PERSEPSI MASYARAKAT TOLAKI TERHADAP PERCERAIAN DI DESA PEWUTAA KECAMATAN ANGATA KABUPATEN KONAWE SELATAN

Authors

  • Akhmad Marhadi Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Dinar Karni Josultin Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Ashmarita Ashmarita Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33772/kabanti.v4i2.986

Keywords:

Presepsi, perceraian, Masyarakat

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi masyarakat tolaki terhadap perceraian, penyebab terjadinya perceraian pada masyarakat tolaki dan kondisi-kondisi sosial budaya masyarakat tolaki yang menyebabkan perceraian. Teori yang digunakan untuk membaca data penelitian ini adalah Berger dan Luckman dalam Heddy Shri Ahimsa putra tentang fenomenologis. Metode penelitian ini mengunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan terlibat (Participant Observation) dan wawancara mendalam (Indepth Interview). Hasil dari penelitian ini menunjukan, berdasarkan persepsi masyarakat tolaki terhadap perceraian di Desa Pewutaa, adanya unsur ketidak mampuan untuk membina keluarga lagi dalam satu keluarga untuk hidup bersama, ketidak ingin melanjutkan hidup bersama pasangannya, disebabkan terjadinya perceraian salah satunya perceraian ini merupakan aib keluarga yang di pandang tidak baik dimata orang-orang diluar sana, disebabkan oleh kemiskinan yang dimana salah satu dari pasangan tersebut sudah tidak sanggup lagi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka, sementara kebutuhan meningkat, kondisi ekonomi yang tidak memenuhi suatu kebutuhan keluarga, disebabkan akses transfortasi yang sekarang ini makin berkembang pesat dan masuk dalam kalangan masyarakat yang sudah berkeluarga sehingga akses trasfortasi ini dapat menjadi kondisi sosial budaya masyarakat yang menyebabkan perceraian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agoes, A.Y. (1996). Masalah-masalah dalam Perkawinan dan Keluarga dalam apa dan Bagaimana Mengatasi Problema Keluarga. Jakarta: Pustaka Antara.

Hamdani,(2005) “Musim Kawin Di Musim Kemarau, : Yogyakarta: BIGRAF publishing.

Haviland, Willam A. (1985). Antropology. Terjemahan: R.G. Soekadijo. 1988. Jakarta: Erlangga.

Koentjaraningrat (1992) (cetakan 3).Pengantar Ilmu Antropologi. Bandung: Rineka Cipta.
Karim, Erna (1999) Pendekatan perceraian dari perspektif sosiologi, dalam Ihromi, Bunga Rampai Sosiologi Keluarga, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Susanto (2012) Persepsi masyarakat terhadap praktik perkawinan dini di Sukabumi Jawa Barat Jurnal Aspirasi Vol.3 No. 2.

Spradly, James P (1997) Metode Etnografi, Yogyakarta: Tiara Wacana.

Additional Files

Published

2020-12-22

Issue

Section

Volume 4, Nomor 2, Juli - Desember 2020

How to Cite

PERSEPSI MASYARAKAT TOLAKI TERHADAP PERCERAIAN DI DESA PEWUTAA KECAMATAN ANGATA KABUPATEN KONAWE SELATAN. (2020). KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 4(2), 1-12. https://doi.org/10.33772/kabanti.v4i2.986

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 4 > >> 

Similar Articles

1-10 of 89

You may also start an advanced similarity search for this article.