This scientific journal is dedicated as a periodical scientific publication in archeology which is expected to be an arena for exchanging ideas and thoughts in the field of archeology. SANGIA comes with a mission to build tradition and academic climate for the advancement of civilization and human dignity.

Sangia berasal dari bahasa lokal masyarakat di Sulawesi Tenggara yakni Bahasa SukuMuna. Kata tersebut memiliki makna keramat atau diidentikkan dengan tempat-tempatatau dianggap situs-situs yang dianggap keramat oleh masyarakat. Pemaknaan tersebutsecara tidak langsung membuat masyarakat di sekitar tempat-tempat tersebut akanmenjaga dan memelihara tempat atau situs tersebut. Diharapakan Jurnal Sangia dapatmenjadi media publikasi yang tepat untuk menyuarakan hasil penelian ataupun buahpikiran dari peneliti, akademisi, dan mahasiswa dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.

Jurnal yang memuat tulisan-tulisan berupa artikel yang berasal dari hasil-hasil penelitian atau hasil-hasil kajian dosen dan mahasiswa dalam bidang arkeologi. Sangia berasal dari bahasa lokal masyarakat di Sulawesi Tenggara yakni Bahasa Suku Muna, yang memiliki makna keramat yang identik dengan tempat-tempat atau situs-situs yang dianggap keramat oleh masyarakat, sehingga dengan makna tersbut tempat atau situs tersebut dapat dijaga dan dipelihara oleh masyarakatnya.