KAWIN CAMPUR DI KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE PADA TENAGA KERJA ASING (TKA) DI DESHA PUURUI)

Authors

  • Novita Indriani Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Erens Elvianus Koodoh Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo
  • Raemon Raemon Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33772/kabanti.v3i2.985

Keywords:

Perkawinan Cmpur, Tenaga Kerja Asing (TKA), Perempuan Desa Puurui

Abstract

Perkawinan campur antara TKA dan perempuan diDesa Puuri bertujuan memperoleh dan mengkaji alasan perkawinan campur antara TKA dan perempuan lokal di Desa Puurui dan bagaimana pandangan masyarkat terhadap perkawinan campur. pemilihan informan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teori fenomenologi interpretatif Geertz(1973). Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik penelitian lapangan (field work) dengan menggunakan dua metode yaitu pengamatan terlibat (participation observation) dan wawancara mendalam (indeepth interview). Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan menggunakan metode penelitian etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, alasan TKA memilih kawin campur diantaranya ingin mendapatkan pengakuan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), pemenuhan kebutuhan biologis, dan visa wisata bukan visa kerja. Sedagkan alasan perempuan diDesa Puurui memilih kawin campur karena alasan ekonomi, prestise, dan kebebasan. Dari beberapa alasan perempuan, faktor ekonomi merupakan faktor yang paling menonjol dalam mendorong perempuan Desa Puuruikawin dengan Warga Negara AsingKedua, masyarakat memandang bahwa perkawinan campur antara TKA dengan perempuan diDesa Puurui merupakan hal biasa, dan juga hanya untuk memperbaiki status sosial baik perempuan itu sendiri maupun keluarganya.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

  • Erens Elvianus Koodoh, Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

    Jurusan Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

References

Ad. Duraiwisy, Yusuf. (2010). Nikah Siri, Mut’ah dan kontrak. Jakarta : Darul Haq

Ali. Muhammad. (1992). Strategi Penelitian Pendidikan. Bandung : Angkasa.

Arkanudin. (2010).Perkawinan Campuran.https://www.google.co.id/search?q=dapus+arkanudin+2010+tentang+perkawinan&oq=dapus+arkanudin+2010+&aqs=chrome.2.69i57j33j69i59.14477j0j4&client=ms-android-samsung-gj-rev1&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8Diakses10 April 2019 .

Astuti, Tri Marhaeni P. (2010). Penelitian Karya Ilmiah. Semarang: FIS UNNES.

Astuti, Tri Marhaeni P. (2011). Konstruksi Gender dalam Realitas Sosial. Semarang: FIS UNNES.

Baay, Reggie. (2010). Nyai dan per-gundikan di Hindia Belanda. Jakarta: Komunitas Bambu.

Dhavamony, Mariasusai. (1995). Fenomenologi Agama. Terjemahan oleh Kanisius. Jogjakarta: Kanisius (Anggota IKAPI).

Fajri, Azhari, Yohanes Bahari, Fatmawati. (2014). Asimilasi Budaya Pada Keluarga Kawin Campur Antara Etnis Dayak Dengan Tionghoa Di Sekadau Hilir. Pontianak: FKIP Untan Pontianak.

Friedman, Marilyn. (2003). Autonomy, gender, politics. NY: Oxford University Press.

Geertz, Clifford. (1983). Abangan, Santri dan Priyayi Dalam Masyarakat Jawa. Pustaka Jaya. Jakarta.

Geertz, Clifford. (1992a). Tafsir Kebudayaan. Kanisius Press. Yogyakarta.
Geertz, Clifford. (1973). The Interpretation of cultures.Basic Books, Inc, Publisbers. New York.

Geertz, Clifford. (1992b). Kebudayaan dan Agama. Kanisius Press. Yogyakarta.

Hadikusuma, Hilman. (1990). Masyarakat dan Adat Budaya Lampung. Bandung:
Mandar Maju.

Additional Files

Published

2019-12-26

Issue

Section

Volume 3 Nomor 2, Juli - Desember 2019

How to Cite

KAWIN CAMPUR DI KECAMATAN MOROSI KABUPATEN KONAWE PADA TENAGA KERJA ASING (TKA) DI DESHA PUURUI). (2019). KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 3(2), 139-151. https://doi.org/10.33772/kabanti.v3i2.985

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 123

You may also start an advanced similarity search for this article.