TRADISI TAHUNAN HEPATIRANGGA DALAM MENYAMBUT MALAM LAILATUL QADR PADA MASYARAKAT KELURAHAN WANDOKA SELATAN KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI

Wa Ode Kurniati Muallim
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Wa Ode Sitti Hapsah
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Share:

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan mendeskripsikan interpretasi pelaksanaan tradisi hepatirangga dalam menyambut malam lailatul qadr. Menggunakan teori simbol oleh Victor Turner dengan metode etnogfafi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi hepatirangga merupakan salah satu budaya ritual tahunan pada masyarakat Kelurahan Wandoka Selatan seperti mewarnai kuku dengan daun pacar yang telah dihaluskan dan sebagai bentuk ucapan syukur serta menghormati arwah nenek moyangnya dengan berkunjung ke pemakaman keluarga yang telah meninggal dunia karena bisa kembali merayakan malam lailatul qadr. Tradisi dilakukan tepat pada malam ke 27 sebagai salah satu cara untuk menyambut hari lebaran. Tradisi hepatirangga selain menjadi ajang pencarian jodoh juga dimaknai sebagai bentuk cerminan perilaku masyarakat untuk berpikir sebelum bertindak dalam melakukan sesuatu. Menurut kepercayaan masyarakat setempat daun patirangga tidak hannya digunakan untuk mewarnai kuku tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai bentuk media dengan leluhur serta daun pacar sebagai pengobatan tahunan dalam hepatirangga.

References

Alwini, M. L. (2015 ). Pemertahanan Tradisi Laylat al-Henna oleh Perempuan Keturunan Arab-Indonesia di Otista, Jakarta Timur. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Jurusan Studi Arab.

Aprianti. (2019). Tradisi Mappaci dalam Pernikahan Masyrakat Bugis di Desa Tanjung Kerang (Dususn Lima) Kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin. Skripsi.

Dayani, I. (2016). Makna Pesan Tradisi Mappacci Pada Pernikahan Adat Bugis Pangkep Di Kelurahan Talaka Kecamatan Ma’rang.

Haq, I. B. ( 2019). Henna Sebagai Komunikasi Identitas Budaya (studi fenomenologi pemahaman & pemaknaan laki-laki pengguna henna di Kampung Arab Surabaya). penelitian Ilmu Komunikasi, 98.

Lestari, S. (. (2016). Tradisi Malam Henna Ghumra di Arab Saudi.

Nadeak. (2011). Mahendi Seni Hias Tubuh Dalam Pernikahan Orang India dan Perkembangan). (Skripsi). Universitas Sumatera Utara Fakultas Ilmu sosial Departemen Antropologi Sosial (diakses pada tanggal 14 April 2021 pada word wide web: https://docplayer.info/1.

Putri, D. &. (2017). Proses Upacara Berinai Pada Pengantin Di Desa Teubang Phui Baru Kecamatan Montasik Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Volume 2 Nomor 4 , 42.

Putri, I. D. ( 2016). Makna Pesan Tradisi Mapacci Pada Pernikahan Adat Bugis Pangkep Di Kelurahan Talaka Kecamatan Ma'rang. Skripsi. Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Rasyid. (2017). Ragam Struktur dan Motif Seni Henna Dalam Tradisi Adat Bangsa Maroko (Studi Kepustakaan). (Skripsi). Universitas Sebelas Maret Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Arab. (diakses pada tanggal 14 April 2021) pada woed wide web: https://eprints.

Rosdiana, W. O. (2017). Kacang Goreng dan Ajang Pencarian Jodoh (Studi Etnografi Di Kelurahan Wandoka Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Kendari:Kabanti Universitas Halu Oleo. Vol. 1.

Spardley, J. (1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Suparlan, P. (1983). Manusia Kebudayaan dan Lingkungan, Perspektif Antropologi Budaya. Jakarta: UI Press.

Winangun, Y. W. (n.d.). Masyarakat Bebas Struktur Liminalitas dan Komunitas Menurut Victor Turner. Yogyakarta: Kanisus.
How to Cite
Muallim, W. O. K., & Hapsah, W. O. S. (2022). TRADISI TAHUNAN HEPATIRANGGA DALAM MENYAMBUT MALAM LAILATUL QADR PADA MASYARAKAT KELURAHAN WANDOKA SELATAN KECAMATAN WANGI-WANGI KABUPATEN WAKATOBI. KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 6(1), 153–162. https://doi.org/10.33772/kabanti.v6i1.1449

Send mail to Author


Send Cancel

Custom technologies based on your needs

  • MongoDB
  • ElasticSearch
  • Redis
  • Solr
  • Memcached