https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/issue/feed Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya 2024-04-17T00:00:00+00:00 Faika Burhan faikaburhan19@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>SORUME: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya</strong> merupakan jurnal yang memuat hasil penelitian civitas akademika dengan konsentrasi keilmuan di bidang sejarah dan budaya. Jurnal Sorume dirancang untuk menjadi etalase hasil penelitian dosen-dosen dan mahasiswa. Etalase hasil penelitian ini nantinya diharapkan menghidupkan suasana akademik melalui berbagai temuan di bidang sejarah khususnya dan humaniora pada umumnya. Jurnal Sorume terbit perdana pada bulan April Tahun 2023.</p> https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2577 EKSODUS AMBON DI DESA TIROAU KECAMATAN TOMIA TIMUR KABUPATEN WAKATOBI: 1999-2021 2024-04-15T05:20:26+00:00 Aswati Mukadas alfianfox9@gmail.com Ahmad Alfian alfianfox9@gmail.com Ali Hadara hadaraali@uho.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan latar belakang kehadiran Eksodus Ambon di Desa Tiroau. (2) Menjelaskan adaptasi sosial yang terjadi pada Eksodus Ambon di Desa Tiroau. (3) Menjelaskan faktor penghambat dan pendorong yang terjadi pada Eksodus Ambon di Desa Tiroau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap penelitian, yaitu: (a) Pemilihan Topik, (b) Heuristik Sumber, (c) Verifikasi Sumber (d) Interpretasi Sumber, dan (e) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Latar belakang kehadiran Eksodus Ambon di Desa Tiroau diawali oleh konflik besar yang terjadi di Ambon sehingga menyebabkan banyak warga Ambon pindah meninggalkan Kota Ambon demi menghindari konflik, namun ada unsur lain masyarakat Eksodus Ambon untuk menetap di Desa Tiroau yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup karena keterbatasan lahan usaha (tanah) di daerah Ambon. (2) Adaptasi sosial masyarakat Eksodus Ambon dan penduduk lokal di Desa Tiroau terjalin melalui hubungan kerjasama melalui kegiatan gotong royong dengan menerapkan konsep saling mengajak dan bermusyawarah. (3) Faktor penghambat dan pendorong adaptasi sosial yang terjadi pada Eksodus Ambon di Desa Tiroau yaitu: Faktor Penghambat: (a) Perbedaan Budaya, (b) Perbedaan Bahasa. (2) Faktor Pendorong: (a) Penerimaan Oleh Masyarakat Setempat.</p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2582 KEHIDUPAN EKONOMI MASYARAKAT DESA WAARA KECAMATAN LOHIA KABUPATEN MUNA:1996-2021 2024-04-15T07:03:36+00:00 Arifin Arifin rifinhistory01@gmail.com La Ode Ali Basri basri.uho74@gmail.com Hasni Hasan ninihasni86@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menjelaskan perkembangan kehidupan ekonomi masyarakat Desa Waara, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna:1996-2021. (2) Menjelaskan faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat Desa Waara, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna:1996-2021. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan yaitu (1). Pemilihan topik, (2) Heuristik Sumber, (3) Verifikasi Sumber, (4) Interpretasi Sumber, (5) Historiografi. Konsep yang digunakan yaitu Konsep ekonomi dan Konsep Pekembangan Ekonomi, sedangkan teori yang digunakan adalah Teori Perubahan Ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Perkembangan ekonomi masyarakat Desa Waara terbagi atas dua periode. Pertama tahun 1996-2005 dan periode tahun 2005-2021. Pada periode 1996-2005 hasil pertanian dan perkebunan masyarakat Desa Waara seperti, jagung, kacang panjang dan jambu mete belum memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga hasil panen pada umumnya hanya diperuntukkan bagi kebutuhan keluarga. Pada periode kedua, yakni tahun 2005-2021, pendapatan masyarakat dari hasil pertanian dan perkebunan sudah mengalami perkembangan karena nilai pemasaran pertanian dan perkebunan sudah meningkat. (2) Faktor yang memengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat Desa Waara pada tahun: 1996-2021 adalah kondisi geografis wilayah, sumber daya manusia, pengelolaan lahan dan pemanfaatan teknologi, luas lahan dan perubahan hasil panen.