SEJARAH DESA LAPOA KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN PADA TAHUN:1976-2022

Main Article Content

Yuri Damayanti
Basrin Melamba
Suharni Suddin

Keywords

Sejarah Desa, Proses, Perkembangan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan latar belakang terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, (2) Menjelaskan Proses Terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, (3) Menjelaskan Perkembangan Desa Lapoa:1976-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: 1) Pemilihan topik 2) Heuristik sumber, 3) Verifikasi sumber, 4) Interpretasi sumber, 5) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan dilatarbelakangi oleh kedatangan trasmigran dari Pulau Jawa. Desa Lapoa terbentuk atas prakarsa masyarakat dengan memerhatikan asal usul desa, jumlah penduduk, kdan ondisi sosial budaya masyarakat setempat. (2) Proses terbentuknya Desa Lapoa dimulai pada saat para trasmigran datang di suatu pemukiman yang disebut Lapoa pada tahun 1976. Masyarakat yang mendiami Lapoa tersebut awalnya berjumlah 500 KK, dan makin hari makin bertambah banyak seiring berjalannya waktu, hal ini menyebabkan munculnya keinginan masyarakat agar Lapoa menjadi sebuah desa. (3) perkembangan Desa Lapoa dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya perkembangan pemerintahan, perkembangan penduduk, perkembangan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur.

Abstract 83 | PDF Downloads 0

References

Ernianti. 2023. Kelahiran dan Perkembangan Desa Waemputtang Kabupaten Bombana Sulawesi Tenggara: 1974-2019. Journal Idea of History, Volume 6 No. 2, 2023 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/2065
Jong, Christian F. 2010. Nieuwe hoofden, Nieuwe goden Geschiedenis van de Tolaki en Tomoronene, twee volkeren in Zuidoost-Celebes (Indonesië), tot ca. 1950.
Kartohadikoesoemo, Soetardjo. 1984. Desa. Jakarta: Balai Pustaka.
Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Koenjaraningrat. 1985. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT.Gramedia.
Lakebo, Bertin. 1983/1984. Upacara Tradisional (Upacara Kematian) Daerah Sulawesi Tenggara. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Melamba, Basrin, dkk. 2010. Sejarah Tolaki di Konawe. Yogyakarta: Lukita.
__________________2016. Sejarah dan Budaya Tolaki di Konawe. Yogyakarta: Lukita.
__________________2022. Tiga Zaman Tiga Identitas Onapo, Okambo, Hingga Desa: Kajian Sejarah Desa di Onderafdelling Kendari Daratan Sulawesi Tenggara, Sampai Pertengahan Abad ke-20. Makalah disajikan pada seminar nasional ilmu sejarah dan arkeologi. 21-22 Agustus 2022. Dilaksanakan oleh Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu oleo.
Silondae, Syawal. 2006. Sejarah Andoolo Kabupaten Konawe Selatan. Kendari:tt.
Soegondho, Santoso. 1995. Tradisi Gerabah di Indonesia. Jakarta: Dian Rakyat.
Syamsuddin, Helius. 2007. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak
Nurcholis, Hanif. 2011. Pertumbuhan dan Penyerlenggaraan Pemerintahan Desa. Jakarta: Erlangga.
Poerwadarminta, W.J.S. 1991. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.
Widjaya, Albert. 1982. Budaya Politik dan Pembangunan Ekonomi. Jakarta: Gramedia.
Tjokrominoto. 1987. Konsep Pembangunan Berkelanjutan Dalam Samudra (ED) PembangunanBerkelanjutan Konsep dan Kasus. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Tamburaka, Rustam. 1985/1986. Status dan Fungsi Tanah Dalam Persekutuan Hidup Masyarakat Di Sulawesi Tenggara. Kendari: Proyek Studi Sektoral Regional Direktorat P3M Ditjen Dikti Depdikbud R.I dan Universitas Haluoleo.
Tarimana, Abdurauf. 1993. Seri Etnografi: Kebudayaan Tolaki. Jakarta: Balai Pustaka.
Wa Liana. 2023. Sejarah Desa Kasaka Kecamatan Kabawo Kabupaten Muna 1998-2022. Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya, Volume 1 No. 3, 2023 Hal. 154-164 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2494