TRADISI MAPPATAMMA’ PADA MASYARAKAT KELURAHAN LAMERORO KECAMATAN RUMBIA KABUPATEN BOMBANA

Authors

  • Satri ani Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Akhmad Marhadi Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33772/kabanti.v3i2.984

Keywords:

Tradisi, Mappatamma

Abstract

Tradisi mappatamma’salah satu cara hidup orang Muslim Khususnya di Kelurahan Lameroro yang memiliki arti yang sangat mendalam sehingga tradisi ini menjadi perayaan bagi orang yang telah tamat mengaji. Jika seseorang belum melaksanakan tradisi mappatamma’ dianggap masih menjadi tanggungan guru mengaji atau masih menjadi anak dari guru mengaji. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Orang Bugis masih mempertahankan tradisi mappatamma, bagaimana tradisi mappatamma dalam Kehidupan Orang Moronene dan makna tradisi Mappatamma di Kelurahan Lameroro. Teori yang digunakan adalah teori fenomenologi agama. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif berupa deskripsi mendalam, dengan pengumpulan data menggunakan pengamatan terlibat (participation observation) dan wawancara mendalam (indepth interview). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: tradisi Mappatamma masih dipertahankan karena sebuah tradisi pada saat tamat mengaji. Sedangkan tradisi mappatamma dalam Kehidupan Moronene tujuannya sebagai tanda syukur kepada sang pencipta atas pencapaian kepada anak dalam khataman AL-Quran. Maka yang  terkandung dalam tradisi ada duayakni makna perilaku yang dilakukan oleh iman pada saat memimpin terjadinya proses mappatamma’ sedangkan perlengkapan yang dipakai dalam tradisi Mappatamma’ yakni sokko ketan putih dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas rejeki yang didapatkan, kue tujuh wanah dimaknai tentang persatuan Islam atau doa, ayam dimaknai sebagai tanda terimaksih kepada sang Guru mengaji, pisang dimaknai sebagai pengungkap rasa cinta sedangkan dupa dan kemenyam dimaknai sebagai penguhung dengan leluhur mereka.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Hendroby. (2016). Merereaki:Ritual Menelan Jantung Ayam Pada Anggota Kabupaten Bombana,Universitas Halu Oleo Kendari.

Imadi, Iwan suca. (2013). Tradisi Yongkol. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Bandung.

Iswan, (2017). Tradisi Map-patamma’ Mengaji masyarakat Di Desa Lapeo Kecamatan Ca-mpalagian Kabupaten Polewali Mandar. http// repository.uin-alauddin.ac.id.

Mumminat, Hasdali. (2015). Adat Map-patamma’ Dalam Pandangan Hukum Islam (Studi Di Kecamatan Bontonompo Se-latan Kabupaten Gowa). http://repository.uin-alauddin.ac.id

Marwah. (2018). Resepsi AL-Quran Dalam Tradisi Map-panre’ Temme’ (Studi Living Quran Di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo Kota Makassar Selatan). (Skripsi) Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam. Tersdia :http//digilid.uin-suka,ac.id

Oktavia, Lestai. (2017). Pelaksanaaan Tradisi Upacara Adat Pattaungeng di Tineo Kelrahan Ompo Kecamatan Lalabat Soppeng Universitas Negeri Makassar.Tersedia:ojs.unm,ac.id

Spradley, James P. Metode Etnografi . Yogyakarta : Tiara Wacana.

Additional Files

Published

2019-12-19 — Updated on 2023-06-26

Versions

Issue

Section

Volume 3 Nomor 2, Juli - Desember 2019

How to Cite

TRADISI MAPPATAMMA’ PADA MASYARAKAT KELURAHAN LAMERORO KECAMATAN RUMBIA KABUPATEN BOMBANA. (2023). KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 3(2), 118-125. https://doi.org/10.33772/kabanti.v3i2.984 (Original work published 2019)

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 22

You may also start an advanced similarity search for this article.