</p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2573 MODEL KONSERVASI SITUS PERTAHANAN JEPANG: STUDI IDENTIFIKASI DAN STRATEGI PERLINDUNGAN SITUS SEJARAH DI KABUPATEN KONAWE SELATAN SULAWESI TENGGARA 2024-04-08T22:52:20+00:00 Sarman Sarman sarman.jaya45@gmail.com Kiki Resky Wulandari resky@gmail.com Salebaran Salebaran salebaran@gmail.com <p>Penelitian ini fokus pada Model Konservasi Situs Pertahanan Jepang dan strategi perlindungan warisan sejarah di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Penelitian ini mendapatkan urgensi karena minimnya pembahasan mengenai Model Konservasi Situs Pertahanan Jepang di wilayah ini dan belum pernah dilakukan secara menyeluruh sebelumnya.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengevaluasi pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya di Kabupaten Konawe Selatan, yang ternyata belum sepenuhnya terwujud; (2) menganalisis Model Konservasi Situs Pertahanan Jepang, yang umumnya terbatas, dengan beberapa situs mendapatkan perawatan sementara yang lain dibiarkan terbengkalai. Faktor-faktor yang menghambat pelestarian warisan sejarah meliputi anggaran terbatas, peraturan daerah yang belum efektif, keterbatasan sumber daya manusia, dan kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya pelestarian peninggalan sejarah.</p> <p>Penelitian ini dilaksanakan di beberapa desa di Kabupaten Konawe Selatan yang memiliki banyak situs peninggalan Jepang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskripsi kualitatif dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini memberikan pemahaman lebih dalam tentang tantangan dalam melestarikan warisan sejarah Jepang di daerah tersebut, dan menekankan perlunya upaya lebih lanjut untuk meningkatkan pelestarian dan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai sejarah ini.</p> <p>Kata Kunci : Konservasi, Budaya Material, Jepang 1942-1945</p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2578 IDENTIFIKASI MAKAM KUNO PADA BENTENG WABULA DI DESA WABULA, KECAMATAN WABULA, KABUPATEN BUTON 2024-04-15T05:30:54+00:00 M. Hafiz Sukri hafiz.sukri@uho.ac.id Asna Wirayanti asna.wirayanti@uho.ac.id Idul Rahman Idularkeologi016@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman makam kuno di situs pemakaman kuno pada Benteng Wabula, Desa Wabula, Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton. Penelitian ini juga akan menjelaskan nilai-nilai budaya yang memengaruhi bentuk kuburan. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, yaitu teknik penalaran induktif. Teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari beberapa tahapan yaitu observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, kami memanfaatkan analisis morfologi (bentuk) dan analisis teknis (bahan dan teknologi pembuatan) dalam analisis data. Dari hasil survei tersebut, berdasarkan hasil observasi, teridentifikasi ada 202 kuburan. Berdasarkan hasil analisis dan klasifikasi jenis makam, maka terciptalah empat jenis makam yaitu: 1) makam tipe A1 dengan makam dan nisan sebanyak 107 makam; 2) Kuburan tipe A2, dengan Jirat tanpa nisan, total 62 kuburan. 3) Kuburan tipe A3 dengan tugu tanpa nisan, berjumlah 16 kuburan. 4) Kuburan tipe A4 dengan nisan tanpa jirat. Sebanyak 17 makam menggunakan bahan koral, batu kapur, semen, pasir, tegel, telur dan proses pembuatan zirat dengan teknik susun tanpa spesifikasi. Berdasarkan bentuk makam dan sejarahnya, dapat disimpulkan bahwa makam Benteng Wabula merupakan makam pada masa Islam yang masih dipengaruhi oleh tradisi megalitik. Pada situs pemakaman Benteng Wabula terdapat jirat yang terbuat dari koral, batu kapur, semen, pasir, teal dan telur, ada yang belum dibentuk, ada yang diukir, dan ada juga yang berukuran lebih besar dari makam.</p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2584 JEPANG DI AMBESEA: 1942-1945 2024-04-15T07:19:21+00:00 Rikal Aminsa Rikalaminsa03@gmail.com Hayari Hayari hayari@uho.ac.id Ahmad Ahmad ahmadapril@rocketmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan proses masuknya Jepang di Ambesea. (2) Menjelaskan alasan Jepang&nbsp; menjadikan Ambesea sebagai basis pertahanan. (3) Menjelaskan dampak masuknya Jepang terhadap kehidupan masyarakat di Ambesea. Penelitian ini menggunakan metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik sumber, (c) Kritik sumber, (d) Interpretasi sumber, (e) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Jepang masuk di Ambesea setelah berhasil menaklukkan dan mengambil alih daerah kekuasaan Belanda yang berada di Kendari pada tanggal 26 Januari 1942. Hal