambaran Motif Manusia Pada Gua Metanduno Di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara. Skripsi. Universitas Indonesia.

Rasyidu, M. and Suseno, S. (2020) ‘Identifikasi Gambar Cadas Di Situs Gua Liang Kobori Kabupaten MunA’, Sangia: Jurnal Penelitian Arkeologi, 4(2), pp. 1–7.

Rianse, Moh.S. and Fachruddin, A.R. (2016) ‘Potensi Geologi Karst Untuk Pengembangan Geowisata Di Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara’, in. Competition Celebes Geo Summit (CGS) 2016, pp. 1–20.

Ririmasse, M.N. (2007) ‘Tinjuan Kembali Seni Cadas di Maluku’, Kapata Arkeologi, 3(4), pp. 1–21. Available at: https://doi.org/10.24832/kapata.v3i4.57.

Saiful, A.Muh. and Burhan, B. (2017) ‘Lukisan Fauna, Pola Sebaran Dan Lanskap Budaya Di Kawasan Kars Sulawesi Bagian Selatan’, Jurnal Walennae, 15(2), p. 75. Available at: https://doi.org/10.24832/wln.v15i2.277.

Salhuteru, M. (2009) ‘Situs Lukisan Cadas di Desa Wamkana Kabupaten Buru Selatan’, Kapata Arkeologi, 5(8), pp. 69–77.

Sawaludin (2020) ‘Warisan Geologi Kawasan Karst Pulau Muna Sebagai Aset Pengembangan Geowisata’, Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi, 5(1), pp. 1–8.

Setiawan, P. et al. (2015) Gambar Cadas Prasejarah Di Indonesia. First. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Somba, N. (2011) ‘Sebaran Lukisan Gua Di Wilayah Sulawesi Selatan dan Tenggara serta faktor kerusakannya’, WalennaE, 12(1), pp. 9–16.

Sugiyanto, B. (2007) ‘Gambar Cadas di Kabupaten Berau: Informasi Awal’, Naditira Widya, 1(2), pp. 131–137.

Sugiyanto, B. (2016a) ‘Kajian Awal Tentang Lukisan Dinding Gua Di Liang Bangkai, Kalimantan Selatan’, Naditira Widya, 8(2), p. 59. Available at: https://doi.org/10.24832/nw.v8i2.106.

Sugiyanto, B. (2016b) ‘Rock-Artkalimantan Timur: Jenis Gambar Dan Waktu Pembuatannya’, Naditira Widya, 10(1), p. 1. Available at: https://doi.org/10.24832/nw.v10i1.173.

Sugiyanto, B. (2020) ‘Penemuan Rock Art Baru Di Kawasan Karst Desa Rejosari, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Provinsi Kalimantan Selatan’, Kindai Etam : Jurnal Penelitian Arkeologi, 6(2), pp. 73–82. Available at: https://doi.org/10.24832/ke.v6i2.71.

Sundstrom, Li. and Hays-Gilpin, K. (2011) ‘Rock Art as Cultural Resource’, in A Companion to Cultural Resource Management. first. United Kingdom: Blackwell, pp. 351–370.

Susilowati, N. (2000) ‘Ragam senjata pada Lukisan dinding Gua di Pulau Muna: Tinjauan Jenis dan Fungsinya’, WalennaE, 3(4), pp. 21–26.

Tacon, P.S.C. et al. (2018) ‘The Contemporary importance and future of Sulawesi’s ancient rock art’, in The Archaeology of Sulawesi Current Research on the Pleistocene to the Historic Period. 1st edn. Australia: Australian National University Press (Terra Australis 48), pp. 31–42.

Tang, M. and Nur, M. (2019) ‘Nilai Penting Lukisan Dinding Gua Pulau Muna, Sulawesi Tenggara’, Buletin Somba Opu, pp. 59–74.

Wattimena, L. (2016) ‘Lukisan Cadas: Simbolis Orang Maluku’, Kapata Arkeologi, 10(1), p. 47. Available at: https://doi.org/10.24832/kapata.v10i1.217.

Wattimena, L. et al. (2021) ‘Gambar Cadas Antropomorfik Di Kepulauan Maluku (Studi Kasus Di Pulau Kaimear Dan Kisar, Maluku)’, AMERTA, 39(2), pp. 81–96.

Wattimena, L., Salhuteru, M.J. and Peseletehaha, G.A. (2021) ‘Rock Art at Kel Lein Site, Kaimear Islands, Maluku’, Kapata Arkeologi, 16(1), pp. 1–12. Available at: https://doi.org/10.24832/kapata.v16i1.1-12.

Winarno, W., Hemon, M.T. and Ngkomani, L.O. (2018) ‘Studi Geologikarst Sebagai Kawasan Lindung Geologi Di Kabupaten Muna Dan Kabupaten Muna Barat’, Jurnal Perencanaan Wilayah, 3(2), pp. 1–13. Available at: https://doi.org/10.33772/jpw.v3i2.7632.

Yondri, L. (1996) ‘Batucap: Temuan Awal Tinggalan Seni Luios Gua/Ceruk Di Wilayah Indonesia Barat’, Jurnal Penelitian Balai Arkeologi Bandung, 3, pp. 57–66.

Downloads

Published

2023-06-25

How to Cite

Sope, A. and Mahirta, M. (2023) “POTENSI ARKEOLOGIS: GAMBAR CADAS KOMPLEKS GUA PRASEJARAH LIANG KABORI SULAWESI TENGGARA”, SANGIA JOURNAL OF ARCHAEOLOGY RESEARCH. Kendari, Indonesia, 7(1), pp. 1–23. doi: 10.33772/sangia.v7i1.2178.

Issue

Section

Volume 8, Nomor 1, Juni 2024