KACANG GORENG DAN AJANG PENCARIAN JODOH

Studi Etnografi di Kelurahan Wandoka Kec. Wangi-Wangi Kab. Wakatobi

Authors

  • Wa Ode Rosdiana Alumni Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Uho
  • La Ode Topo Jers Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UHO
  • Ashmarita . Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya UHO

Keywords:

kacang goreng, pencarian jodoh.

Abstract

Tradisi penjualan kacang goreng (rapo-rapo) atau biasa dikenal dengan kacang jodoh yang dilakukan oleh gadis-gadis Kelurahan Wandoka  Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi yang berlangsung satu kali setahun pada Bulaan Ramadhan, merupakan salah satu tradisi unik sehingga dilakukan penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pencarian jodoh dengan menjual kacang goreng, dan mengetahui persepsi terhadap perempuan yang mendapatkan jodoh dengan cara menjual kacang goreng di Kelurahan Wandoka Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Metode Etnografi dengan pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik pengamatan (observation) dan wawancara mendalam (Indepth interview). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses menemukan jodoh dengan menjual kacang goreng ini, diawali dengan tahap pengenalan yaitu, melakukan transaksi jual beli kacang goreng, serta melakukan komunikasi bersifat budaya seperti saling lempar pantun atau lantunan syair yang diungkapkan sesuai isi hati guna membangun hubungan yang lebih dekat. Selanjtnya berlangsung pada pemakaian daun pacar (patirangga), sebagai bentuk kasih sayang mereka sehingga dapat saling mengenang satu sama lain. kedekatan seperti itu, berlanjut pada sebuah pernikahan yang menjadi akhir dari sebuah perkenalan. Hal demikian menuai persepsi dalam masyarakat. Perempuan yang mencari jodoh dengan cara tersebut merupakan tradisi yang sudah lama dilakukan oleh masyarakat dan telah diwariskan secara turun temurun. Menurut masyarakat yang pernah menjalankanya menjadi sebuah hiburan untuk dapat bertemu dengan kerabat yang telah lama menjalin hubungan tali silaturahmi, sehingga dapat menyatukan kembali tali persaudaraan diantara sesama.

Kata Kunci:  kacang goreng, pencarian jodoh.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Creswell, John W. 2010. Research Design. Pendekatan Kualitatif, Kuan-titatif, dan Mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hamdani Rifi. 2013. Tradisi Perjodohan dalam Masyarakat Madura Mig-ran di Kecamatan Depok, Sle-man, Daerah istimewah Yogyakarta. Skripsi Fakultas Ushu-luddin.

Singodimayan, Hasnan. 2015. Tradisi Geredoan Masyarakat Using Banyuwangi. Jakarta: Desantara.

Setyorini Tantri, 2014. Gubuk cinta, tradisi unik etnis Kreung untuk mencari jodoh. Merdeka.com: http://www.-merdeka.com/gaya/gubuk-cinta-tra-disi-unik-etnis-kreung-untuk-mencari-jodoh.html (diakses pada tanggal 9 juni 2016).

Additional Files

Published

2017-12-25

Issue

Section

Volume 1 Nomor 2, Juli - Desember 2017

How to Cite

KACANG GORENG DAN AJANG PENCARIAN JODOH: Studi Etnografi di Kelurahan Wandoka Kec. Wangi-Wangi Kab. Wakatobi. (2017). KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 1(2), 19 25. http://journal.fib.uho.ac.id/index.php/kabantiantropologi/article/view/256

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>