tersebut ditandai dengan upacara penyerahan kekuasaan Belanda kepada Jepang di Lapangan Udara Wolter Minginsidi (sekarang LANUD HLO) Kendari (2) Alasan Jepang menjadikan Ambesea sebagai basis pertahanan karena struktur wilayah Ambesea yang strategis sebagai lokasi pengintaian maupun pertahanan (3) Masuknya Jepang di Ambesea telah mengakibatkan dampak negatif dan dampak positif. Adapun dampak negatif yang dirasakan oleh masyarakat yaitu dengan diberlakukannya sistem kerja paksa (Romusha) yang membuat masyrakat sengsara. Dampak positifnya dapat dilihat dari kemajuan pola pertanian masyarakat sehingga mampu mengolah lahan pertanian secara maksimal.</p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2581 SEJARAH DESA LAPOA KECAMATAN TINANGGEA KABUPATEN KONAWE SELATAN PADA TAHUN:1976-2022 2024-04-15T06:56:00+00:00 Yuri Damayanti basrinmelamba28@gmail.com Basrin Melamba basrinmelamba28@gmail.com Suharni Suddin suharnihistory44@yahoo.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan latar belakang terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, (2) Menjelaskan Proses Terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, (3) Menjelaskan Perkembangan Desa Lapoa:1976-2022. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: 1) Pemilihan topik 2) Heuristik sumber, 3) Verifikasi sumber, 4) Interpretasi sumber, 5) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Terbentuknya Desa Lapoa Kecamatan Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan dilatarbelakangi oleh kedatangan trasmigran dari Pulau Jawa. Desa Lapoa terbentuk atas prakarsa masyarakat dengan memerhatikan asal usul desa, jumlah penduduk, kdan ondisi sosial budaya masyarakat setempat. (2) Proses terbentuknya Desa Lapoa dimulai pada saat para trasmigran datang di suatu pemukiman yang disebut Lapoa pada tahun 1976. Masyarakat yang mendiami Lapoa tersebut awalnya berjumlah 500 KK, dan makin hari makin bertambah banyak seiring berjalannya waktu, hal ini menyebabkan munculnya keinginan masyarakat agar Lapoa menjadi sebuah desa. (3) perkembangan Desa Lapoa dapat dilihat dari beberapa aspek, di antaranya perkembangan pemerintahan, perkembangan penduduk, perkembangan ekonomi, pendidikan, dan infrastruktur.</p> 2024-04-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2580 PENDIDIKAN FORMAL DI PULAU KALEDUPA (1945-1998) 2024-04-15T06:42:48+00:00 Elsa Amala Putri elsaamala@gmail.com Faika Burhan faikaburhan85@uho.ac.id Halijah Koso halijakoso@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan perkembangan pendidikan formal di Pulau Kaledupa pascakemerdekaan sampai reformasi. (2) menjelaskan dampak pendidikan formal terhadap masyarakat Pulau Kaledupa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahap penelitian, yaitu : (1) Pemilihan topik, (2) Heuristik sumber, (3) Verifikasi sumber, (4) Interpretasi, (5) Historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Perkembangan pendidikan formal di Pulau Kaledupa periode 1945-1998, antara lain (a) Perkembangan pendidikan sekolah rakyat yang sudah ada sejak sebelum 1945 dan kemudian berganti nama menjadi sekolah dasar pada tahun 1960.&nbsp; (b) Perkembangan pendidikan sekolah menengah pertama dimulai dari dibangunnya sekolah menengah umum tingkat pertama pada tahun 1960, SMEP&nbsp; pada tahun 1968 yang kemudian berubah menjadi SMP Langge pada tahun 1978, Madrasah Tsanawiyah pada tahun 1970-an, SMP PGRI pada tahun 1980-an, serta SMPN 3 Kaledupa yang berdiri tahun 1998. (c) Perkembangan pendidikan sekolah menengah atas yang baru dibangun di Pulau Kaledupa tahun 1989 yaitu SMAN Kaledupa. (2) Dampak Pendidikan Formal di Pulau Kaledupa (1945-1998), antara lain (a) Kualitas Sumber Daya Manusia Masyarakat, (b) Kesejahteraan Masyarakat.