PANTAI NAMBO SEBAGAI OBJEK WISATA BAHARI DI KOTA KENDARI 1997-2021

Main Article Content

Risnawati Risnawati
Fatma Fatma
Sitti Hermina

Keywords

Pantai Nambo, Faktor Penunjang, Pariwisata

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik Sumber, (c) Verifikasi Sumber, (d) Interpretasi sumber, dan (e) Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pantai Nambo yang dilihat dari awal keberadaannya mengalami perkembangan yang sangat besar sehingga mampu merubah perekonomian masyarakat sekitar dan juga menjadi aset wilayah Sulawesi Tenggara. Hal-hal yang mendukung perkembangan Pantai Nambo tersebut yaitu keindahan alam baharinya dan juga keindahan buatan yang di bangun oleh pemerintah kota seperti gazebo, aula, toilet spot foto, taman, tempat sofenir, dan juga panggung. (2) Faktor-faktor yang menunjang perkembangan Pantai Nambo adalah aksesibilitas, infrastruktur, keeksotisan, pengelola dan pelayanan, dan keamanan dan kenyamanan. Pantai Nambo menjadi salah satu objek wisata favorit yang ada di Sulawesi Tenggara karena kepuasaan pengunjung dengan aksesibilitas yang mudah di jangkau, infrastruktur yang sudah memenuhi kebutuhan, kelembagaan yang merawat objek wisata, keramahan masyarakat lokal dan pemerintah dalam melayani wisatawan, serta keamanan dan kenyamanan pengunjung yang diutamakan.

Abstract 21 | PDF Downloads 0

References

Arjana, Bagus, Gusti. “ Geografi Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif”. Jakarta : Karisma Putra Utama Offset.
Harsina. 2018. Sejarah Objek Wisata Pantai Membuku di Desa Kadacua Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara: 1994-2016. Journal Idea Of History Volume 1 No. 1, 2018 https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/history/article/view/421
Kodyat, H. 1996. “ Sejarah Pariwisata Dan Perkembangannya Di Indonesia”.jakatra: PT Grasindo.
Djafar, S. 2013. Kebijakan Pengembangan Pariwisata Pulau Togian Kabupaten Tojo Una Una Provinsi Sulawesi Tengah. Sulawesi Tengah :LP3AN FISIP UNPAD.
Hadara, A. 2014. Prosedur dan Pendekatan Dalam Penelitiandan Penulisan Sejarah. Kendari: Penerbit Sekar Langit.
Kodhyat, K. 1996. Sejarah Pariwisata dan Perkembangannya di Indonesia.
Jakarta: Grasindo
Kartodirjo, S. 2019. Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah.
Yogyakarta: Ombak.
Simanjuntak, Antonius, Bungaran, Dkk. 2017. “ Sejarah Pariwisata Menuju Perkembangan Wisata Indonesia”. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
Spillane, J James. 2019. “ Ekonomi Pariwisata Sejarah Dan Prospeknya”
Yogyakarta: Kanius .
Yoeti, A Oka. 1990. “Pengantar Imu Pariwisata”. Bandung: Angkasa.
Sittinawati. 2020. Sejarah Objek Wisata Pulau Hoga: 1995-2018. Skripsi.
Universitas Halu Oleh.
Wahyuningsih, S. 2018. Strategi Pengembangan Objek Wisata Pantai Apparalang Sebagai Daerah Tujuan Wisata Kabupaten Bulukumba. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Makassar.
Abdillah D. 2016. Pengembangan Wisata Bahari di Pesisir Pantai Teluk Lampung. Jurnal Destinasi Kepariwisataan Indonesia. Volume 1, Nomor 1.
Adi, Sucipto. Strategi Kelembagaan Dalam Kompetisi Pariwisata: Pembelajaran Dari Desa Pentingsari. Volume 8 No. 1.
Hakimatul, Mukaromah. 2019. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Pariwisata Pantai Di Kabupaten Purworejo. Volume 1 No 2.
Heryati Y. 2019. Potensi Pengembangan Objek Wisata Pantai Tapandullu di Kabupaten Mamuju. Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan. Volume 1, Nomor 1.
Noor A.A.et all. 2016. Konsep Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Kampung Buyut Cipageran (Kabuci) Kota Cimahi.
Rahmi S.A. 2016. Pembangunan Pariwisata Dalam Perspektif Kearifan Lokal. Jurnal Unitri. Volume 6, Nomor 1
Sembiring J.P. 2016. Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Gundaling Dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung. Jurnal Simbolika. Volume 2, Nomor 1.
Tendy, Kuhaja. 2014. Kajian Kelembagaan dalam PengembanganPariwisata Pantai yang Berkelanjutan. Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota. Volume 10, No. 3
Yusuf, Adam, Hilman. Kelembagaan Kebijakan Pariwisata Di Level Desa.
Volume 2 No 2.