MONTA’U

Authors

  • Hasniati Hasniati Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33772/kabanti.v5i1.1193

Keywords:

Bentuk Perlindungan Ekologi (Monta’u) Berladang.

Abstract

Ekologi Monta’u (Berladang) merupakan bentuk perlindungan terhadap alam untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga melahirkan sebuah kearifan lokal bagi masyarakat yang dilakukan dalam sekali setahun. Tujuan Penelitian untuk mengetahui tradisi Monta’u apakah merupakan bentuk perlindungan terhadap alam dan untuk mengetahui tradisi sebagai kearifan lokal. Teori yang di gunakan yaitu Ekologi Adaptasi Budaya Julian H. Steward dengan menggunakan metode Etnografi serta teknik pemilihan informan yang dilakukan dengan cara menetapkan informan kunci kemudian menentukan informan lain dengan teknik Snowball oleh Spradley (1997) dan Bernard (1994). Di mana penelitian dapat dihentikan apabila data telah berulang dan data sudah mencukupi atau data jenuh(dimana tidak ditemukan informan baru lagi). Pengumpulan data menggunakan teknik pengamatan terlibat (Participation Observation) dan wawancara mendalam ( Indepth Interview) serta analisi secara etnografi data yang diperoleh dari awal hingga akhir penelitian di susn dan di kelompokkan menurut bagian-bagiannya kemudian dikaitkan dengan konsep dan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekologi berladang pada Orang Mawa merupakan bentuk perlindungan terhadap alam untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga melahirkan sebuah kearifan lokal dalam berladang, agar selalu terlindungi dan terjaga ekologi berladang oleh mereka sehingga tidak mengalami kepunahan karena ekologi berladang merupakan sebuah sumber kehidupan bagi masyarakat Mawa Kecamatan Wawonii Utara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Asmayanti. 2019. Kearifan Lokal Dalam Sistem Bertani Tradisional Padi Pada Masyarakat Suku Culambatu Desa Pada Lere Kecamatan Onoheo Kabupaten Konawe Utara. Skripsi. Kendari: Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo.

Chadijah Devi Intan. 2017. Keberlanjutan Ekologis Hutan Dalam Kearifan Lokal Panglima Uteun Pada Masyarakat nagan Raya. Jurnal analisa sosiologi. Program Studi Magister Sosiologi Universitas Sebelas Maret, oktober 2017.

Moran, Emilio. F. 2000. Secon edition Human Adaptability: an introduction to ecologisal antropology. In the united States of America. Central Avenue, Boulder, colorado and in the Kingdom by Westview Press.

Hardin. 2016. Ritual Kapontasu Pada Masyarakat Petani Padi Ladang Etnik Muna Di Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Tesis. Kendari: Universitas halu Oloe fakultas ilmu budaya.

Herni. 2019. Sistem Pengetahuan Petani Padi Tradisional di Desa Lapandewa Kecamatan Kulisusu Barat Kabupaten Buton Utara. Skripsi. Kendari: Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo.

Lahajir. 2001. Etnoekologi perladangan orang dayak (Etnografi lingkungan di dataran tinggi tanjung). Yokyakarta Galang press, Yokyakarta.

Rappaport. Roy (1968) Pigs For The Ancestors: Ritual in the Ecology of a New Guinea People.New Hapen and London: Yale University Press.

Spradley James P. 1997. Metode etnografi: pengantar Dr. Amri Marzali, MA; Editor Elizabeth, Misbah zulfa; Penerbit: Yogyakarta: (Edisi kedua) Tiara Wacana Yogya.

Steward , J.H. 1955. Theoryof Culture Change: The Methodology Of Multilinier Evolution. Urban: Univ Of Illinois Press.

Wahyu Novella A Yollanda. 2018: Upacara Menanam Padi Di Desa Lembeyan Wetan, Kecamatan Lembeyan, Kabupaten Magetan. Dalam Haluan Sastra Budaya Jurnal, Volume 2, No.1 Juni 2018: Universitas Sebelas maret.

Additional Files

Published

2021-06-20

Issue

Section

Volume 5 Nomor 1, Januari - Juni 2021

How to Cite

MONTA’U. (2021). KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 5(1), 109-120. https://doi.org/10.33772/kabanti.v5i1.1193

Similar Articles

1-10 of 26

You may also start an advanced similarity search for this article.