SEJARAH KELAS SOSIAL MASYARAKAT KERATON BUTON : 1942-2004

Authors

  • Muhammad Syahrul Pala Alumni Pada Jurusan Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo
  • Hamuni Hamuni Dosen Pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

DOI:

https://doi.org/10.33772/history.v1i2.465

Keywords:

Sejarah, Kelas Sosial, Keraton Buton

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sejarah kelas sosial pada Masyarakat Keraton Buton: 1942-2004. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dikemukakan oleh Kuntowijoyo (1995) yang terdiri atas (a) Pemilihan topik, (b) Heuristik, (c) Verifikasi, (d) Interpretasi, dan (e) Historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa(1) Sejarah kelas sosial di Buton merupakan hasil bentukan dari Wa Kaa Kaa. Hal tersebut didasari oleh sistem kerajaan Buton yang menetapkan tongkat kepemimpinan berdasarkan silsilah raja sebelumnya sehingga dibentuklah kasta untuk mengklasifikasi urutan raja. Setiap orang diukur berdasarkan kasta. Hal tersebut tergantung dari garis nasab seseorang. Jika berasal dari kelas kaomu yaitu keturunan Wa Kaa Kaa maka seterusnya menjadi kaomu, jika nasabnya walaka maka seterusnya walaka begitupula Parabela dan Babatua. (2) Bentuk dan fungsi kelas sosial dalam masyarakat Buton memiliki bentuk yang beragam, kaomu terbentuk dari nasab bangsawan melalui Wa Kaa Kaa  dan berfungsi sebagai Raja, walaka terbentuk dari nasab garis keturunan bangsawan yaitu mia patamia dan berfungsi sebagai pemilih dan melantik raja dari kelas kaomu, dan parabela terbentuk dari loyalis kerajaan Buton yang berfungsi menjaga kadhie,  dan babatua merupakan bentuk budak pelayan kerajaan. Kasta tersebut  berpengaruh di bidang sosial politik masyarakatnya.

Kata Kunci: Sejarah, Kelas Sosial, Keraton Buton

References

Amin, Budi. (2008), Stratifikasi Sosial dan Diferensi Sosial. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Anwar, Yesmil dan Andang. 2013. Sosiologi untuk Universitas.Bandung: PT Rerika Aditama.

Bungin, M. Buhan. 2007. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Darmawan, Yusran. 2012. Menyibak Kabut di Keraton Buton. Baubau: Respect.

Darmawan, Yusran 2009. Naskah Buton, Naskah Dunia. Baubau: Respect.

Kasijanto, dkk. 2006. Pedoman Penulisan Sejarah Lokal. Jakarta: Direktorat Niai Sejarah.

Kuntowijoyo. 1995. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya.

Koentjaraningrat. 1980. Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat.

Lawang, R.M.S. 1985. Pengantar Sosiologi. Jakarta: Konika.

La Niampe. 2014. Nasihat Leluhur untuk Masyarakat Buton–Muna. Jakarta: Mujahid Press.

Scrool, Pim. 2003. Mayarakat Sejarah dan Budaya Buton. Jakarta: Penerbit Djambatan..

Soekanto, Soejono. 1980. Kedudukan dan Peran Hukum di Indonesia. Jakarta: Kurilah Esa.

.1982. Sosiologi suatu Pengantar. Jakarta: CV. Rajawali.

.2013. Sosiologi Suatu Pengantar Ilmu. Jakarta: PT. Raja Grafinado Persada.

Susanto S., Astrid. 1985. Pengantar Sosiologi dan Perubahan Masyarakat. Bandung: Bina Cipta.

Yoseph. 1997. Pengertian Teori Strukturalisme dalam masyarakat.Jakarta: CV. Rajawali.

Zuhdi, Susanto. 2010. Sejarah Buton yang Terabaikan: Labu Rope Labu Wana. Jakarta: Rajawali Press.

Additional Files

Published

2018-12-05

Issue

Section

Volume 1 Nomor 2, Juli - Desember 2018

How to Cite

SEJARAH KELAS SOSIAL MASYARAKAT KERATON BUTON : 1942-2004. (2018). Journal Idea of History, 1(2), 33-44. https://doi.org/10.33772/history.v1i2.465

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 127

You may also start an advanced similarity search for this article.