##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Pebrianto Pebrianto Wa Ode Sifatu Raemon Raemon

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengguanaan bahasa Culambacu di Desa Lamonae dan upaya apa saja yang dilakukan untuk mempertahankan bahasa Culambacu khususnya di Desa Lamonae. Penelitian ini menggunakan teori kebertahan bahasa oleh Fishman tentang penggunaan bahasa pada masyarakat suku Culambacu dengan menggunakan metode etnografi dan pendekatan kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1). Penggunaan bahasa Culambacu masih tetap digunakan pada masyarakat Lamonae baik dalam ranah keluarga, ranah pendidikan, ranah agama, ranah ketetanggan serta dalam ranah pemerintahan. (2). Adapun upaya yang dilakukan oleh masyarakat serta pemerintah daerah dalam mepertahankan bahasa Culambacu yaitu pembuatan kamus bahasa daerah Culambacu, penggunaan bahasa Culambacu diberbagai ranah dalam interaksi masyarakat, seminar suku dan bahasa, pameran budaya, mejadikan bahasa daerah Culambacu sebagai salah satu mata pelajaran (muatan lokal) pada kurikulum sekolah. Kebertahanan bahasa Culambacu di Desa lamonae masih bertahan, karena terlihat masyarakat Suku Culambacu  masih mempertahankan  bahasanya dengan cara tetap menggunakan bahasa Culambacu ketika berkomunikasi dengan sesama masyarakat Suku Culambacu. Pemertahanan bahasa Culambacu dikaji dari berbagai arena, yaitu arena keluarga, arena tetangga, arena kerja, arena pemerintahan, arena pendidikan dan arena  agama.  Keluarga masyarakat Suku Culambacu masih menggunakan bahasa Culambacu dalam berkomunikasi sehari-hari. Hal itu di lakukan agar anggota keluarga tetap mengenal budaya yang melekat pada dirinya. Pada arena ketetanggaan, masyarakat Suku Culambacu masih menggunakan bahasa Culambacu dalam berkomunikasi dengan sesama Suku, namun dengan masyarakat Suku lainnya masyarakat Suku Culambacu berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Adapun masyarakat yang sudah memahami bahasa Suku Culambacu mulai menggunakannya walaupun tidak sebaik masyarakat Suku Culambacu, begitupun pada arena kerja, arena agama.

References
Budiyono R, Hery. (2009). Bahasa Ibu (bahasa daerah) Dipalangkaraya: Pergeseran dan Pemertahanannya. Palangkaraya: Adabiyyat, Vol. 8, No. 1. digilib.uin-suka.ac.id>R.Hery Budhiono, diakses pada hari minggu tanggal 3 Maret 2019 pukul 20:22.

Bourdieu, Piere. (1976). Out Line of Theoru and Practice. London, New York. Melbourne: University of Cambridge.

Candrasari, Ratri. (2014). Pemertahanan Bahasa Ibu di Asrama Mahasiswa Simeulue Kota Banda Aceh. Banda Aceh: Kajian Linguistik 12 (2) Hal. 1. repository.unimal.ac.id>Jurnal Kajian Linguistik, diakses pada hari minggu tanggal 3 Maret 2019 pukul 20:22.

Devianty, Rina.(2017). Bahasa Sebagai cermin Kebudayaan.Medan: JURNAL TARBIYAH, Vol. 24, No. 2, Hal. 227-228. Jurnaltarbiyah.uinsu.ac.id>download, diakses padahari senin tanggal 4 Maret 2019 pukul 20:22.

Dharma, Agus. (2011). Pembinaan Dan Pengembangan Bahasa Daerah. Semarang: Ponegoro University.

Erlinda, Dewi dkk. (2016). Pemertahanan Bahasa Bugis di Desa Labuhan Kuris Kabupaten Sumbawa Besar. Sumbawa: Universitas Mataram Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni Program Studi Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah. eprints.unram.ac.id>…, diakses padahari selasa tanggal 5 Maret 2019 pukul 20:22.

Evansyah, Eggy dan Santy Paulla Dewi. (2014). Kebertahanan Kampung Tua Sekayu Terkait Keberadaan Mal Paragon di Kota Semarang. Semarang: Jurnal Ruang. Vol. 2.No. 1.Hal. 304. https://media.neliti.com>publications, diakses padahari rabu tanggal 6 Maret 2019 pukul 20:22.

Junaidi, dkk. (2016). Variasi Inovasi Leksikal Bahasa Melayu Riau di Kecamatan Pulau Merbau. Pekan Baru: Jurnal Pustaka Budaya, Vol. 3. No. 1.Hal. 2. https://www.neliti.com>publications>v...,diakses padahari rabu tanggal 6 Maret 2019 pukul 20:22.

Lilyweri, Alo. (2014). Pengantar Studi Kebudayaan. Bandung: Nusa Media
Moleong, L. J. (1994). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosdakarya, Bandung

Munawarah, Sri. (2015). Faktor Pemertahanan Bahasa Daerah Madura di Jakarta: Jakarta. Perpustakaan Universitas Indonesia. Http://lib.ui.ac.id/opac/themes/libri2/detai.jsp?id=20155953&lokasi=lokal, diakses pada hari Minggu tanggal 5 Mei 2019 pukul 16:10.

Rosmawaty. (2013). Kebertahanan Bahsa Daerah Dalam Konteks Kebijakan Bahsa Nasional Indonesia: Kasus Bahasa Batak. Medan: Bahasa dan Seni. Tahun 41 No. 2. sastra.um.ac.id>uploads>2014/02>5-, diakses pada hari kamis tanggal 7 Maret 2019 pukul 20:22.

Suharsimih, Arikunto. (2006). Metodelogi Penelitian. Yogyakarta: PT. Bina Aksara. Aksara,2006-sc.syekhnurjati.ac.id, diakses pada hari minggu tanggal 5 Mei 2019 pukul 15:56.

Sumarsono. (2011). Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Tamrin.( 2014). Pemertahanan Bahasa Bugis Dalam Ranah Keluarga di Negeri Rantau Sulawesi Tengah. Palu:Sawerigading, Volume 20. No. 3. Halaman 1. sawerigading.kemdikbud.go.id>download, diakses pada hari kamis tanggal 7 Maret 2019 pukul 20:22.

Triyono, Sulis. (2006). Pembahsan Hasil Penelitian:Pergeseran Bahasa Daerah Akibat Kontak Bahasa Melalui Pembauran. Yogyakarta: LITERA, Jurnal Penelitian, Sastra dan pengajarannya, Volume 5. Nomor 1. Halaman

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Volume 4, Nomor 2, Juli - Desember 2020