POLA KOMUNIKASI PEMERINTAH DESA DENGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS SOSIAL

Wa Ode Erni Maso
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Akhmad Marhadi
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Abdul Jalil
Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
Share:

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana pola komunikasi yang digunakan oleh pemerintah desa dengan masyarakat dalam meningkatkan solidaritas sosial dan bagaimana dampak pola komunikasi tersebut terhadap solidaritas sosial setelah pemilihan kepala desa yang dilaksanakan pada tahun 2017. Penelitian ini menggunakan teori solidaritas sosial oleh Emile Durkheim dan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi pemerintah desa dengan masyarakat dalam meningkatkan solidaritas sosial dilakukan melalui tiga upaya yaitu optimalisasi kegiatan keagamaan, keterlibatan dalam kegiatan sosial budaya, dan transparansi penggunaan dana desa. Dampak dari pola komunikasi tersebut adalah terciptanya komunikasi yang baik antara pemerintah desa dengan masyarakat, adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya gotong-rotong, dan terealisasinya perencanaan pembangunan dalam desa.

References

Bayudewanto, A., & junaedi, F. (2017). Pola komunikasi organisasi pada fans club Juventini Boyolali dalam menjalin solidaritas (studi deskriptif kualitatif tentang pola komunikasi organisasi pada Fans Club Juventini di Boyolali) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Erickson, P.A dan Murphy, L.D. (2018). Sejarah Teori Antropologi Penjelasan Komprehensif Edisi Kelima. Jakarta: Penamedia Group (Divisi Kencana).

Heriawan, S. (2016). Pola komunikasi kelompok pada komunitas Scooter “vespa” dalam menjalin hubungan solidaritas (studi deskriptif kualitatif pada komunitas ikatan Scooter Wonogiri di Wonogiri.

Khanafi, M. (2018). Strategi komunikasi organisasi unit kegiatan mahasiswa seni musik club IAIN Salatiga dalam meningkatkan perilaku solidaritas sosial.

Mahatir, M. (2015) “Pola komunikasi komunitas laskar sepeda tua pekan baru dalam mempertahankan solidaritas kelompok” Vol 2 No 2 (2015) Hal 6-9.

Musi, S. dan Fitriana. (2019). Pola komunikasi Ammatoa dalam melestarikan kearifan lokal melalui nilai Kamase- Masea di Kajang” Vol 8. (2019) Hal 288.

Mokodompis, J.R. (2014). Pola Interaksi Sosial Masyarakat dalam Menunjang Pelaksanaan pemerintahan Desa (Studi kasus di Desa pokol Kecamatan Tamako Kabupaten Sangihe). Politicio: Jurnal Ilmu Politik, 2014, 2.6: 1058

Nopianti, R. (2016). “Leuit si jimat, wujud solidaritas sosial masyarakat di Kasepuhan Sinarresmi” Patanjala. Vol 8 No 2 Hal 219-234.

Nugrawati, N. (2017). Pola komunikasi camat dalam meningkatkan prestasi kerja pegawai kantor kecamatan Tammerodo Sendana di Kabupaten Majene. (doctoral dissertation, Universitas Islam negeri Alauddin Makasaar).

Razif, I. (2021). Komunikasi komunitas vespa dalam mempertahankan solidaritas : Studi penelitian di Scooter Kamasa UIN Bandung.

Sitoresmi, S. (2019). Interaksi masyarakat desa dan pengaruhnya terhadap solidaritas sosial (studi di Tiyuh Makmur Kecamatan Tulang Bawang Tengah Kabupaten Tulang Bawang Barat

Syamsuri.( 2016). Pola komunikasi kelompok komunitas mubalig di kota Makassar” Vol 10 No 2 Hal 20-21.
How to Cite
Maso, W. O. E., Marhadi, A., & Jalil, A. (2022). POLA KOMUNIKASI PEMERINTAH DESA DENGAN MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN SOLIDARITAS SOSIAL. KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 6(1), 115–123. https://doi.org/10.33772/kabanti.v6i1.1438

Send mail to Author


Send Cancel

Custom technologies based on your needs

  • MongoDB
  • ElasticSearch
  • Redis
  • Solr
  • Memcached