PERANAN MOKOLE MBEOGA DI KERAJAAN WAWONII :1650-1745

Authors

  • Siti Sulfiani Universitas Halu Oleo
  • Aswati M Universitas Halu Oleo
  • Hamuni Hamuni Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33772/history.v3i1.998

Keywords:

Kerajaan, pemerintahan, perkembangan, Agama Islam

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Struktur Pemerintahan Kerajaan Wawonii, (2) Latar belakang pengangkatan Mbeoga sebagai Mokole di Kerajaan Wawonii, (3) Perkembangan Kerajaan Wawonii pada masa Pemerintahan Mokole Mbeoga.          Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah  yang terbagi lima tahap yaitu: (1) Pemilihan Topik, (2) Pengumpulan Sumber,(3) Verifikasi Sumber, (4) Interpretasi Sumber, dan (5) Historiografi. Hasil penelitian Menunjukkan bahwa: (1)  Struktur pemerintahan Kerajaan Wawonii telah disusun pada masa pemerintahan Mokole sebelumnya yakni Mokole/Lakino Lamboi yang terdiri dari Lakino (Mokole), Kepala Kampung, Kapita dan Bonto. Raja dalam menjalankan pemerintahan dibantu oleh perangkatnya. Pada masa Mbeoga dilakukan sejumlah perbaikan. Adapun susunan pemerintahan kerajaan Wawonii terdiri dari : Raja, Tamalaki, Kapita, Bonto, kepala urusan rumah tangga, buruh dan dukun. (2) latar belakang pengangkatan Mbeoga sebagai Mokole berdasarkan garis keturunan dari ayahnya yang bernama Mokole Maulu. Pengangkatan Mbeoga sebagai Mokole karena memiliki kharisma sebagai seorang pemimpin. Di samping itu Mbeoga  sebagai seorang prajurit sudah mengikuti ayahnya ketika perang melawan bajak laut Tobelo di perairan Wawonii pada usia 25 tahun, (3)  Kerajaan Wawonii pada masa pemerintahan Mokole Mbeoga dapat dilihat dalam bidang : (1) Politik dan pemerintahan, (2) perbaikan ekonomi, (3) Pertahanan,(4) Perkembangan agama Islam, dan (5) Sosial budaya.

References

Asma Dewi, Wa Ode.2013. Benteng Bombonawulu Pada Masa Kesultanan Buton(1538- 1960).Kendari: Skripsi Unhalu.
Arad, M. 2014. Pelaksanaan Syariat Islam Pada Masa Pemerintahan Sultan Muhammad Idrus .Skripsi UHO.
Hugiono. 1987. Pengantar Ilmu Sejarah. Jakarta: Bina Aksara.
Kartodirdjo, Sartono. 1999. Elite Dalam Perspektif Sejarah. Jakarta LP3ES.
Koentjaraningrat.1983. Kebudayaan Mentalis dan Pembangunan. Jakarta:
Gramedia:
Kuntowijoyo, 2003, Metodologi Sejarah.Yogyakarta : Tiara Wacana.
_______________, 2013.Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Keller,Suzanne. 1995. Penguasa Dan Kelompok Elite, Peranan Elite Penentu Dalam Masyarakat Modern.Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
Lapian, A.B. 1987.Orang Laut-Bajak Laut-Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX. Yogyakarta: Disertasi, UGM.
Lamin Sarmint, 2002.Pelaksanaan Syariat Islam Pada Masa Pemerintahan Sultan Muhammad Idrus Kaimuddin (1824-1851). Skripsi Unhalu.
Melamba, Basrin.dkk. 2017. Sejarah Konawe Kepulauan Sulawesi Tenggara.Yogyakarta :Istana Publishing.
Notosusanto, Nugroho. 1978. Masalah Penelitian Sejarah Kontenporer. Jakarta:Yayasan Danu.
Pamudji, 1985.Kepemimpinan Pemerintahan Di Indonesia.Jakarta :Bina Aksara,
R.Z Leirissa, (ed) dkk.2006. Pedoman Penulisan Sejarah Lokal. Jakarta:Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
R.Z. Leirissa, 1996. Historiografi Umum Rencana perkuliahan ( ProgramMagister Studi Sejarah). Jakarta:UI Press.
Rawiah Sitti. Tinjauan Tentang Fungsi Majelis Sarano Wuna Dalam Pemerintahan Kerajaan Muna. Skripsi, FKIP Unhalu, Kendari.
Saragih, Partogih, 1990. Peran kepemimpinan dan Daya Adaptasi Terhadap modernisasi jakarta: Medya Asri
Syahruddin, 2015.Peranan Rakyat Lapandewa dalam Mempertahankan Kesultanana Buton Dari Gangguan Bajak Laut Tobelo Pada Abad XVII . Skrips Fkip Unhalu.

Additional Files

Published

2020-10-22

Issue

Section

Volume 3 Nomor 1, Januari - Juni 2020

How to Cite

PERANAN MOKOLE MBEOGA DI KERAJAAN WAWONII :1650-1745. (2020). Journal Idea of History, 3(1), 24-30. https://doi.org/10.33772/history.v3i1.998

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 77

You may also start an advanced similarity search for this article.