</p> 2024-04-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2400 URBANIZATION OF BAJO TRIBE COMMUNITIES IN KENDARI CITY 2023-12-03T05:32:32+00:00 Hasdairta Hasda Hasdairta@gmail.com Bainudin Bainudin bainudin@gmail.com Hisna Hisna hisna@gmail.com Taufiq Said said@gmail.com Mursin Mursin mursin@gmail.com <p>Nowadays, many Indonesian people are urbanizing from villages to cities, one of which is the Bajo tribe community in Kendari City to improve their welfare. This is done because cities are seen socially as communities that were created from the start to increase productivity, through concentration and specialization of the workforce and allowing for intellectual, cultural, and recreational diversity in cities. An area is called a city if the area can provide the needs/services needed by the population in that area. However, several areas consider urbanization to be a process of population movement which causes the target area to create slum settlements, health problems, education problems, and increasing unemployment so urbanization is considered to only hurt the target area. This perception has given rise to the fact that urbanization does not need to be carried out in every region, especially in big cities in Indonesia. With this, research on "Urbanization of the Bajo Tribe Community in Kendari City" needs to be carried out to determine the impacts on the people of Kendari City.</p> <p><strong>Keywords: Urbanization, Bajo Tribe, Kendari City.</strong></p> 2024-04-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2583 PANTAI NAMBO SEBAGAI OBJEK WISATA BAHARI DI KOTA KENDARI 1997-2021 2024-04-15T07:10:26+00:00 Risnawati Risnawati risnanindi99@gmail.com Fatma Fatma fatmasaudo88@gmail.com Sitti Hermina hermina_sitti@yahoo.co.id <p>Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo yang terdiri dari lima tahapan penelitian, yaitu: (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik Sumber, (c) Verifikasi Sumber, (d) Interpretasi sumber, dan (e) Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pantai Nambo yang dilihat dari awal keberadaannya mengalami perkembangan yang sangat besar sehingga mampu merubah perekonomian masyarakat sekitar dan juga menjadi aset wilayah Sulawesi Tenggara. Hal-hal yang mendukung perkembangan Pantai Nambo tersebut yaitu keindahan alam baharinya dan juga keindahan buatan yang di bangun oleh pemerintah kota seperti gazebo, aula, toilet spot foto, taman, tempat sofenir, dan juga panggung. (2) Faktor-faktor yang menunjang perkembangan Pantai Nambo adalah aksesibilitas, infrastruktur, keeksotisan, pengelola dan pelayanan, dan keamanan dan kenyamanan. Pantai Nambo menjadi salah satu objek wisata favorit yang ada di Sulawesi Tenggara karena kepuasaan pengunjung dengan aksesibilitas yang mudah di jangkau, infrastruktur yang sudah memenuhi kebutuhan, kelembagaan yang merawat objek wisata, keramahan masyarakat lokal dan pemerintah dalam melayani wisatawan, serta keamanan dan kenyamanan pengunjung yang diutamakan.</p> 2024-04-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/sorume/article/view/2579 PERKEMBANGAN PERTANIAN MASYARAKAT DI DESA JATI BALI KECAMATAN RANOMEETO KABUPATEN KONAWE SELATAN 1970-2020 2024-04-15T06:35:27+00:00 Hikmah Alsari hikmahalsari21@gmail.com Aslim Aslim aslim_uho@yahoo.com Hamuni Hamuni hamuni@uho.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menjelaskan sistem pertanian tradisional masyarakat Bali di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan pada Tahun 1970. (2) Mengetahui dampak perkembangan sistem pertanian modern masyarakat Bali di Desa Jati Bali Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode sejarah yang terdiri dari lima tahap penelitian, yaitu: (a) Pemilihan Topik, terbagi dua bagian yaitu kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, (b) Heuristik sumber, terdiri dari studi dokumen, studi kepustakaan, wawancara, dan pengamatan. (c) Verifikasi sumber, yang dilakukan melalui kritik eksteren dan kritik interen, (d) Interpretasi sumber, yang dilakukan dengan analisis data dan sintesis. (e) Historigrafi, yang dilakukan secara sistematis dan objektif. &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Sistem pertanian masyarakat Bali di Desa Jati Bali pada awal kedatangannya yaitu menggunakan sistem pertanian tradisional. Sistem subak di Bali mereka pergunakan juga di &nbsp;tempat transmigrasi mereka di Desa Jati Bali. (2) Setelah sistem pertanian tradisional ditinggalkan masyarakat Desa Jati Bali kemudian menggunakan sistem pertanian modern. Sistem modern tersebut ditandai dengan penggunaan alat-alat berteknologi seperti entraktor, jonder (john deer), serta grandong. (3) Dampak dari sistem pertanian modern bagi masyarakat Desa Jati Bali yaitu pekerjaan petani lebih efisien dan efektif dalam melakukan penanaman, perawatan dan juga pemanenan.</p> 2024-04-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2024 Sorume: Jurnal Penelitian Sejarah dan Budaya