SONGGA’A : RITUAL PASCA PERKAWINAN PADA ORANG LIYA MAWI

Authors

  • Jorya Jorya Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Raemon Raemon Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33772/kabanti.v5i2.1279

Keywords:

ritual songga’a, pasca perkawinan, Pasca perkawinan

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan prosesi ritual songga’a pada masyarakat Liya Mawi serta untuk mengungkap makna simbolik yang terdapat dalam ritual songga’a untuk mengetahui karakter pasangan pengantin baru. Penelitian ini dilakukan pada bulan mei 2020. Dalam menganalisis data-data yang ada penelitian ini menggunakan teori simbolik oleh Victor W. Turner, metode yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu  metode etnografi dengan dengan teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik pengamatan (observation) dan wawancara (interview). Selanjutnya data yang didapatkan dianalisa dan disusuan berdasarkan acuan yang digunakan sehingga mudah diinterpertasikan.Hasil penelitian menunjukan bahwa ritual songga’a adalah tradisi yang wajib dilakukan oleh pasangan pengantin baru yang memiliki garis keturunan Liya Mawi. Ada keyakinan secara metafisika didalam masyarkat pendukung kebudayaan tersebut bahwa apabila ritual ini tidak dilakukakan maka akan pasangan pengantin baru tersebut akan mendapatkan bala  yang berupa; susah mendapatkan keturunan, kesehatan mererka akan terganggu, susah mendapatkan rezeki, serta akan ada penyakit-penyakit secara personalistik yang akan diderita. Dalam prosesinya ritual songga’a ada empat tahapan yaitu; Te Lahaa Umanu, Te Songga’a U’ufe, Temanga’a Umia Sumongga’a, dan Te Hesofuia. Adapun makna simbolik yang terdapat didalamnya akan diinterpertasikan berdasarkan media ayam yang digunakana saat proses ritual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, S. (2001). Makna Simbolik Polopo (maskawin) dan Perubahannya dalam Sistem Perkawinan Adat Tolaki di Kelurahan Ambalodangge, Kecamatan Lainea, Kabupaten Kendari.Skripsi: Universitas Halu Oleo.

Herusatoto, Budiono. (2001). Simbolisme Dalam Masyarakat Jawa. Jakarta: Prasetia Widia Pratama.

Koentjaraningrat. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi, Cetakan kedelapan. Jakarta: PT Rineka Cipta.

, (1985). Beberapa Pokok Antropologi Sosial. Jakarta: Dian Rakyat

Octaviana, Frisca. (2014). Implementasi Makna Simbolik Prosesi Pernikahan Adat Jawa Tengah pada Pasanngan Suami Istri. Skripsi: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Spradley, James P. ( 2007). Metode Etnografi. Yogyakarta : Tiara Wacana

Turner, Victor W.(1969). The Ritual Process: Structure and Anti-Structure. New York: Cornell University Press, 1969.

Winangun,Wartaya.(1990). Masyarakat Bebas Struktur, Liminalitas dan Komunitas. Yogyakarta: Kanisius

Additional Files

Published

2021-12-09

Issue

Section

Volume 5 Nomor 2, Juli - Desember 2021

How to Cite

SONGGA’A : RITUAL PASCA PERKAWINAN PADA ORANG LIYA MAWI. (2021). KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 5(2), 29-43. https://doi.org/10.33772/kabanti.v5i2.1279

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 35

You may also start an advanced similarity search for this article.