Fungsi Upacara Adat Ngensudah pada Masyarakat Dayak Melahui di Kabupaten Melawi

Authors

  • Dwi Oktariani Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura
  • Aline Rizky Oktaviari Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura
  • Anggela Dhea Natasia Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura

DOI:

https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v13i2.2507

Keywords:

customary ceremonies, ngensudah, Melahui

Abstract

This research aims to understand the ritual processes of death in the tribal community of Dayak Melahui as social cultural values. This research employs the ethnographic method as a qualitative descriptive approach. Data analysis techniques include data collection, reduction, data presentation, and inference. The research findings showed that Ngensudah's customary ritual process included events such as Nyengkolat'n, tomb renovation, statue installation, Ompong cutting, Bigal Dance, animal sacrifice cutting, grave worship, Kerongkang Ritual, Bigall Dance, and Pampali Tuak Opening. The maintenance of customary ceremonies involves both spiritual and social functions. The values contained in customary ceremonies include gotong-royong values, responsibility, leadership, solidarity, cultural wisdom, love of the homeland, religious values, and means in harmony with customary norms.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Dwi Oktariani, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura

Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura

Aline Rizky Oktaviari, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura

Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura

Anggela Dhea Natasia, Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura

Program Studi Pendidikan Seni Pertunjukan, Universitas Tanjung Pura

References

Adriansyah, M. A., dkk. (2017). Kwangkai: Menguak Makna Ritual Puncak Adat Kematian Suku Dayak Benuaq Kalimantan Timur Ditinjau dalam Perspektif Psikologi Teori Tindakan Beralasan. Psikostudia: Jurnal Psikologi, 6(2), Desember 2017, hlm. 9-20

Axiaverona, R. G., & Soemanto, R. B. (2018). Nilai Sosial Budaya dalam Upacara Adat Tetaken (Studi Deskriptif Upacara Adat Tetaken di Desa Mantren, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan). Journal of Development and Social Change, 1(1). https://doi.org/10.20961/jodasc.v1i1.20732

Christitha. (2023). Analisis Makna Simbol Properti Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah Dayak Melahui di Kecamataan Ella Hilir Kabupaten Melawi. Skripsi.

Effendi T. N. (2013). Budaya Gotong Royong Masyarakat Dalam Perubahan Sosial Saat Ini. Jurnal Pemikiran Sosiologi. Vol 2. No.2

Fathurrahman, M.,dkk. (2023). Etnozoologi Masyarakat Dayak Kubin Desa Manggala Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi untuk Ritual Adat dan Mistis. Jurnal Hutan Lestari 11(02).

Fitria, H., Rianto, H., Marantika, R. D., & Rube’i, M. A. (2022). Analisis Nilai Gotong Royong dalam Upacara Adat Nyabakng Masyarakat Dusun Segonde Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 6(1). https://doi.org/10.31571/pkn.v6i1.2931

Ismail, N. B. B, Zainal, S., & Sim, C. C. (2017). Upacara Adat Kematian Magpaturun Roh Arwah Ma Bahagi Pitu’ Tinjauan Awal terhadap Elemen Teaterikal Teater. Jurnal Gendang Alam (GA), 7. https://doi.org/10.51200/ga.v7i.1052

Istianah, A. (2012). Pelaksanaan Upacara Adat 1 Sura Di Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Jawa Tengah (Bab Ii). Jurnal Ilmiah.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta : PT. Rineka Cipta.

Natasia, A. D. (2023). Fungsi Tari Bigal dalam Upacara Adat Ngensudah Dayak Melahui di Kecamatan Ella Hilir Kabupaten Melawi.Skripsi

Oktariani,Dwi. (2023). Tari Jepin Langkah Simpang, Warisan Budaya Melayu Pontianak. CV. Lakeisha

Parmi, H. J. (2020). Upacara Adat dan Konservasi Penyu di Kuta dan Tanjung Benoa, Bali. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 4(3). https://doi.org/10.36312/jisip.v4i4.1470

Purba, F. A. (2019). Makna Simbolik Tor-Tor Sombah dalam Upacara Adat Kematian Sayur Matua pada Masyarakat Suku Batak Simalungun. Greget, 15(2). https://doi.org/10.33153/grt.v15i2.2427

Rais, L. (2017). Assongka Bala (Studi Kasus Memudarnya Tradisi Tolak bala Di Masyarakat Desa Marannu Kecamatan Lau Kabupaten Maros. Skripsi. Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Hasanuddin, Makasar.

Rengat, I. S., Ronaldo, P., & Hexano, S. A. D. (2022). Upacara Adat Gawai Suku Dayak Kalbar sebagai Kearifan Lokal dan Pembentuk Nilai Solidaritas. Titian: Jurnal Ilmu Humaniora, 6(2). https://doi.org/10.22437/titian.v6i2.21080

Yuliana, P. R., Trilestari, A., & Apriani, A. (2021). Analisis Upacara Adat Nyuguh di Kampung Adat Kuta Kabupaten Ciamis. Magelaran: Jurnal Pendidikan Seni, 4(2). https://doi.org/10.35568/magelaran.v4i2.1107

Additional Files

Published

2023-06-29

How to Cite

Oktariani, D., Oktaviari, A. R. ., & Natasia, A. D. (2023). Fungsi Upacara Adat Ngensudah pada Masyarakat Dayak Melahui di Kabupaten Melawi. ETNOREFLIKA: Jurnal Sosial Dan Budaya, 13(2), 219–232. https://doi.org/10.33772/etnoreflika.v13i2.2507

Issue

Section

Volume 13 Issue 2, June 2024